Harga Obat Bakal Naik? Ini Penjelasan Lengkap dari Menkes dan Kemenkes

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (Menkes)

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (Menkes)

JAKARTA, KABAR PAJAJARAN – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membuka peluang bagi perusahaan farmasi untuk menyesuaikan harga obat akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Namun, pemerintah membatasi kenaikan harga agar tidak melebihi 20 persen.

Budi menegaskan Kementerian Kesehatan akan mengawasi setiap penyesuaian harga yang dilakukan industri farmasi. Menurutnya, kenaikan dalam rentang 10 hingga 20 persen masih dapat diterima karena sejumlah bahan baku obat masih bergantung pada impor.

“Kalau kenaikannya masih dalam rentang yang wajar, itu masuk akal. Tetapi kalau lebih dari batas yang sudah dihitung, tentu akan kami evaluasi,” ujar Budi di kompleks DPR RI, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemenkes Tetapkan Batas Kenaikan Harga

Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Rizka Andalucia, menjelaskan pemerintah telah memetakan dampak pelemahan rupiah terhadap biaya produksi obat.

Berdasarkan perhitungan tersebut, Kemenkes menilai kenaikan harga obat paling tinggi berada pada kisaran 20 persen. Pemerintah akan meminta klarifikasi dari perusahaan apabila menemukan kenaikan yang melampaui batas tersebut.

Rizka menambahkan setiap perusahaan farmasi memiliki tingkat ketergantungan impor yang berbeda. Karena itu, besaran penyesuaian harga juga tidak akan sama.

“Ada perusahaan yang mungkin hanya menaikkan harga sekitar 5 persen, ada juga yang 10 persen. Namun kami tidak melihat alasan untuk menaikkan harga lebih dari 20 persen,” katanya.

Industri Farmasi Masih Gunakan Komponen Biaya Dalam Negeri

Kementerian Kesehatan menilai tidak seluruh biaya produksi farmasi terdampak langsung oleh penguatan dolar AS. Banyak komponen operasional yang masih menggunakan rupiah, seperti pembayaran gaji karyawan, biaya energi, distribusi, hingga kebutuhan operasional lainnya.

Faktor tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menetapkan batas kenaikan harga agar tetap proporsional dan tidak membebani masyarakat.

Budi juga mengingatkan pelaku industri agar tidak memanfaatkan situasi pelemahan rupiah untuk mengambil keuntungan berlebihan melalui kenaikan harga yang tidak sesuai dengan kondisi riil biaya produksi.

Obat BPJS Kesehatan Dipastikan Tetap Aman

Di tengah potensi kenaikan harga obat di pasaran, Kementerian Kesehatan memastikan ketersediaan obat yang masuk dalam program BPJS Kesehatan tetap aman.

Rizka menegaskan pemerintah terus memantau rantai pasok dan harga obat yang digunakan dalam layanan kesehatan nasional. Dengan pengawasan tersebut, masyarakat peserta BPJS Kesehatan tidak perlu khawatir terhadap akses obat yang dijamin program tersebut.

Pemerintah juga akan terus berkoordinasi dengan industri farmasi untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan pasokan obat tetap tersedia di tengah tekanan nilai tukar rupiah.***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Rutin Minum Kopi Bisa Jaga Kesehatan Ginjal, Ini Temuan Peneliti
Cara Menjaga Ginjal Tetap Sehat, Mulai dari Olahraga hingga Batasi Obat Nyeri
6.700 Anak di Bandung Belum Pernah Divaksin, Farhan Genjot Sosialisasi Imunisasi
Dinkes DKI Isolasi Pasien Suspek Hantavirus, Tiga Kasus Lain Sudah Sembuh
Rutin Minum Air Putih Disebut Bantu Jaga Tekanan Darah Tetap Stabil
Kemenkes Catat 23 Kasus Hantavirus di Indonesia dalam Tiga Tahun Terakhir
WHO Tegaskan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bukan Awal Pandemi Baru
BPJS Kesehatan Tegaskan 21 Layanan dan Penyakit Tidak Ditanggung pada 2026

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:00 WIB

Harga Obat Bakal Naik? Ini Penjelasan Lengkap dari Menkes dan Kemenkes

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:00 WIB

Rutin Minum Kopi Bisa Jaga Kesehatan Ginjal, Ini Temuan Peneliti

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:00 WIB

Cara Menjaga Ginjal Tetap Sehat, Mulai dari Olahraga hingga Batasi Obat Nyeri

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:30 WIB

6.700 Anak di Bandung Belum Pernah Divaksin, Farhan Genjot Sosialisasi Imunisasi

Senin, 11 Mei 2026 - 21:04 WIB

Dinkes DKI Isolasi Pasien Suspek Hantavirus, Tiga Kasus Lain Sudah Sembuh

Berita Terbaru

Harga emas di Pegadaian pada Kamis (4/6/2026) masih bergerak stabil. Seluruh produk logam mulia, mulai dari Galeri 24, Antam hingga UBS, mempertahankan harga yang sama seperti perdagangan sehari sebelumnya. (Pegadaian)

Bisnis

Harga Emas Rontok Hari Ini, Cek Sebelum Terlambat Beli

Jumat, 12 Jun 2026 - 10:00 WIB