Artemis II Meluncur! Empat Astronaut NASA Mulai Misi Berawak Mengelilingi Bulan

Sabtu, 4 April 2026 - 11:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari kiri, astronot NASA Reid Wiseman, komandan Artemis II; Victor Glover, pilot Artemis II; Christina Koch, spesialis misi Artemis II; dan astronot CSA (Badan Antariksa Kanada) Jeremy Hansen, spesialis misi Artemis II, berpose untuk foto grup saat mengunjungi roket SLS (Space Launch System) Artemis II NASA dan pesawat ruang angkasa Orion, Senin, 30 Maret 2026, di Kompleks Peluncuran 39B Pusat Antariksa Kennedy NASA di Florida.
NASA/Bill Ingalls

Dari kiri, astronot NASA Reid Wiseman, komandan Artemis II; Victor Glover, pilot Artemis II; Christina Koch, spesialis misi Artemis II; dan astronot CSA (Badan Antariksa Kanada) Jeremy Hansen, spesialis misi Artemis II, berpose untuk foto grup saat mengunjungi roket SLS (Space Launch System) Artemis II NASA dan pesawat ruang angkasa Orion, Senin, 30 Maret 2026, di Kompleks Peluncuran 39B Pusat Antariksa Kennedy NASA di Florida. NASA/Bill Ingalls

KABAR PAJAJARAN – NASA resmi meluncurkan misi Artemis II dengan membawa empat astronaut untuk mengelilingi bulan. Misi ini menjadi perjalanan berawak pertama ke sekitar bulan dalam 53 tahun terakhir.

Roket Space Launch System (SLS) lepas landas dari Kennedy Space Center, Cape Canaveral, pada Rabu pukul 22.35 GMT. Peluncuran tersebut mengirim tiga astronaut NASA dan satu astronaut Kanada menuju orbit bulan.

Empat Astronaut Ikuti Misi Bersejarah

Empat awak yang mengikuti misi Artemis II yaitu:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Reid Wiseman
  • Victor Glover
  • Christina Koch
  • Jeremy Hansen dari Canadian Space Agency

Jika misi berjalan sesuai rencana, keempat astronaut akan mengelilingi bulan dan kembali ke Bumi dalam perjalanan hampir 10 hari.

Terbang Lebih Jauh dari Rekor Apollo 13

Misi Artemis II akan membawa awak menempuh jarak sekitar 406.000 kilometer dari Bumi. Jarak ini melampaui rekor perjalanan manusia terjauh yang sebelumnya dipegang awak Apollo 13 pada 1970.

Sebelum peluncuran, Jeremy Hansen menyampaikan pesan dari dalam kapsul Orion. Ia menegaskan misi tersebut dilakukan untuk seluruh umat manusia. Direktur peluncuran, Charlie Blackwell-Thompson, juga menyebut para astronaut membawa semangat keberanian dan harapan generasi baru.

Langkah Penting Program Artemis

Artemis II menjadi uji terbang berawak pertama dalam program Artemis program, penerus program Apollo program yang terakhir mendaratkan manusia di bulan pada 1972.

NASA menjadikan misi ini sebagai gladi resik sebelum menargetkan pendaratan manusia di Kutub Selatan bulan melalui Artemis IV pada 2028. Target tersebut juga menjadi bagian dari persaingan global karena China berencana mengirim misi berawak ke kawasan bulan yang sama sekitar 2030.

Administrator NASA, Jared Isaacman, menyebut peluncuran Artemis II sebagai pembuka bagi misi lanjutan, termasuk rencana pembangunan pangkalan manusia di bulan. Misi ini sekaligus memvalidasi kesiapan kontraktor utama roket SLS, yaitu Boeing dan Northrop Grumman.

Dukungan Presiden AS

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyinggung peluncuran Artemis II dalam pidato nasionalnya. Ia menyampaikan dukungan dan doa bagi para astronaut yang menjalankan misi bersejarah tersebut.

Artemis II menjadi tonggak penting bagi NASA yang sebelumnya kehilangan sekitar 20 persen tenaga kerja akibat kebijakan perampingan pemerintahan tahun lalu. Setelah misi ini, NASA berencana melanjutkan Artemis III sebelum akhirnya menargetkan pendaratan manusia di bulan melalui Artemis IV.***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jutaan Pelayat Iringi Jenazah Ali Khamenei ke Qom, Iran Lanjutkan Prosesi Pemakaman
Harga Minyak Dunia Menguat Setelah Ketegangan AS-Iran Kembali Memanas
Bareskrim Ungkap Modus Judi Online Hayam Wuruk, Polanya Mirip Sindikat Kamboja dan Myanmar
Hacker Bobol Sistem Peringatan Darurat Brasil, Jutaan Ponsel Mendadak Berbunyi Tengah Malam
Trump Ancam Serang Iran Lagi Jika Langgar Kesepakatan Damai
Bukan Karena Terdesak, Purbaya Sebut Lawatan ke China Bagian Strategi Jangka Panjang
B-52 AS Jatuh di California, Data Awal Ungkap Pesawat Menukik 1,5 Kilometer per Menit
AS dan Iran Sepakat Damai, Penandatanganan Digelar di Swiss

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:06 WIB

Jutaan Pelayat Iringi Jenazah Ali Khamenei ke Qom, Iran Lanjutkan Prosesi Pemakaman

Senin, 29 Juni 2026 - 11:00 WIB

Harga Minyak Dunia Menguat Setelah Ketegangan AS-Iran Kembali Memanas

Jumat, 26 Juni 2026 - 17:21 WIB

Bareskrim Ungkap Modus Judi Online Hayam Wuruk, Polanya Mirip Sindikat Kamboja dan Myanmar

Senin, 22 Juni 2026 - 21:00 WIB

Hacker Bobol Sistem Peringatan Darurat Brasil, Jutaan Ponsel Mendadak Berbunyi Tengah Malam

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:00 WIB

Trump Ancam Serang Iran Lagi Jika Langgar Kesepakatan Damai

Berita Terbaru