Getaran Misterius di Cirebon Masih Diselidiki, BMKG Minta Warga Tetap Tenang

Rabu, 22 April 2026 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Gempa Bumi (Canva)

Ilustrasi Gempa Bumi (Canva)

CIREBON, KABAR PAJAJARAN — Getaran misterius yang sempat memicu kepanikan warga di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, hingga kini masih menjadi tanda tanya. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut peristiwa tersebut hanya terekam oleh satu sensor seismik.

Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu, mengatakan sensor di wilayah Pasawahan mencatat getaran pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 11.22 WIB. Namun sinyal yang terekam sangat kecil sehingga tidak terdeteksi oleh tiga sensor lain di sekitar wilayah Cirebon.

“Data menunjukkan adanya selisih waktu sekitar tiga detik antara gelombang P dan S. Dari perhitungan awal, sumber getaran diperkirakan berada sekitar 10 kilometer dari lokasi sensor,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BMKG memasang empat sensor pemantauan di wilayah sekitar, masing-masing di Jatiwangi, Pasawahan, Astanajapura, dan Pabuaran. Karena hanya satu sensor yang merekam kejadian, sistem belum bisa melakukan analisis menyeluruh untuk memastikan sumber getaran.

BMKG juga belum memastikan apakah getaran berasal dari aktivitas gempa lokal, aktivitas geotermal, atau sumber lain. Meski demikian, masyarakat diminta tidak terpancing spekulasi dan hanya mengikuti informasi resmi dari BMKG.

Di lapangan, getaran dilaporkan terjadi lebih dari sekali dalam waktu berdekatan. Perangkat Desa Cipanas menyebut guncangan terasa pada pukul 11.18 WIB dan 11.21 WIB, bahkan lebih kuat dibandingkan hari sebelumnya.

Getaran paling terasa di tiga wilayah, yakni Blok Beledug, Blok Karang Anyar, dan Blok Tari Kolot. Fenomena serupa telah dirasakan warga sejak Sabtu (18/4/2026), meski dengan intensitas lebih lemah.

Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Video yang beredar menunjukkan plafon runtuh, kusen pintu terlepas, serta retakan memanjang pada dinding rumah. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini memicu kekhawatiran warga akan kemungkinan getaran susulan.

Hingga kini, masyarakat masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab getaran yang belum teridentifikasi tersebut.***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BMKG Ungkap Penyebab Hujan Es dan Angin Kencang yang Rusak Puluhan Rumah di Kuningan
Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026
Pemprov Jabar Pasang 1.185 Lampu Jalan di Priangan Timur, Anggaran Capai Rp48,3 Miliar
Pemprov Jabar Gelontorkan Rp273 Miliar untuk Perbaikan Jalan dan Jembatan di Tasikmalaya
Kebocoran Gas Pabrik di Karawang Bikin 43 Warga Dilarikan ke Rumah Sakit, Polisi Lakukan Investigasi
Kasus Dugaan Keracunan MBG di Cirebon, Dinkes Cabut SLHS SPPG 05 Kalijaga
Kejati Jabar Tahan Wabup Indramayu Syaefudin dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar
Gunung Anak Krakatau Erupsi 3 Kali, Status Masih Siaga Level III

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 09:44 WIB

BMKG Ungkap Penyebab Hujan Es dan Angin Kencang yang Rusak Puluhan Rumah di Kuningan

Selasa, 3 November 2026 - 11:00 WIB

Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026

Selasa, 3 November 2026 - 09:29 WIB

Pemprov Jabar Pasang 1.185 Lampu Jalan di Priangan Timur, Anggaran Capai Rp48,3 Miliar

Senin, 2 November 2026 - 18:00 WIB

Pemprov Jabar Gelontorkan Rp273 Miliar untuk Perbaikan Jalan dan Jembatan di Tasikmalaya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Kebocoran Gas Pabrik di Karawang Bikin 43 Warga Dilarikan ke Rumah Sakit, Polisi Lakukan Investigasi

Berita Terbaru