WHO Tegaskan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bukan Awal Pandemi Baru

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal pesiar mewah MV Hondius yang berangkat dari Argentina. (Foto: Dokumentasi Antartica Cruises)

Kapal pesiar mewah MV Hondius yang berangkat dari Argentina. (Foto: Dokumentasi Antartica Cruises)

KABAR PAJAJARAN – Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) memastikan wabah hantavirus yang muncul di kapal pesiar MV Hondius tidak mengarah pada pandemi baru. Meski sudah menimbulkan korban jiwa, WHO menilai risiko bagi kesehatan masyarakat global masih rendah.

Epidemiolog penyakit menular WHO, Maria van Kerkhove, menegaskan pola penyebaran hantavirus berbeda jauh dari Covid-19. Ia menjelaskan virus tersebut umumnya menular melalui kontak sangat dekat dan erat, bukan penyebaran luas melalui udara seperti influenza atau Covid-19. Pernyataan itu ia sampaikan dalam pengarahan pers yang dikutip dari BBC.

“Ini bukan Covid, ini bukan influenza. Cara penularannya sangat berbeda,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kronologi Kasus di Kapal Pesiar

Wabah bermula saat kapal milik operator ekspedisi Oceanwide Expeditions berlayar dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April menuju Kepulauan Canary. Hingga kini, WHO telah mengonfirmasi lima kasus hantavirus dari delapan kasus yang dicurigai.

Dari kasus tersebut, tiga orang meninggal dunia, termasuk seorang perempuan Belanda berusia 69 tahun yang dinyatakan positif. Dua korban lain—suaminya dan seorang perempuan asal Jerman—masih menunggu kepastian penyebab kematian.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut dua pasien pertama memiliki riwayat perjalanan birdwatching di Argentina, Chile, dan Uruguay. Mereka mengunjungi habitat tikus pembawa virus, yang diduga menjadi sumber infeksi awal.

WHO juga mencatat perkembangan penting: penularan antarmanusia dalam wabah ini terdeteksi untuk pertama kalinya, meski skalanya masih terbatas.

Pelacakan Penumpang Dipercepat

Otoritas kesehatan di berbagai negara kini mempercepat pelacakan penumpang yang sudah turun dari kapal. Sejumlah penumpang sempat turun di Pulau St Helena pada 24 April.

Di Inggris, dua warga yang kembali dari perjalanan tersebut menjalani isolasi mandiri, sementara satu orang lainnya masih dilacak. Pemerintah Spanyol juga berkoordinasi dengan Inggris terkait rencana repatriasi saat kapal tiba di Tenerife.

Sementara itu, Amerika Serikat memantau tiga penumpang yang kembali ke negara bagian Georgia dan Arizona. Otoritas kesehatan di Singapura juga mengisolasi dua pria yang berada dalam penerbangan yang sama dengan korban meninggal asal Belanda.

WHO menegaskan bahwa meski situasi ini serius, masyarakat tidak perlu panik. Organisasi tersebut terus memantau perkembangan kasus dan memperkuat pelacakan kontak guna mencegah penyebaran lebih luas. ***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kejar Target Angka Harapan Hidup, Jabar Siap Sukseskan Program KITA SEHAT
Jutaan Pelayat Iringi Jenazah Ali Khamenei ke Qom, Iran Lanjutkan Prosesi Pemakaman
Harga Minyak Dunia Menguat Setelah Ketegangan AS-Iran Kembali Memanas
Dr. dr. Tauhid Nur Azhar Jelaskan Tinjauan Neuropsikologi di Balik Kasus Penyekapan dan Penyiksaan
Psikopat Ramai Dikaitkan dengan Kasus Taufik Hidayat, Pakar Minta Publik Tak Asal Memberi Label
Dokter Ungkap Alasan Generasi Muda Mudah Stres Saat Mulai Bekerja
Bareskrim Ungkap Modus Judi Online Hayam Wuruk, Polanya Mirip Sindikat Kamboja dan Myanmar
Air Putih atau Air Lemon? Simak Pilihan Terbaik untuk Menjaga Hidrasi Tubuh

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:45 WIB

Kejar Target Angka Harapan Hidup, Jabar Siap Sukseskan Program KITA SEHAT

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:06 WIB

Jutaan Pelayat Iringi Jenazah Ali Khamenei ke Qom, Iran Lanjutkan Prosesi Pemakaman

Senin, 29 Juni 2026 - 11:00 WIB

Harga Minyak Dunia Menguat Setelah Ketegangan AS-Iran Kembali Memanas

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:44 WIB

Dr. dr. Tauhid Nur Azhar Jelaskan Tinjauan Neuropsikologi di Balik Kasus Penyekapan dan Penyiksaan

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:00 WIB

Psikopat Ramai Dikaitkan dengan Kasus Taufik Hidayat, Pakar Minta Publik Tak Asal Memberi Label

Berita Terbaru