Sekda Herman: Relawan Kebencanaan Jangan Hanya Bermodal Keberanian

Selasa, 15 September 2026 - 08:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Jawa Barat Herman Suryatman saat membuka Jambore Relawan Kebencanaan Tahun 2026 di Kabupaten Bandung. (Foto: Humas Jabar)

Sekda Jawa Barat Herman Suryatman saat membuka Jambore Relawan Kebencanaan Tahun 2026 di Kabupaten Bandung. (Foto: Humas Jabar)

Kabupaten Bandung, Kabar Pajajaran – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas relawan kebencanaan. Menurut Herman, keberanian dan semangat membantu belum cukup untuk menghadapi situasi bencana yang penuh risiko.

Relawan membutuhkan pengetahuan, pengalaman, keterampilan, serta kemampuan membaca kondisi sebelum bertindak di lapangan. Herman menyampaikan pesan tersebut saat membuka Jambore Relawan Kebencanaan Tahun 2026 di Kampung Bamboo, Cimenyan. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (12/9/2026) sekaligus memperingati Hari Bambu Dunia.

Herman Ingatkan Relawan Utamakan Pengetahuan dan Pengalaman

Herman mengatakan Jawa Barat membutuhkan banyak relawan dengan jiwa kemanusiaan yang kuat. Namun, semangat kerelawanan harus berjalan bersama kapasitas yang memadai. Terlebih, kondisi bencana dapat berubah cepat dan menghadirkan berbagai risiko bagi korban maupun penolong.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita membutuhkan relawan yang punya pengetahuan dan pengalaman,” ujar Herman.

Ia mengingatkan relawan agar tidak datang ke lokasi bencana hanya bermodalkan keberanian. Menurutnya, tindakan tanpa pengetahuan justru dapat menambah persoalan saat proses penanganan berlangsung.

“Jangan sampai niatnya menolong, tetapi di lapangan justru relawan yang harus ditolong,” katanya.

Karena itu, Herman mendorong relawan memanfaatkan jambore untuk meningkatkan berbagai kemampuan teknis. Materinya mencakup search and rescue, kesehatan, logistik, serta keterampilan pendukung penanganan bencana. Selain itu, pengalaman juga dapat diperoleh melalui pembelajaran dari relawan lain.

Dengan cara tersebut, relawan tidak harus menunggu mengalami kejadian langsung untuk memahami berbagai situasi kebencanaan.

Deteksi Dini dan Konsep VUCA Jadi Bekal Relawan

Herman juga menekankan pentingnya kemampuan melakukan deteksi dini dan lapor dini. Relawan harus peka ketika menemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan bahaya. Selanjutnya, mereka perlu segera melaporkan kondisi tersebut agar penanganan dapat berlangsung lebih cepat.

“Kalau melihat kondisi yang berpotensi menimbulkan bahaya, harus bisa mendeteksi kemudian melapor,” tutur Herman.

Dalam menghadapi situasi yang semakin kompleks, Herman mengenalkan konsep VUCA kepada para relawan. VUCA mencakup volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity. Menurut Herman, setiap kondisi tersebut membutuhkan respons yang berbeda dan terukur.

Volatility atau perubahan cepat harus dijawab dengan vision atau visi yang jelas. Sementara itu, uncertainty atau ketidakpastian membutuhkan understanding melalui pemahaman situasi secara menyeluruh.

Relawan dapat menggunakan prinsip 5W+1H untuk memahami kondisi sebelum menentukan tindakan. Prinsip tersebut mencakup what, where, when, who, why, dan how dalam membaca sebuah peristiwa. Selanjutnya, complexity membutuhkan clarity agar relawan mampu menentukan persoalan dan prioritas tindakan.

Adapun ambiguity membutuhkan agility melalui komunikasi dan koordinasi yang cepat.

Volatility teratasi dengan vision. Uncertainty teratasi dengan understanding,” kata Herman.

Complexity teratasi dengan clarity. Dan ambiguity dijawab dengan agility,” lanjutnya.

