Dedi Mulyadi Ingatkan Warga Jabar Hindari Judol dan Pinjol, Ini Alasannya

Kamis, 5 November 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

BANDUNG, KABAR PAJAJARAN – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengingatkan masyarakat agar lebih bijak mengelola keuangan. Ia meminta warga menghindari judi online (judol), pinjaman online (pinjol), dan kebiasaan belanja berlebihan.

Pesan tersebut disampaikan Dedi saat menghadiri Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) dan Financial Expo (FinExpo) 2026 di Trans Studio Mall Bandung, Kamis (29/10/2026).

Menurutnya, setiap orang perlu memahami cara mendapatkan, menggunakan, dan menyimpan uang. Kemampuan tersebut penting untuk menjaga kestabilan ekonomi keluarga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Cerdas dalam memperoleh uang, cerdas dalam membelanjakan uang, dan cerdas dalam menyimpan uang,” ujar Dedi dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (3/11/2026).

Selain mengatur penghasilan, masyarakat juga perlu membedakan kebutuhan dan keinginan. Kebiasaan ini membantu keluarga mengendalikan pengeluaran sehari-hari.

Dedi turut mengingatkan warga agar tidak sembarangan mengambil pinjaman. Setiap calon peminjam harus menghitung kemampuan membayar sebelum mengajukan kredit.

Tanpa perhitungan yang matang, kebiasaan berutang dapat membebani ekonomi rumah tangga. Karena itu, warga perlu mengutamakan kebutuhan pokok dan menghindari pengeluaran yang tidak mendesak.

OJK Catat 6.446 Kegiatan Literasi Keuangan Selama Oktober 2026

Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperluas edukasi keuangan melalui program Bulan Inklusi Keuangan 2026.

Sepanjang Oktober 2026, lembaga tersebut mencatat 6.446 kegiatan literasi dan inklusi keuangan. Berbagai kegiatan itu menjangkau lebih dari 798.000 peserta di seluruh Indonesia.

Program BIK 2026 juga mendorong masyarakat mengakses berbagai produk keuangan formal. Hasilnya, sektor perbankan mencatat pembukaan 7,21 juta rekening baru.

Sementara itu, pasar modal mencatat 2,07 juta rekening dan industri asuransi mencapai 5,38 juta polis. Perusahaan pembiayaan juga mencatat 2,07 juta rekening.

Sektor pegadaian menambah 4,63 juta rekening. Adapun industri teknologi finansial atau fintech mencatat 5,87 juta akun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan.

Menurut Dicky, masyarakat perlu mengenali manfaat dan risiko setiap layanan sebelum menggunakannya.

“Industri keuangan itu kuncinya cuma satu, kalau masyarakat percaya,” katanya.

Kepercayaan publik menjadi modal utama bagi perkembangan industri jasa keuangan. Oleh sebab itu, OJK mendorong pelaku industri menjaga transparansi dan tanggung jawab dalam menawarkan produk.

Setiap penyedia layanan juga perlu menyesuaikan produk dengan kebutuhan serta kemampuan ekonomi masyarakat.

Melalui program literasi dan inklusi keuangan, OJK ingin meningkatkan kesejahteraan keluarga. Lembaga tersebut tidak hanya mengejar pertumbuhan jumlah rekening atau pengguna layanan keuangan formal.

OJK Jabar Edukasi 4.500 Pelaku UMKM

Di Jawa Barat, OJK memperkuat pemahaman keuangan pelaku usaha melalui 15 kegiatan edukasi. Program tersebut menjangkau 4.500 pelaku UMKM di Bogor, Bekasi, dan Purwakarta.

Dalam kegiatan itu, peserta mempelajari pengelolaan arus kas, pencatatan keuangan, serta cara mengakses pembiayaan secara bijak.

Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Darwisman menilai kolaborasi antara OJK, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan sangat penting.

Kerja sama tersebut dapat memperluas akses pembiayaan bagi sektor ekonomi produktif. Dengan begitu, pelaku UMKM, petani, dan peternak memiliki peluang lebih besar mengembangkan usaha.

Darwisman berharap momentum FinExpo 2026 mampu memperkuat sinergi berbagai pihak.

“Melalui momentum FinExpo 2026 ini, kami berharap kolaborasi tersebut dapat terus diperkuat sehingga akses keuangan semakin luas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, petani, peternak, dan berbagai sektor produktif lainnya,” kata Darwisman.

Pada akhirnya, peningkatan literasi keuangan diharapkan membantu masyarakat mengelola penghasilan secara lebih cermat. Pemahaman tersebut juga dapat mencegah keluarga terjerat pinjaman tidak sehat, judi online, dan perilaku konsumtif. ***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Mobil Tabrak Pohon dan Kursi Taman di Jalan Banceuy Bandung, Tiga Orang Luka
Musim Hujan Tiba, BPBD Bandung Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor
Kapolresta Bandung Buka Nomor HP Pribadi untuk Aduan Warga, Anggota Nakal Terancam Sanksi
Erwan Setiawan Ajak Generasi Muda Jabar Jaga Budaya Sunda di Era Teknologi
Sekda Herman Dorong Pemuda Sunda Perkuat Pendidikan dan Ekonomi Jawa Barat
Kapolda Jabar Ungkap Kapasitas Fantastis Pabrik Obat Keras Ilegal di Bandung
TBI Team Juara Umum 1 Bandung Taekwondo Open 2026 dengan 18 Medali
RUMANSA, Inovasi Guru SMAN 1 Batujajar Satukan Puluhan Layanan Digital dalam Satu Pintu

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 12:00 WIB

Dedi Mulyadi Ingatkan Warga Jabar Hindari Judol dan Pinjol, Ini Alasannya

Kamis, 5 November 2026 - 10:00 WIB

Mobil Tabrak Pohon dan Kursi Taman di Jalan Banceuy Bandung, Tiga Orang Luka

Kamis, 5 November 2026 - 09:00 WIB

Musim Hujan Tiba, BPBD Bandung Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:14 WIB

Kapolresta Bandung Buka Nomor HP Pribadi untuk Aduan Warga, Anggota Nakal Terancam Sanksi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Erwan Setiawan Ajak Generasi Muda Jabar Jaga Budaya Sunda di Era Teknologi

Berita Terbaru