KABAR PAJAJARAN — Apple memangkas lebih dari 200 posisi di sejumlah divisi teknologi. Kebijakan tersebut menyasar tim Vision Pro, Siri, dan rekayasa perangkat lunak.
Sekitar 100 posisi berasal dari organisasi Vision Pro. Apple juga menghapus sekitar 100 posisi lain dari tim Siri dan software.
Langkah ini sekaligus menunjukkan perubahan strategi Apple. Perusahaan kini mengalihkan lebih banyak sumber daya ke kecerdasan buatan (AI) dan pengembangan kacamata pintar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Apple Pangkas Sekitar 100 Posisi di Tim Vision Pro
Pemangkasan terbesar terjadi di organisasi Vision Pro. Apple memangkas sekitar 100 posisi dari tim yang mengembangkan headset tersebut.
Apple juga hampir membubarkan tim yang fokus mengembangkan game untuk Vision Pro. Rendahnya minat terhadap game di platform tersebut menjadi salah satu alasan Apple mengambil langkah ini.
Selain tim game, Apple turut mengurangi jumlah pekerja yang membuat konten Immersive Video untuk Vision Pro.
Apple sebelumnya mengembangkan konten imersif secara internal. Namun, produksi setiap episode membutuhkan biaya hingga jutaan dollar AS.
Dengan jumlah pengguna Vision Pro yang belum besar, biaya produksi tersebut membuat Apple perlu mengubah strategi. Perusahaan kini akan membuat lebih sedikit konten secara internal dan mendorong pengembang eksternal untuk memproduksi konten imersif.
Vision Pro Belum Ditinggalkan Apple
Meski memangkas tim Vision Pro, Apple tidak menghentikan pengembangan headset tersebut.
Perusahaan tetap mengembangkan visionOS, sistem operasi yang menjalankan Vision Pro. Apple juga masih mempertimbangkan model Vision Pro baru yang kemungkinan hadir paling cepat pada akhir 2028.
Namun, Apple kini memberikan perhatian lebih besar kepada perangkat yang lebih ringan dan praktis.
Perusahaan disebut tengah mengembangkan kacamata pintar berbasis AI. Perangkat tersebut berpotensi menjadi salah satu produk baru Apple untuk bersaing dengan produk sejenis di pasar.
Berbeda dengan Vision Pro, kacamata pintar tersebut kabarnya tidak akan membawa fitur video imersif dan kemampuan gaming tingkat lanjut.
Apple Juga Pangkas Tim Siri
Apple tidak hanya mengurangi tenaga kerja di Vision Pro. Perusahaan juga memangkas sekitar 100 posisi dari tim Siri dan software.
Perubahan tersebut berkaitan dengan pengembangan Siri AI. Apple sedang membangun Siri dengan arsitektur teknologi baru yang membutuhkan keahlian berbeda.
Karena itu, Apple menghapus sejumlah posisi lama dan membuka posisi baru yang sesuai dengan kebutuhan teknologi Siri generasi berikutnya.
Perubahan tersebut juga menyentuh Intelligent Systems Experience, tim yang membantu Apple mengembangkan dan menyelaraskan fitur AI di berbagai produk dan layanan.
Apple Siapkan Siri dengan Teknologi AI Baru
Apple terus meningkatkan kemampuan Siri melalui teknologi kecerdasan buatan.
Siri generasi baru akan menggunakan arsitektur yang berbeda dari sistem Siri sebelumnya. Perubahan tersebut membuat Apple perlu menyusun kembali struktur tim pengembang.
Apple juga akan mengalihkan sumber daya ke posisi yang mendukung pengembangan Siri berbasis AI.
Dengan strategi tersebut, Apple ingin mempercepat pengembangan fitur AI di berbagai perangkat, termasuk iPhone, iPad, dan Mac.
Mengapa Apple PHK Ratusan Karyawan?
Apple menyebut restrukturisasi ini bertujuan mengembangkan bisnis dan menghadirkan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna.
Juru bicara Apple juga mengatakan perusahaan akan membuka sejumlah posisi baru setelah melakukan perubahan struktur.
Artinya, Apple tidak sekadar mengurangi jumlah karyawan. Perusahaan juga memindahkan sumber daya dari proyek tertentu menuju teknologi yang kini menjadi prioritas.
Perubahan tersebut terutama mengarah pada AI, Siri generasi baru, dan kacamata pintar.
Harga Tinggi Jadi Tantangan Vision Pro
Vision Pro menghadapi tantangan sejak Apple meluncurkannya pada 2024.
Apple memasarkan headset tersebut dengan harga awal 3.499 dollar AS. Harga yang tinggi membuat Vision Pro sulit menjangkau konsumen dalam jumlah besar.
Minimnya basis pengguna juga memengaruhi perkembangan ekosistem aplikasi dan game.
Kondisi tersebut ikut membuat Apple mengevaluasi kembali investasi pada konten dan game Vision Pro. Kini, perusahaan memilih mengurangi produksi internal dan memberi ruang lebih besar kepada pihak ketiga.
Apple Ubah Arah Bisnis Vision Pro
Pemangkasan lebih dari 200 posisi menunjukkan perubahan prioritas Apple.
Vision Pro dan visionOS masih masuk dalam rencana perusahaan. Namun, Apple kini mengarahkan sebagian sumber dayanya ke produk yang memiliki peluang penggunaan lebih luas.
Kacamata pintar dan AI menjadi dua bidang yang mendapat perhatian lebih besar.
Langkah tersebut juga mengikuti perkembangan industri teknologi. Sejumlah perusahaan pesaing sudah mengembangkan kacamata pintar yang menggabungkan kamera, audio, dan kecerdasan buatan dalam perangkat berukuran lebih kecil.
Apple tampaknya ingin mengambil posisi di pasar tersebut tanpa meninggalkan teknologi yang sudah dikembangkan melalui Vision Pro. ***(Ant)

![Kantor baru Apple Inc di California, Amerika Serikat. [Shutterstock]](https://kabarpajajaran.com/wp-content/uploads/2026/08/apple-225x129.jpg)