Ratusan Peserta dari Jawa Barat Menghadiri Jambore

Herman kemudian mendorong relawan menggunakan data dan pendekatan ilmiah dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Menurutnya, pendekatan tersebut membantu relawan mengambil keputusan secara lebih efektif dan aman.

“Jadilah relawan yang berbasis data dan berbasis ilmiah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Jambore Relawan Kebencanaan 2026 Dede Koswara menjelaskan tujuan pelaksanaan kegiatan tersebut. Jambore berlangsung selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 September 2026.

Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi, peningkatan kapasitas, berbagi pengalaman, dan penguatan sinergi antarelawan.

Sebanyak 453 peserta mengikuti jambore tersebut dari berbagai wilayah Jawa Barat. Peserta berasal dari kalangan pelajar SMA dan SMK serta organisasi dan komunitas kebencanaan. Panitia juga mencatat kehadiran peserta dari Palembang dalam kegiatan tersebut. Sehingga total jumlah peserta dengan pendamping dan unsur pendukung, mencapai sekitar 550 orang.

Selama jambore, peserta mengikuti orientasi, penguatan materi, pelatihan, praktik, dan simulasi lapangan. Rangkaian kegiatan juga mencakup edukasi serta konservasi sebelum memasuki tahap evaluasi dan penutupan. Dede berharap kegiatan tersebut memperkuat jejaring dan kemampuan relawan menghadapi berbagai situasi bencana.

“Kami berharap Jambore ini menjadi awal kerja sama yang lebih luas,” kata Dede.

Ia juga berharap relawan Jawa Barat semakin tangguh, terampil, solid, dan siap membantu masyarakat. Menurut Dede, penanggulangan bencana membutuhkan keterlibatan berbagai pihak secara bersama-sama. Karena itu, semangat kerelawanan perlu berkembang menjadi kemampuan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Jambore tersebut juga mendapat dukungan pemerintah, instansi terkait, komunitas, organisasi relawan, narasumber, dan berbagai mitra. Dede berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata. Sebaliknya, jambore dapat menjadi momentum memperkuat persaudaraan dan kesiapsiagaan relawan Jawa Barat.***(BePe)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Defisit APBD Jabar 2026 Capai Rp3,4 Triliun, Pemprov Tunggu Dana Bagi Hasil
KDM Instruksikan Pemkab Garut Tambah Anggaran Perbaikan Jalan
Wagub Erwan Sampaikan Dua Ranperda Strategis, Perkuat BIJB dan Efisiensi Perangkat Daerah
Karhutla Jabar Makin Meluas, 325,87 Hektare Lahan Terbakar hingga September 2026
Jabar Raih Apresiasi Daerah Peduli Iklim Investasi dari Kompas TV
Ramaikan GIIAS Bandung 2026, Pemprov Jabar Beri Diskon Pajak Kendaraan 10 Persen
Pemprov Jabar Kirim 100 Kafilah ke MTQ Nasional XXXI 2026
Dedi Mulyadi Siapkan Penggabungan OPD Jabar, Ini Daftar Dinas yang Bakal Disatukan

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 08:01 WIB

Sekda Herman: Relawan Kebencanaan Jangan Hanya Bermodal Keberanian

Selasa, 15 September 2026 - 08:00 WIB

Defisit APBD Jabar 2026 Capai Rp3,4 Triliun, Pemprov Tunggu Dana Bagi Hasil

Senin, 14 September 2026 - 06:14 WIB

KDM Instruksikan Pemkab Garut Tambah Anggaran Perbaikan Jalan

Minggu, 13 September 2026 - 19:00 WIB

Wagub Erwan Sampaikan Dua Ranperda Strategis, Perkuat BIJB dan Efisiensi Perangkat Daerah

Minggu, 13 September 2026 - 18:05 WIB

Karhutla Jabar Makin Meluas, 325,87 Hektare Lahan Terbakar hingga September 2026

Berita Terbaru

Teknologi

iOS 27 Resmi Dirilis, Ini Daftar 33 iPhone yang Kebagian Update

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:14 WIB