KABUPATEN BANDUNG BARAT, Kabar Pajajaran – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna mendukung proses pencarian dan evakuasi korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Setiap harinya, OMC di wilayah terdampak longsor dilaksanakan minimal tiga kali. Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Teguh Rahayu, mengatakan pada Kamis (29/1/2026), pelaksanaan OMC kembali dilakukan sebanyak tiga kali.
“Pelaksanaan OMC dilakukan sesuai kebutuhan. Kalau diperlukan, OMC bisa dilakukan lebih dari tiga kali dalam sehari,” ujar Teguh saat ditemui di Desa Pasirlangu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, OMC dilakukan dengan menaburkan kapur tohor atau kalsium oksida (CaO) ke awan yang masih berada pada fase pertumbuhan. Senyawa tersebut akan menghasilkan panas sehingga mengganggu perkembangan awan dan menunda terjadinya hujan. Dengan metode ini, intensitas hujan dapat ditekan hingga sekitar 30 persen.
Menurut Teguh, potensi pertumbuhan awan di kawasan longsor saat ini tergolong sangat tinggi seiring puncak musim hujan. BMKG juga memperkirakan hujan masih berpotensi turun hingga sepekan ke depan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menegaskan, OMC dilakukan untuk menciptakan kondisi cuaca yang lebih cerah agar proses evakuasi korban di Desa Pasirlangu dapat berjalan optimal.
“Faktor cuaca sangat berpengaruh terhadap proses evakuasi. Jika hujan turun, tentu akan menghambat upaya pencarian dan penanganan di lapangan,” katanya.
Pemprov Jawa Barat bersama BMKG dan seluruh unsur terkait terus berupaya memaksimalkan langkah-langkah mitigasi agar proses evakuasi dapat berlangsung aman dan lancar. ***Anton
















