Bareskrim Ungkap Modus Judi Online Hayam Wuruk, Polanya Mirip Sindikat Kamboja dan Myanmar

Jumat, 26 Juni 2026 - 17:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Judi Online

Ilustrasi Judi Online

Jakarta, Kabar Pajajaran – Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri mengungkap pola kerja jaringan judi online yang beroperasi di Gedung Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat. Polisi menemukan sistem operasional sindikat itu menyerupai pusat perjudian online di Kamboja, Myanmar, hingga Malaysia.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Wira Satya Triputra mengatakan para pelaku memusatkan seluruh aktivitas dalam satu gedung. Mereka mempekerjakan ratusan warga negara asing dengan pembagian tugas yang jelas.

“Hal ini hampir sama di beberapa negara Asia Tenggara lainnya, seperti di Kamboja, Malaysia, maupun di Myanmar,” kata Wira saat konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Wira, sejumlah negara di Asia Tenggara terus menggencarkan pemberantasan judi online. Kondisi itu mendorong jaringan lintas negara mencari lokasi operasi baru.

Ia menilai Indonesia kini mulai menjadi salah satu tujuan perpindahan operasional sindikat tersebut.

Sindikat Jalankan Operasi Layaknya Perusahaan

Penyidik menemukan para pelaku mengelola bisnis judi online dengan sistem yang terorganisasi. Mereka membentuk sejumlah divisi agar operasional berjalan lancar.

Setiap divisi memiliki tugas berbeda. Tim customer service melayani pemain, programmer mengelola sistem, admin pemasaran mencari anggota baru, sedangkan admin keuangan mengatur arus transaksi. Tim lain bertugas mendukung kebutuhan operasional sehari-hari.

Wira menjelaskan para pelaku juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Mereka memakai rekening nominee untuk menyamarkan identitas pemilik dana.

Selain itu, jaringan tersebut menggunakan aset digital, termasuk USDT dan token kripto lainnya, untuk mempermudah transaksi sekaligus mengaburkan jejak aliran uang.

Para pelaku bahkan menyamarkan aktivitas perjudian dengan kedok perusahaan teknologi dan pemasaran digital agar tidak menimbulkan kecurigaan.

Kelola 145 Situs Judi Online

Bareskrim menemukan sedikitnya 145 situs judi online yang dikelola jaringan tersebut. Para pelaku mengoperasikan situs-situs itu secara bergantian agar tetap aktif ketika pemerintah memblokir domain tertentu.

Penyidik juga melacak lokasi server dan layanan hosting yang berada di luar Indonesia. Jaringan itu memanfaatkan server di Brasil, Filipina, China, dan Vietnam untuk menopang operasionalnya.

Menurut Bareskrim, penggunaan server luar negeri membuat pelaku lebih leluasa menjalankan bisnis sekaligus menyulitkan proses penindakan.

Ratusan WNA Jadi Tersangka

Dalam pengungkapan kasus ini, Bareskrim menangkap 321 warga negara asing. Penyidik kemudian menetapkan 287 orang sebagai tersangka setelah memeriksa peran masing-masing.

Sementara itu, penyidik masih mendalami keterlibatan 34 orang lainnya.

Polisi juga menangkap empat warga negara Indonesia yang diduga membantu aktivitas sindikat tersebut. Keempatnya menyediakan gedung, rekening bank, kartu ATM, layanan penukaran aset kripto, serta membantu pengurusan izin tinggal bagi para warga negara asing.

Bareskrim menilai temuan ini menunjukkan jaringan judi online internasional terus mengubah strategi untuk menghindari penindakan aparat. Setelah menghadapi tekanan di sejumlah negara Asia Tenggara, mereka mencoba menjalankan operasional di Indonesia dengan sistem yang rapi dan terstruktur. ***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Malaysia Desak Aturan Tegas untuk Perusahaan Terkait Kabut Asap dari Indonesia
Singapura Siap Bantu Indonesia Padamkan Karhutla, Kabut Asap Masih Ganggu Kualitas Udara
Strict Account Settings WhatsApp: Cara Aktifkan dan Fitur Keamanannya
Harga Minyak Dunia Naik, Brent Tembus 103,50 Dollar AS per Barrel
WALHI Soroti Dampak Lingkungan Data Center AI di Jatiluhur
Harga Solar Naik, Mengapa Pemilik Mobil Diesel Belum Mau Beralih?
Pesawat Flydubai FZ1073 Mendarat Darurat di Arab Saudi, Pilot Ditikam di Kokpit
Nawala Marching Band Genap 30 Tahun, Perkuat Komitmen Regenerasi dan Prestasi

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Malaysia Desak Aturan Tegas untuk Perusahaan Terkait Kabut Asap dari Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Singapura Siap Bantu Indonesia Padamkan Karhutla, Kabut Asap Masih Ganggu Kualitas Udara

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Strict Account Settings WhatsApp: Cara Aktifkan dan Fitur Keamanannya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Harga Minyak Dunia Naik, Brent Tembus 103,50 Dollar AS per Barrel

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:00 WIB

WALHI Soroti Dampak Lingkungan Data Center AI di Jatiluhur

Berita Terbaru