Musim Kemarau 2026 Kapan Berakhir? Ini Prediksi BMKG

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Kemarau

Ilustrasi Kemarau

KABAR PAJAJARAN — Musim kemarau 2026 masih berlangsung di sebagian besar wilayah Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi kering akan bertahan hingga pertengahan atau akhir Oktober 2026.

Secara umum, musim kemarau mulai berlangsung sejak April. Sejumlah wilayah kemudian memasuki puncak kemarau pada Juli hingga September, dengan mayoritas daerah mencapai kondisi paling kering pada Agustus.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan karena fenomena El Niño berpotensi memperpanjang periode kering dan meningkatkan intensitas kekeringan di sejumlah wilayah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

El Niño Pengaruhi Musim Kemarau 2026

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengatakan El Niño diperkirakan masih bertahan hingga awal 2027. BMKG memprediksi peluang El Niño mencapai kategori moderat sebesar 98 persen dan kategori kuat sebesar 62 persen.

Meski fenomena tersebut masih berlangsung, dampaknya terhadap Indonesia diperkirakan paling terasa ketika bertepatan dengan periode musim kemarau hingga pertengahan Oktober.

Kondisi itu dapat mengurangi suplai uap air di atmosfer. Akibatnya, sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi mengalami cuaca yang lebih kering dibandingkan kondisi normal.

76,5 Persen Wilayah Indonesia Sudah Masuk Musim Kemarau

Dalam laporan prakiraan cuaca periode 14–20 Agustus 2026, BMKG mencatat sekitar 76,5 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau.

Kondisi atmosfer Indonesia masih mendapat pengaruh El Niño dengan intensitas sangat kuat. Selain itu, kecenderungan Indian Ocean Dipole (IOD) positif turut mengurangi pasokan uap air ke wilayah Indonesia.

Meski demikian, masyarakat tetap perlu mengantisipasi hujan lokal. Dinamika atmosfer regional dan kondisi lokal masih dapat memicu pertumbuhan awan hujan di beberapa daerah.

Pada periode tersebut, BMKG masih memperkirakan peluang hujan di sejumlah wilayah, antara lain Aceh, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, hingga Papua Pegunungan.

Durasi Musim Kemarau Berbeda di Setiap Wilayah

BMKG mencatat durasi musim kemarau 2026 berbeda-beda di setiap wilayah Indonesia. Perbedaan tersebut terjadi karena karakteristik iklim dan kondisi geografis masing-masing daerah.

Berikut perkiraan durasi musim kemarau berdasarkan pemutakhiran data BMKG per Juni 2026:

  • Sumatera: 3–28 dasarian atau sekitar 30–280 hari.
  • Jawa: 11–30 dasarian atau sekitar 110–300 hari.
  • Bali, NTB, dan NTT: 19–29 dasarian atau sekitar 190–290 hari.
  • Kalimantan: 4–18 dasarian atau sekitar 40–180 hari.
  • Sulawesi: 5–28 dasarian atau sekitar 50–280 hari.
  • Maluku Utara, Maluku, dan Papua: 3–23 dasarian atau sekitar 30–230 hari.

Perbedaan durasi tersebut membuat waktu berakhirnya musim kemarau tidak sama di setiap daerah.

Masyarakat Diminta Hemat Air

BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk mengantisipasi dampak musim kemarau yang masih berlangsung.

Masyarakat perlu menggunakan air secara bijak, terutama di daerah yang menghadapi ancaman kekeringan. Pemerintah daerah juga perlu memperkuat langkah mitigasi untuk mengantisipasi berkurangnya ketersediaan air bersih.

Selain kekeringan, kondisi cuaca kering juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

BMKG meminta masyarakat tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar. Imbauan tersebut terutama berlaku di kawasan yang mudah terbakar, seperti lahan gambut, semak belukar, dan hutan.

Masyarakat juga diminta segera melapor kepada pihak berwenang jika menemukan indikasi titik api atau hotspot.

Kapan Musim Kemarau 2026 Berakhir?

Secara umum, musim kemarau 2026 diprediksi berakhir pada pertengahan hingga akhir Oktober. Namun, beberapa wilayah dapat mengalami perubahan waktu berakhirnya musim kemarau karena kondisi atmosfer dan karakteristik iklim setempat.

Dengan pengaruh El Niño yang masih berlangsung, masyarakat perlu tetap bersiap menghadapi cuaca kering hingga memasuki masa peralihan menuju musim hujan. ***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Praperadilan Febrie Adriansyah, Kuasa Hukum Gugat Status Tersangka hingga Penyitaan
Gempa NTT M 7,7 Tewaskan 53 Orang, Pemerintah Percepat Penanganan Korban
Pemerintah Siapkan Pembatasan Pertalite, Ini Kelompok yang Bisa Kehilangan Subsidi
Menkeu Temukan Sejumlah Masalah dalam Penggunaan Anggaran Program MBG
Tarif Listrik 10-16 Agustus 2026 Tetap, Ini Daftar Harga per kWh Semua Golongan
Kasus Keracunan MBG Berulang, BGN Janji Perketat Pengawasan dan Targetkan Nol Insiden
BMKG: El Nino 2026 Berpotensi Naik ke Level Sangat Kuat, Jawa hingga Bali Hadapi Kemarau Panjang
Kemenhaj Ancam Cabut Izin Travel Umrah yang Telantarkan Jemaah

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Musim Kemarau 2026 Kapan Berakhir? Ini Prediksi BMKG

Senin, 17 Agustus 2026 - 09:10 WIB

Gempa NTT M 7,7 Tewaskan 53 Orang, Pemerintah Percepat Penanganan Korban

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Pemerintah Siapkan Pembatasan Pertalite, Ini Kelompok yang Bisa Kehilangan Subsidi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:04 WIB

Menkeu Temukan Sejumlah Masalah dalam Penggunaan Anggaran Program MBG

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Tarif Listrik 10-16 Agustus 2026 Tetap, Ini Daftar Harga per kWh Semua Golongan

Berita Terbaru

Ilustrasi Kemarau

Nasional

Musim Kemarau 2026 Kapan Berakhir? Ini Prediksi BMKG

Rabu, 19 Agu 2026 - 14:00 WIB