Rencana Penutupan Konsulat AS di Medan Tuai Sorotan, Ini Kata Pemerintah AS

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden AS Donald Trump (Whitehouse.gov)

Presiden AS Donald Trump (Whitehouse.gov)

MEDAN, KABAR PAJAJARAN – Pemerintah Amerika Serikat (AS) berencana menutup Konsulat AS di Medan, Sumatera Utara, sebagai bagian dari kebijakan efisiensi jaringan diplomatik di berbagai negara. Langkah tersebut menjadi bagian dari agenda pemerintahan Presiden Donald Trump untuk memangkas birokrasi dan mengurangi pengeluaran pemerintah.

Kementerian Luar Negeri AS telah mengirimkan pemberitahuan kepada Kongres mengenai rencana penutupan lima kantor perwakilan diplomatik di luar negeri. Reuters mengungkapkan informasi itu dengan mengutip sejumlah sumber yang mengetahui isi pemberitahuan tersebut. Para sumber meminta identitas mereka dirahasiakan karena pemerintah AS belum mengumumkan kebijakan itu kepada publik.

Jika pemerintah AS menjalankan rencana tersebut, Konsulat AS di Medan akan menghentikan operasionalnya. Saat ini Amerika Serikat masih mengoperasikan tiga kantor konsulat di Indonesia, yaitu Medan, Surabaya, dan Bali.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain Medan, pemerintah AS juga memasukkan kantor diplomatik di St. George’s, Grenada, Nagoya, Jepang, Douala, Kamerun, dan Winnipeg, Kanada, ke dalam daftar penutupan.

Pemerintah AS Pangkas Jaringan Diplomatik

Pemerintahan Donald Trump terus mengevaluasi keberadaan kantor-kantor diplomatik Amerika Serikat di berbagai negara. Pemerintah menilai sebagian kantor berukuran kecil tidak lagi memberikan manfaat yang sebanding dengan biaya operasionalnya.

Sejak awal 2025, Gedung Putih telah menyusun berbagai opsi penghematan, termasuk mengurangi jumlah kantor diplomatik di luar negeri. Kantor Manajemen dan Anggaran Gedung Putih bahkan mengusulkan penutupan hingga 30 kantor perwakilan sebagai bagian dari agenda America First.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga menegaskan bahwa kementeriannya perlu menyesuaikan ukuran organisasi dengan kebutuhan saat ini. Menurutnya, langkah tersebut akan membuat penggunaan anggaran menjadi lebih efisien dan tepat sasaran.

Langkah yang Jarang Terjadi

Para pengamat menilai rencana tersebut sebagai langkah yang tidak biasa dalam sejarah diplomasi Amerika Serikat. Selama beberapa dekade, Washington justru memperluas jaringan diplomatiknya untuk memperkuat pengaruh di berbagai kawasan.

Kini pemerintah AS memilih mengurangi jumlah kantor perwakilan tanpa mengaitkannya dengan konflik atau perkembangan geopolitik tertentu. Keputusan itu menunjukkan perubahan strategi diplomatik yang lebih menekankan efisiensi birokrasi.

Kritik Mengarah ke Gedung Putih

Partai Demokrat bersama sejumlah mantan pejabat bidang diplomasi dan keamanan nasional langsung mengkritik kebijakan tersebut. Mereka menilai pengurangan kehadiran diplomatik dapat melemahkan posisi Amerika Serikat di panggung internasional.

Mereka juga mengingatkan bahwa kebijakan itu berpotensi membuka ruang lebih besar bagi China dan Rusia untuk memperluas pengaruhnya di berbagai negara. Kekhawatiran tersebut semakin menguat setelah pemerintah AS mengurangi peran Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) di sejumlah wilayah.

Kementerian Luar Negeri Belum Memberikan Konfirmasi

Hingga kini, Kementerian Luar Negeri AS belum mengonfirmasi secara resmi rencana penutupan lima kantor diplomatik tersebut.

Dalam tanggapannya kepada Reuters, kementerian menyatakan pemerintah terus mengevaluasi jaringan diplomatik agar tetap efisien, efektif, dan mampu mendukung kepentingan luar negeri Amerika Serikat.

Departemen tersebut juga menegaskan akan mengikuti seluruh prosedur pemberitahuan kepada Kongres sebelum mengambil keputusan akhir mengenai perubahan jaringan diplomatik di luar negeri.

Konsulat Medan Masuk Daftar Penutupan

Konsulat AS di Medan menjadi salah satu dari tiga kantor konsulat yang masuk daftar penutupan. Dua kantor lainnya berada di Nagoya, Jepang, dan Winnipeg, Kanada.

Sementara itu, kantor di St. George’s berstatus kedutaan besar, sedangkan kantor di Douala berfungsi sebagai cabang kedutaan.

Di sisi lain, China masih memiliki kehadiran diplomatik di Medan, Nagoya, dan St. George’s. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa pengurangan jaringan diplomatik Amerika Serikat akan memberi peluang lebih besar bagi Beijing untuk memperluas pengaruhnya di sejumlah kawasan.

Pada masa pemerintahan Presiden Joe Biden, Amerika Serikat justru membuka beberapa kantor perwakilan baru di kawasan Pasifik untuk memperkuat pengaruhnya di tengah persaingan dengan China.

Apabila pemerintah AS merealisasikan rencana tersebut, Washington akan mencatat salah satu pengurangan jaringan diplomatik terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Kebijakan itu sekaligus menandai perubahan arah diplomasi Amerika Serikat yang kini lebih berfokus pada efisiensi anggaran dibandingkan perluasan kehadiran global. ***(Ant)

Facebook Comments Box

Sumber Berita: Reuters

Berita Terkait

16 Negara yang Merayakan Kemerdekaan dan Hari Nasional pada Agustus, Indonesia 17 Agustus
Kacamata Gerhana Matahari Langka di Inggris, Warga Rela Antre hingga Berburu di Toko Roti
Harga Minyak Dunia Melemah di Tengah Gejolak Timur Tengah
Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Mall Runtuh dan Pabrik Ambruk, Puluhan Orang Terluka
Jutaan Pelayat Iringi Jenazah Ali Khamenei ke Qom, Iran Lanjutkan Prosesi Pemakaman
Harga Minyak Dunia Menguat Setelah Ketegangan AS-Iran Kembali Memanas
Bareskrim Ungkap Modus Judi Online Hayam Wuruk, Polanya Mirip Sindikat Kamboja dan Myanmar
Hacker Bobol Sistem Peringatan Darurat Brasil, Jutaan Ponsel Mendadak Berbunyi Tengah Malam

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 08:00 WIB

16 Negara yang Merayakan Kemerdekaan dan Hari Nasional pada Agustus, Indonesia 17 Agustus

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Kacamata Gerhana Matahari Langka di Inggris, Warga Rela Antre hingga Berburu di Toko Roti

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Rencana Penutupan Konsulat AS di Medan Tuai Sorotan, Ini Kata Pemerintah AS

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:00 WIB

Harga Minyak Dunia Melemah di Tengah Gejolak Timur Tengah

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:00 WIB

Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Mall Runtuh dan Pabrik Ambruk, Puluhan Orang Terluka

Berita Terbaru

Bandung Raya

Eks Tim Sukses Dedi Mulyadi Jadi Dirut MUJ, Pengamat Beri Tanggapan

Senin, 24 Agu 2026 - 09:33 WIB