Iran Buka Jalur Pelayaran Selat Hormuz Usai Gencatan Senjata Israel–Lebanon

Jumat, 17 April 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Kapal Pertamina (resourcesasia)

Ilustrasi Kapal Pertamina (resourcesasia)

TEHERAN, KABAR PAJAJARAN – Pemerintah Iran resmi membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz pada Jumat (17/4/2026). Kebijakan ini muncul setelah tercapai kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa seluruh kapal komersial kini dapat melintasi selat strategis tersebut selama masa gencatan senjata berlangsung. Ia menyampaikan pernyataan itu melalui akun X dan dikutip media internasional CNN.

Menurut Araghchi, pembukaan jalur pelayaran dilakukan pada rute yang telah dikoordinasikan oleh otoritas pelabuhan dan maritim Iran. Pemerintah Iran menyebut langkah ini sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas kawasan dan menjamin kelancaran perdagangan global.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gencatan Senjata 10 Hari Diumumkan AS

Kesepakatan penghentian sementara konflik diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Washington memfasilitasi gencatan senjata selama 10 hari setelah sekitar enam pekan pertempuran antara Israel dan kelompok bersenjata Hezbollah di Lebanon selatan.

Israel Tetap Bertahan di Wilayah Dikuasai

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan negaranya menerima gencatan senjata untuk mendorong upaya perdamaian. Namun, ia menegaskan pasukan Israel tidak akan menarik diri dari wilayah yang telah dikuasai.

Pernyataan tersebut dikutip oleh Associated Press. Sikap ini menunjukkan Israel tetap mempertahankan posisi militernya di lapangan meski sepakat menghentikan operasi ofensif.

AS Tegaskan Hak Bela Diri Israel

Sementara itu, US Department of State menyatakan Israel tetap memiliki hak membela diri terhadap ancaman yang dianggap mendesak. Di sisi lain, Israel disebut tidak akan melancarkan operasi militer ofensif terhadap target Lebanon selama masa gencatan senjata.

Meski begitu, Hizbullah memperingatkan akan membalas jika terjadi serangan baru. Situasi ini membuat stabilitas kesepakatan masih dipandang rapuh dan berpotensi berubah sewaktu-waktu.

Pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi sinyal positif bagi perdagangan global, mengingat jalur ini merupakan salah satu rute energi paling vital di dunia. Namun, perkembangan konflik Israel–Lebanon tetap menjadi faktor penentu keberlanjutan stabilitas kawasan. ***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Minyak Dunia Naik, Brent Tembus 103,50 Dollar AS per Barrel
Pesawat Flydubai FZ1073 Mendarat Darurat di Arab Saudi, Pilot Ditikam di Kokpit
China Siapkan Strategi Baru Kuasai AI, Gandeng BRICS Bangun Ekosistem Open Source
Konflik Houthi-Arab Saudi Memanas, Pemerintah Diminta Siapkan Skenario Evakuasi Jemaah Umrah
AirAsia Dibeli Rp4.300, Kini Hadapi Tekanan Keuangan, Rute Domestik Jadi Sorotan
Drone Houthi Mengarah ke Mekkah, Sistem Pertahanan Udara Saudi Berhasil Mencegat
Harga Solar AS Tembus US$200 per Barrel, IEA Ungkap Krisis Pasokan Global
Harga Minyak Mentah Naik ke Level Tertinggi Enam Pekan, Konflik AS-Iran Memanas

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Pesawat Flydubai FZ1073 Mendarat Darurat di Arab Saudi, Pilot Ditikam di Kokpit

Senin, 21 September 2026 - 07:00 WIB

China Siapkan Strategi Baru Kuasai AI, Gandeng BRICS Bangun Ekosistem Open Source

Jumat, 18 September 2026 - 15:00 WIB

Konflik Houthi-Arab Saudi Memanas, Pemerintah Diminta Siapkan Skenario Evakuasi Jemaah Umrah

Jumat, 18 September 2026 - 12:00 WIB

AirAsia Dibeli Rp4.300, Kini Hadapi Tekanan Keuangan, Rute Domestik Jadi Sorotan

Rabu, 16 September 2026 - 13:00 WIB

Drone Houthi Mengarah ke Mekkah, Sistem Pertahanan Udara Saudi Berhasil Mencegat

Berita Terbaru

Ilustrasi BIJB Kertajati

Jawa Barat

BIJB Kertajati Siapkan Penguatan Modal Dasar hingga Rp8 Triliun

Jumat, 2 Okt 2026 - 15:00 WIB