KABAR PAJAJARAN – NASA resmi meluncurkan misi Artemis II dengan membawa empat astronaut untuk mengelilingi bulan. Misi ini menjadi perjalanan berawak pertama ke sekitar bulan dalam 53 tahun terakhir.
Roket Space Launch System (SLS) lepas landas dari Kennedy Space Center, Cape Canaveral, pada Rabu pukul 22.35 GMT. Peluncuran tersebut mengirim tiga astronaut NASA dan satu astronaut Kanada menuju orbit bulan.
Empat Astronaut Ikuti Misi Bersejarah
Empat awak yang mengikuti misi Artemis II yaitu:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Reid Wiseman
- Victor Glover
- Christina Koch
- Jeremy Hansen dari Canadian Space Agency
Jika misi berjalan sesuai rencana, keempat astronaut akan mengelilingi bulan dan kembali ke Bumi dalam perjalanan hampir 10 hari.
Terbang Lebih Jauh dari Rekor Apollo 13
Misi Artemis II akan membawa awak menempuh jarak sekitar 406.000 kilometer dari Bumi. Jarak ini melampaui rekor perjalanan manusia terjauh yang sebelumnya dipegang awak Apollo 13 pada 1970.
Sebelum peluncuran, Jeremy Hansen menyampaikan pesan dari dalam kapsul Orion. Ia menegaskan misi tersebut dilakukan untuk seluruh umat manusia. Direktur peluncuran, Charlie Blackwell-Thompson, juga menyebut para astronaut membawa semangat keberanian dan harapan generasi baru.
Langkah Penting Program Artemis
Artemis II menjadi uji terbang berawak pertama dalam program Artemis program, penerus program Apollo program yang terakhir mendaratkan manusia di bulan pada 1972.
NASA menjadikan misi ini sebagai gladi resik sebelum menargetkan pendaratan manusia di Kutub Selatan bulan melalui Artemis IV pada 2028. Target tersebut juga menjadi bagian dari persaingan global karena China berencana mengirim misi berawak ke kawasan bulan yang sama sekitar 2030.
Administrator NASA, Jared Isaacman, menyebut peluncuran Artemis II sebagai pembuka bagi misi lanjutan, termasuk rencana pembangunan pangkalan manusia di bulan. Misi ini sekaligus memvalidasi kesiapan kontraktor utama roket SLS, yaitu Boeing dan Northrop Grumman.
Dukungan Presiden AS
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyinggung peluncuran Artemis II dalam pidato nasionalnya. Ia menyampaikan dukungan dan doa bagi para astronaut yang menjalankan misi bersejarah tersebut.
Artemis II menjadi tonggak penting bagi NASA yang sebelumnya kehilangan sekitar 20 persen tenaga kerja akibat kebijakan perampingan pemerintahan tahun lalu. Setelah misi ini, NASA berencana melanjutkan Artemis III sebelum akhirnya menargetkan pendaratan manusia di bulan melalui Artemis IV.***(Ant)





