Kejar Target Angka Harapan Hidup, Jabar Siap Sukseskan Program KITA SEHAT

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menghadiri peluncuran Program KITA SEHAT di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Senin (20/7/2026). Program tersebut memperkuat layanan kesehatan primer untuk meningkatkan angka harapan hidup masyarakat. (Foto: Humas Jabar)

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menghadiri peluncuran Program KITA SEHAT di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Senin (20/7/2026). Program tersebut memperkuat layanan kesehatan primer untuk meningkatkan angka harapan hidup masyarakat. (Foto: Humas Jabar)

Jakarta, Kabar Pajajaran – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk meningkatkan angka harapan hidup masyarakat melalui penguatan layanan kesehatan primer yang terintegrasi. Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyampaikan komitmen tersebut  saat menghadiri peluncuran Program KITA SEHAT di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Menurut Erwan, peningkatan derajat kesehatan menjadi fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

“Kami berkomitmen meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat dengan dukungan Program KITA SEHAT,” ujar Erwan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan, penguatan layanan kesehatan primer bukan sekadar meningkatkan mutu pelayanan. Program tersebut juga menjadi bagian dari reformasi tata kelola kesehatan agar lebih efektif, merata, dan berkelanjutan.

Program KITA SEHAT Perkuat Transformasi Layanan Kesehatan

Erwan menilai Program KITA SEHAT sangat relevan dengan tantangan kesehatan di Jawa Barat saat ini.

Salah satu fokus utama program tersebut ialah mempercepat penurunan angka stunting dan meningkatkan status gizi balita.

Selain itu, Program KITA SEHAT diharapkan menjadi katalisator transformasi layanan kesehatan di seluruh 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Menurut Erwan, keberhasilan transformasi layanan kesehatan akan memberikan dampak besar terhadap kualitas hidup masyarakat.

Pemprov Jawa Barat juga telah menjalankan Program Dokter Desa sebagai bentuk keseriusan memperluas akses layanan kesehatan.

Melalui program tersebut, tenaga medis hadir di wilayah terpencil agar masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan berkualitas.

“Keberhasilan transformasi kesehatan di Jabar akan memberikan dampak yang sangat signifikan, tidak hanya bagi warga Jawa Barat, tetapi juga bagi pencapaian target pembangunan kesehatan nasional,” tambah Erwan.

Pemerintah Dorong Layanan Preventif dan Promotif

Pada kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa indikator paling sederhana dari masyarakat yang sehat ialah meningkatnya usia harapan hidup.

Pemerintah menargetkan angka harapan hidup masyarakat Indonesia meningkat dari 74 tahun menjadi 76 tahun dalam lima tahun mendatang.

Menurut Budi, pemerintah kini memprioritaskan upaya menjaga masyarakat tetap sehat sebelum mereka membutuhkan layanan pengobatan.

“Fokus utama pemerintah adalah menjaga masyarakat agar tetap sehat, baru kemudian mengobati masyarakat yang sakit,” tegas Budi.

Karena itu, penguatan layanan kesehatan primer menjadi prioritas dalam transformasi sistem kesehatan nasional.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar rutin menjalani pemeriksaan kesehatan setiap tahun sebagai langkah deteksi dini terhadap berbagai faktor risiko penyakit.

Dengan pemeriksaan berkala, berbagai penyakit kronis dapat diketahui lebih cepat sehingga peluang penanganannya semakin baik.

Kolaborasi Internasional Perkuat Layanan Primer

Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa Program KITA SEHAT mendapat dukungan Pemerintah Australia.

Kolaborasi tersebut bertujuan memperkuat layanan kesehatan primer agar upaya promotif dan preventif menjangkau masyarakat lebih luas.

Menurutnya, masyarakat yang mampu menjaga kesehatannya akan memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit kronis.

Kondisi tersebut juga akan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap layanan rumah sakit.

Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra internasional diharapkan mampu mempercepat pemerataan layanan kesehatan hingga ke pelosok daerah.

Bagi Jawa Barat, pelaksanaan Program KITA SEHAT menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan kesehatan nasional.

Pemprov Jawa Barat berharap penguatan layanan kesehatan primer dapat menciptakan masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan memiliki usia harapan hidup yang semakin tinggi.***(BePe)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kirab Merah Putih di Bogor, Sekda Jabar: Perjuangan Kini Harus Turunkan Kemiskinan
WFH ASN Jawa Barat Berlanjut, Dedi Mulyadi Utamakan Hasil Kerja Dibanding Kehadiran di Kantor
Jawa Barat Catat PHK Tertinggi di Indonesia, Buruh Garmen Cimahi Jadi Korban Terbaru
Dedi Mulyadi Restrukturisasi BUMD Jabar, Perusahaan Tak Produktif Terancam Ditutup
Viral Kopdes Merah Putih di Kaki Gunung Ciremai, Lokasinya Jauh dari Permukiman Warga
Festival Kreasi Budaya Anak Jawa Barat Semarakkan Hari Anak Nasional 2026, Tumbuhkan Generasi Emas Berbudaya
Sinergi dengan Kementerian HAM, Pemda Provinsi Jabar Perkuat Implementasi HAM di Berbagai Sektor
Gubernur KDM Resmikan PSEL Legok Nangka, Jawa Barat Percepat Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Kirab Merah Putih di Bogor, Sekda Jabar: Perjuangan Kini Harus Turunkan Kemiskinan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:01 WIB

WFH ASN Jawa Barat Berlanjut, Dedi Mulyadi Utamakan Hasil Kerja Dibanding Kehadiran di Kantor

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Jawa Barat Catat PHK Tertinggi di Indonesia, Buruh Garmen Cimahi Jadi Korban Terbaru

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Dedi Mulyadi Restrukturisasi BUMD Jabar, Perusahaan Tak Produktif Terancam Ditutup

Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Viral Kopdes Merah Putih di Kaki Gunung Ciremai, Lokasinya Jauh dari Permukiman Warga

Berita Terbaru