Kasus Dugaan Keracunan MBG di Cirebon, Dinkes Cabut SLHS SPPG 05 Kalijaga

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kadinkes Kota Cirebon, Siti Maria Listiawaty memberikan penjelasan penanganan terkini kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis yang membuat sebanyak 270 orang terdampak

Kadinkes Kota Cirebon, Siti Maria Listiawaty memberikan penjelasan penanganan terkini kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis yang membuat sebanyak 270 orang terdampak

CIREBON, KABAR PAJAJARAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, Jawa Barat, mencabut Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 05 Kalijaga setelah kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) berdampak pada 432 orang.

Dinkes Kota Cirebon mengambil langkah tersebut sebagai bagian dari evaluasi terhadap pengelolaan dapur dan pelaksanaan standar higiene sanitasi dalam program MBG. Namun, petugas masih menelusuri penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para penerima manfaat.

Kepala Dinkes Kota Cirebon, dr. Siti Maria Listiawaty, menyampaikan pencabutan SLHS tersebut pada Rabu (28/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dengan kejadian ini, kami juga mencabut SLHS yang dimiliki oleh SPPG 05 Kalijaga,” ujar Maria.

Dinkes Cirebon Perketat Pengawasan Dapur MBG

Maria menegaskan, seluruh dapur penyedia MBG harus memenuhi persyaratan higiene dan sanitasi serta menjalankan operasional sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Menurut dia, kewajiban tersebut tetap berlaku bagi dapur yang belum memiliki SLHS. Setiap pengelola harus memastikan proses pengolahan dan penyajian makanan mengikuti standar yang telah ditetapkan.

“Kalaupun belum punya SLHS, dapur harus menjalankan kegiatan sesuai dengan SOP. Karena masing-masing sudah memiliki SOP yang telah ditentukan,” katanya.

Dinkes Kota Cirebon juga melibatkan puskesmas untuk mengawasi dapur penyedia MBG secara berkala. Petugas turun langsung ke lapangan untuk memeriksa kelayakan dapur sekaligus mengevaluasi penerapan higiene dan sanitasi selama proses pengolahan makanan.

Selain melakukan pemeriksaan, Dinkes memberikan rekomendasi kepada yayasan penyelenggara SPPG. Maria berharap pengelola dapur, mitra, dan pemilik yayasan menjalankan rekomendasi tersebut agar penyelenggaraan program MBG memenuhi ketentuan kesehatan.

“Kami berharap rekomendasi itu bisa dijalankan, bukan hanya kepada dapur, tapi juga mitra dan pemilik yayasan juga bisa menjalankan sesuai dengan apa yang kami rekomendasikan,” ucapnya.

Sampel Makanan dan Pasien Diperiksa di Laboratorium

Hingga Rabu (28/10/2026), Dinkes Kota Cirebon masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab dugaan keracunan MBG.

Petugas telah mengirim sejumlah sampel ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jawa Barat. Pemeriksaan mencakup sampel makanan, muntahan, dan kotoran.

Hasil pemeriksaan tersebut akan membantu petugas menelusuri faktor yang memicu gangguan kesehatan pada ratusan penerima manfaat MBG.

Karena itu, Dinkes belum dapat memastikan jenis makanan atau faktor tertentu sebagai penyebab kejadian tersebut sebelum memperoleh hasil laboratorium.

Sebanyak 98 Warga SDN Taman Kalijaga Permai Terdampak

Dugaan keracunan MBG di Cirebon juga berdampak pada warga SDN Taman Kalijaga Permai. Sebanyak 98 warga sekolah dilaporkan mengalami gangguan kesehatan, terdiri dari hampir 90 siswa dan delapan guru.

Kepala SDN Taman Kalijaga Permai, Fauziyah Hayati Fazrin, mengatakan kondisi para guru yang terdampak berangsur membaik. Seluruh guru yang sebelumnya mengalami gangguan kesehatan, termasuk mereka yang sempat menjalani perawatan, telah kembali beraktivitas di sekolah.

“Guru-guru alhamdulillah sudah masuk seluruhnya, komplit. Yang kemarin sempat dirawat juga sudah hadir semua, alhamdulillah,” ujar Fauziyah, Senin (26/10/2026).

Meski kondisi guru membaik, Fauziyah mengungkapkan sejumlah siswa masih merasa khawatir setelah mengalami kejadian tersebut. Pengalaman itu membuat sebagian siswa menunjukkan reaksi ketika mendengar atau membicarakan program MBG.

“Kalau saya langsung tanya kepada murid tadi pagi, mereka pasti ada trauma. Dengar MBG saja sudah gimana gitu,” katanya.

Kasus dugaan keracunan MBG di Cirebon menjadi perhatian terhadap pentingnya pengawasan keamanan pangan, penerapan standar higiene sanitasi, serta evaluasi menyeluruh terhadap operasional dapur penyedia makanan. Dinkes masih menelusuri penyebab kejadian melalui pemeriksaan laboratorium sambil mendorong seluruh pihak terkait memperbaiki pelaksanaan program. ***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BMKG Ungkap Penyebab Hujan Es dan Angin Kencang yang Rusak Puluhan Rumah di Kuningan
Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan
WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat
Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar
Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit
Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah
Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026
Pemprov Jabar Pasang 1.185 Lampu Jalan di Priangan Timur, Anggaran Capai Rp48,3 Miliar

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 09:44 WIB

BMKG Ungkap Penyebab Hujan Es dan Angin Kencang yang Rusak Puluhan Rumah di Kuningan

Kamis, 5 November 2026 - 08:20 WIB

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan

Rabu, 4 November 2026 - 07:00 WIB

Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar

Selasa, 3 November 2026 - 15:00 WIB

Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit

Selasa, 3 November 2026 - 12:00 WIB

Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah

Berita Terbaru