Kota Bandung, Kabar Pajajaran – Harga minyak dunia tercatat mengalami penurunan tipis dan berada di kisaran US$98 per barel, seiring meningkatnya harapan pasar terhadap prospek perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran.
Berdasarkan laporan terbaru, harga minyak mentah jenis Brent turun sekitar 0,2 persen menjadi US$98,27 per barel, setelah sebelumnya sempat menyentuh level US$99,38 per barel.
Penurunan ini dipengaruhi oleh sentimen positif dari kemungkinan adanya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran, yang selama ini menjadi salah satu faktor utama ketidakstabilan pasokan energi global.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Harapan Damai Tekan Harga
Pasar minyak global saat ini sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Konflik yang melibatkan Iran sebelumnya sempat memicu lonjakan harga minyak karena terganggunya distribusi energi dunia.
Namun, munculnya sinyal diplomasi dan kemungkinan pembicaraan damai membuat kekhawatiran pasar mulai mereda.
Prospek normalisasi hubungan tersebut berpotensi membuka kembali jalur distribusi minyak, termasuk melalui Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur vital pasokan energi dunia.
Pasar Masih Waspada
Meski harga minyak turun, pelaku pasar tetap bersikap hati-hati. Hal ini karena proses negosiasi antara AS dan Iran masih belum mencapai kesepakatan final.
Analis menilai pergerakan harga minyak ke depan sangat bergantung pada perkembangan diplomasi tersebut. Jika kesepakatan tercapai, harga minyak berpotensi kembali turun. Sebaliknya, jika negosiasi gagal, risiko lonjakan harga kembali terbuka.
Selain faktor geopolitik, pasar juga masih memantau kondisi permintaan global serta data ekonomi dari negara-negara besar yang turut memengaruhi konsumsi energi dunia.***(Radit)
















