Dokter Ungkap Alasan Generasi Muda Mudah Stres Saat Mulai Bekerja

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Kerja

Ilustrasi Kerja

Kabar Pajajaran – Masalah kesehatan mental di lingkungan kerja semakin banyak dialami generasi muda. Tekanan pekerjaan yang tinggi, proses adaptasi sebagai karyawan baru, hingga hubungan dengan atasan menjadi faktor yang paling sering memicu stres.

Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi Klinik Pertamina IHC, Muchammad Arief Gunawan, mengatakan pekerja muda menghadapi tantangan yang berbeda dibanding generasi sebelumnya. Menurutnya, perubahan pola kerja dan lingkungan profesional membuat sumber stres semakin beragam.

“Generasi muda kini lebih banyak menghadapi masalah kesehatan mental dibanding generasi sebelumnya. Penyebab stres semakin beragam dan bersifat subjektif, misalnya tekanan pekerjaan, adaptasi pekerja baru atau fresh graduate, serta hubungan dengan atasan,” ujar Arief, dikutip dari ANTARA, Jumat (26/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tekanan Kerja Menjadi Pemicu Utama

Arief menjelaskan dunia kerja saat ini menuntut karyawan bergerak cepat dan mampu memenuhi target dalam waktu singkat. Kondisi tersebut membuat banyak pekerja muda merasa tertekan, terutama ketika harus menangani beberapa pekerjaan sekaligus.

Perusahaan juga memanfaatkan teknologi digital yang memungkinkan komunikasi berlangsung hampir tanpa batas waktu. Akibatnya, sebagian karyawan masih menerima pesan atau tugas di luar jam kerja sehingga waktu untuk beristirahat semakin berkurang.

Jika kondisi itu berlangsung terus-menerus, tingkat stres berpotensi meningkat dan dapat memengaruhi kesehatan mental maupun produktivitas kerja.

Fresh Graduate Menghadapi Masa Adaptasi

Lulusan baru juga menghadapi tantangan tersendiri saat memasuki dunia profesional. Mereka harus mempelajari budaya perusahaan, memahami sistem kerja, membangun hubungan dengan rekan kerja, sekaligus memenuhi harapan pimpinan.

Tidak sedikit pekerja baru yang berusaha menunjukkan kemampuan terbaik sejak hari pertama bekerja. Keinginan tersebut kerap berubah menjadi tekanan ketika mereka merasa belum mampu memenuhi ekspektasi perusahaan.

Karena itu, masa adaptasi menjadi periode yang cukup rentan bagi kesehatan mental pekerja muda.

Hubungan dengan Atasan Ikut Menentukan

Selain beban pekerjaan, kualitas hubungan dengan atasan turut memengaruhi kondisi psikologis karyawan.

Gaya komunikasi yang kurang efektif, minimnya apresiasi, hingga arahan yang tidak jelas dapat memicu rasa cemas dan menambah tekanan kerja. Sebaliknya, komunikasi yang terbuka dan umpan balik yang membangun mampu menciptakan suasana kerja yang lebih sehat.

Menurut Arief, perusahaan perlu mendorong budaya komunikasi yang positif agar setiap karyawan merasa dihargai dan memiliki ruang untuk berkembang.

Perusahaan Perlu Memberikan Dukungan

Arief menilai perusahaan tidak hanya bertanggung jawab terhadap kesehatan fisik pekerja, tetapi juga kesehatan mental mereka.

Perusahaan dapat menyediakan layanan konseling bersama psikolog atau psikiater sebagai bagian dari program kesehatan kerja. Langkah tersebut membantu karyawan memperoleh pendampingan ketika mulai mengalami tekanan psikologis.

Dukungan dari perusahaan juga dapat mencegah stres berkembang menjadi gangguan kesehatan mental yang lebih serius.

Cara Mengurangi Stres Kerja

Arief menyarankan pekerja untuk segera melakukan aktivitas positif ketika mulai merasakan stres. Olahraga secara rutin, meditasi, menjalankan hobi, hingga meluangkan waktu bersama keluarga atau teman dapat membantu menurunkan tingkat tekanan.

Ia juga mengingatkan agar pekerja tidak mencari pelarian melalui kebiasaan yang merugikan kesehatan, seperti merokok berlebihan, mengonsumsi minuman beralkohol secara tidak terkendali, atau menyalahgunakan obat-obatan.

Apabila stres mulai mengganggu produktivitas, hubungan sosial, maupun aktivitas sehari-hari, pekerja sebaiknya segera berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater agar mendapatkan penanganan sejak dini.

Kesadaran Menjaga Kesehatan Mental Semakin Penting

Meningkatnya kasus stres di kalangan pekerja muda menunjukkan bahwa kesehatan mental kini menjadi bagian penting dari dunia kerja modern.

Selain membangun lingkungan kerja yang suportif, perusahaan dan karyawan perlu bekerja sama menciptakan budaya kerja yang sehat agar produktivitas tetap terjaga tanpa mengorbankan kondisi psikologis para pekerja.***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Psikopat Ramai Dikaitkan dengan Kasus Taufik Hidayat, Pakar Minta Publik Tak Asal Memberi Label
Air Putih atau Air Lemon? Simak Pilihan Terbaik untuk Menjaga Hidrasi Tubuh
Kemarau Lebih Kering dan Panjang, Dinkes Jabar Mengingatkan Warga Waspadai Diare hingga ISPA
Cegah Stunting Kognitif, Pakar Soroti Peran Nutrigenomik dan Pangan Lokal dalam Perkembangan Otak Anak
Sering Lemas Meski Sudah Istirahat? Waspadai Gejala Diabetes
Harga Obat Bakal Naik? Ini Penjelasan Lengkap dari Menkes dan Kemenkes
Rutin Minum Kopi Bisa Jaga Kesehatan Ginjal, Ini Temuan Peneliti
Cara Menjaga Ginjal Tetap Sehat, Mulai dari Olahraga hingga Batasi Obat Nyeri

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:00 WIB

Psikopat Ramai Dikaitkan dengan Kasus Taufik Hidayat, Pakar Minta Publik Tak Asal Memberi Label

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:00 WIB

Dokter Ungkap Alasan Generasi Muda Mudah Stres Saat Mulai Bekerja

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:53 WIB

Air Putih atau Air Lemon? Simak Pilihan Terbaik untuk Menjaga Hidrasi Tubuh

Senin, 22 Juni 2026 - 06:00 WIB

Kemarau Lebih Kering dan Panjang, Dinkes Jabar Mengingatkan Warga Waspadai Diare hingga ISPA

Minggu, 21 Juni 2026 - 06:40 WIB

Cegah Stunting Kognitif, Pakar Soroti Peran Nutrigenomik dan Pangan Lokal dalam Perkembangan Otak Anak

Berita Terbaru