Puncak Musim Hujan, BMKG Intensifkan OMC di Lokasi Longsor Cisarua KBB

Jumat, 30 Januari 2026 - 09:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, yang aktif memberikan informasi terkait cuaca dan gempa bumi di Jawa Barat, adalah
Dr. Teguh Rahayu, S.Kom, MM. Beliau aktif dalam koordinasi penanganan bencana dan operasi modifikasi cuaca di wilayah Jawa Barat, Foto : Tim Liputan Kabar Pajajaran

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, yang aktif memberikan informasi terkait cuaca dan gempa bumi di Jawa Barat, adalah Dr. Teguh Rahayu, S.Kom, MM. Beliau aktif dalam koordinasi penanganan bencana dan operasi modifikasi cuaca di wilayah Jawa Barat, Foto : Tim Liputan Kabar Pajajaran

KABUPATEN BANDUNG BARAT, Kabar Pajajaran – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna mendukung proses pencarian dan evakuasi korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Setiap harinya, OMC di wilayah terdampak longsor dilaksanakan minimal tiga kali. Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Teguh Rahayu, mengatakan pada Kamis (29/1/2026), pelaksanaan OMC kembali dilakukan sebanyak tiga kali.

“Pelaksanaan OMC dilakukan sesuai kebutuhan. Kalau diperlukan, OMC bisa dilakukan lebih dari tiga kali dalam sehari,” ujar Teguh saat ditemui di Desa Pasirlangu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, OMC dilakukan dengan menaburkan kapur tohor atau kalsium oksida (CaO) ke awan yang masih berada pada fase pertumbuhan. Senyawa tersebut akan menghasilkan panas sehingga mengganggu perkembangan awan dan menunda terjadinya hujan. Dengan metode ini, intensitas hujan dapat ditekan hingga sekitar 30 persen.

Menurut Teguh, potensi pertumbuhan awan di kawasan longsor saat ini tergolong sangat tinggi seiring puncak musim hujan. BMKG juga memperkirakan hujan masih berpotensi turun hingga sepekan ke depan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menegaskan, OMC dilakukan untuk menciptakan kondisi cuaca yang lebih cerah agar proses evakuasi korban di Desa Pasirlangu dapat berjalan optimal.

“Faktor cuaca sangat berpengaruh terhadap proses evakuasi. Jika hujan turun, tentu akan menghambat upaya pencarian dan penanganan di lapangan,” katanya.

Pemprov Jawa Barat bersama BMKG dan seluruh unsur terkait terus berupaya memaksimalkan langkah-langkah mitigasi agar proses evakuasi dapat berlangsung aman dan lancar. ***Anton

Facebook Comments Box

Berita Terkait

10 Kabupaten/Kota Jabar-Jateng Siap Deklarasikan Dukungan Penuh untuk Bandara Kertajati
Dedi Mulyadi Evaluasi Angkot Tua dan Siapkan Bandara Husein Beroperasi Kembali Mulai Agustus
Era Baru Transportasi Bandung Raya Dimulai, BRT Modern Siap Beroperasi pada 2027
Pertama di Indonesia, Dedi Mulyadi Letakkan Batu Pertama Pabrik Alat Berat Elektrik di Karawang
Dedi Mulyadi Buka Sayembara Tangkap Begal, Warga Berpeluang Dapat Hadiah hingga Rp50 Juta
BRT Bandung Raya Mulai Dibangun, Investasi Rp1,3 Triliun Siapkan Jalur Khusus 21 Kilometer
Hadapi Tantangan Media Digital, Puluhan Wartawan Ikuti UKW di Majalengka
Aksi Ekologi Tutup MPLS Pancawaluya 2026, Sekda Jabar Ajak Siswa Bangun Karakter dari Kebiasaan Sederhana

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:00 WIB

10 Kabupaten/Kota Jabar-Jateng Siap Deklarasikan Dukungan Penuh untuk Bandara Kertajati

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:30 WIB

Dedi Mulyadi Evaluasi Angkot Tua dan Siapkan Bandara Husein Beroperasi Kembali Mulai Agustus

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:00 WIB

Era Baru Transportasi Bandung Raya Dimulai, BRT Modern Siap Beroperasi pada 2027

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:55 WIB

Pertama di Indonesia, Dedi Mulyadi Letakkan Batu Pertama Pabrik Alat Berat Elektrik di Karawang

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:00 WIB

Dedi Mulyadi Buka Sayembara Tangkap Begal, Warga Berpeluang Dapat Hadiah hingga Rp50 Juta

Berita Terbaru