Kebocoran Gas Pabrik di Karawang Bikin 43 Warga Dilarikan ke Rumah Sakit, Polisi Lakukan Investigasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi di sekitar permukiman warga korban keracunan gas kaustik di Karawang (Foto: Istimewa).

Kondisi di sekitar permukiman warga korban keracunan gas kaustik di Karawang (Foto: Istimewa).

Karawang, Kabar Pajajaran – Kebocoran gas yang diduga berasal dari sebuah pabrik di Kampung Mekarmukti, Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, membuat warga panik pada pagi hari. Aroma menyengat yang menyebar hingga permukiman membuat puluhan warga mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan penanganan medis.

Sebanyak 43 warga dilaporkan harus menjalani pemeriksaan dan perawatan di rumah sakit setelah terpapar gas yang diduga merupakan soda kaustik. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 05.30 WIB, ketika sebagian besar warga mulai bersiap menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kesaksian warga mengungkapkan, kepulan asap menyerupai kabut muncul dari cerobong pabrik sebelum aroma menyengat menyebar ke lingkungan sekitar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ririn (46), salah seorang warga yang menjalani perawatan di RS Rosela, mengaku merasakan dampak paparan gas meskipun rumahnya berjarak sekitar 100 meter dari lokasi pabrik.

Ia mengatakan, tubuhnya mendadak lemas setelah mencium aroma menyengat yang menyerupai bau gas elpiji.

“Kejadiannya sekitar jam setengah 6, tiba-tiba ada asap muncul dari cerobong pabrik seperti kabut,” ujar Ririn.

Menurut Ririn, kondisi tubuhnya semakin memburuk tidak lama setelah asap menyelimuti kawasan tempat tinggalnya. Ia kemudian kehilangan kesadaran dan mendapat pertolongan bersama tiga anggota keluarganya.

Petugas ambulans desa membawa Ririn, ibu, anak, dan suaminya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Warga Mengeluhkan Sesak Napas

Dampak kebocoran gas juga dirasakan warga lainnya. Karna (45) mengaku mengalami gangguan pernapasan setelah asap menyebar ke kawasan permukiman.

Ia menduga paparan asap menjadi penyebab warga mengalami kesulitan bernapas.

“Ya kalau dirasakan awalnya dari susah napas, mungkin ya dari asap,” kata Karna.

Karna menuturkan, insiden tersebut berlangsung pada pagi hari setelah hujan mengguyur wilayah Ciampel. Namun, ia tidak mengetahui secara pasti waktu awal kebocoran terjadi.

Polisi Selidiki Dugaan Kebocoran Gas Pabrik

Polresta Karawang langsung menerjunkan tim penyidik dan unit INAFIS untuk memeriksa lokasi kejadian. Petugas juga mendatangi rumah sakit guna mendata warga yang mengalami paparan gas.

Kasi Humas Polresta Karawang, Ipda Asim, membenarkan langkah penyelidikan tersebut.

“Iya benar, kejadian tadi pagi, Reskrim dan INAFIS sudah turun, lagi penyelidikan di pabrik, dan rumah sakit,” ungkap Asim saat dihubungi detikJabar.

Penyidik kini mengumpulkan informasi dan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab kebocoran serta sumber paparan gas yang menyebar ke permukiman.

Bupati Karawang Libatkan Puslabfor

Bupati Karawang Aep Syaepuloh meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) segera memeriksa lokasi kejadian. Pemerintah Kabupaten Karawang juga berkoordinasi dengan Polresta Karawang untuk melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor).

Langkah tersebut bertujuan mengidentifikasi sumber kebocoran sekaligus memastikan jenis zat yang mencemari lingkungan permukiman.

“Untuk kebocoran tadi pagi, saya sudah perintahkan DLH untuk segera turun ke lokasi, dan kami juga berkomunikasi dengan Pak Kapolresta untuk meminta bantuan dari Puslabfor,” kata Aep.

Aep menegaskan, pemerintah daerah memprioritaskan keselamatan warga yang terdampak. Ia juga menunggu hasil pemeriksaan untuk memastikan apakah kebocoran berasal dari titik yang sama dengan insiden sebelumnya atau muncul dari lokasi berbeda.

“Yang jelas kami minta agar keselamatan warga diutamakan. Ini saya tunggu laporan apakah kebocoran ini di titik yang lain atau di titik yang sebelumnya bocor, ini ranahnya Puslabfor ya,” ujarnya.

Bupati Minta Warga Tetap Tenang

Di tengah proses investigasi, Aep meminta masyarakat tidak panik dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Ia memastikan DLH bersama kepolisian telah bergerak untuk memeriksa lokasi dan menelusuri penyebab insiden tersebut.

“Kami mohon untuk tenang dahulu, yang utama korban sudah dalam penanganan medis. Pihak berwenang termasuk juga DLH sudah terjun ke lokasi dalam rangka melakukan penyelidikan,” pungkasnya.

Hingga kini, kepolisian dan DLH masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab kebocoran gas di kawasan industri Ciampel tersebut. ***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BMKG Ungkap Penyebab Hujan Es dan Angin Kencang yang Rusak Puluhan Rumah di Kuningan
Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan
WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat
Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar
Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit
Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah
Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026
Pemprov Jabar Pasang 1.185 Lampu Jalan di Priangan Timur, Anggaran Capai Rp48,3 Miliar

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 09:44 WIB

BMKG Ungkap Penyebab Hujan Es dan Angin Kencang yang Rusak Puluhan Rumah di Kuningan

Kamis, 5 November 2026 - 08:20 WIB

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan

Rabu, 4 November 2026 - 07:00 WIB

Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar

Selasa, 3 November 2026 - 15:00 WIB

Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit

Selasa, 3 November 2026 - 12:00 WIB

Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah

Berita Terbaru