Karhutla Jabar Makin Meluas, 325,87 Hektare Lahan Terbakar hingga September 2026

Minggu, 13 September 2026 - 18:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas gabungan saat berupaya memadamkan api kebakaran di Gunung Margatapa di Kelurahan Cicurug, Kecamatan/Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (12/9/2026) dini hari(Dok BPBD Majalengka)

Petugas gabungan saat berupaya memadamkan api kebakaran di Gunung Margatapa di Kelurahan Cicurug, Kecamatan/Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (12/9/2026) dini hari(Dok BPBD Majalengka)

BANDUNG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus meluas di sejumlah wilayah Jawa Barat hingga awal September 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat 193 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 325,87 hektare.

Data tersebut BPBD kumpulkan hingga 8 September 2026. Kebakaran tersebar di 121 kecamatan di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jawa Barat Hadi Rahmat Hardjasasmita mengatakan kondisi tersebut menunjukkan karhutla masih menjadi ancaman serius pada musim kemarau.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hingga 8 September 2026 tercatat sebanyak 193 kejadian kebakaran lahan dan hutan di 121 kecamatan, dengan total luas lahan terbakar mencapai 325,87 hektare,” kata Hadi di Bandung, Sabtu (12/9/2026), dikutip dari Antara.

Karhutla Tersebar di Sejumlah Wilayah Jabar

BPBD Jawa Barat mencatat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah. Wilayah yang masuk dalam catatan antara lain Kabupaten Majalengka, Sukabumi, Subang, Sumedang, Bandung, Kuningan, Cirebon, dan Pangandaran.

Kebakaran tidak hanya muncul dalam skala kecil. Sejumlah titik juga membakar area dengan luasan cukup signifikan sehingga membutuhkan penanganan tim gabungan.

Salah satu lokasi yang mendapat perhatian berada di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan.

Kebakaran terjadi di Blok Cileutik, Desa Singkup, Kecamatan Pasawahan. Api mulai membakar kawasan tersebut sejak Senin (7/9/2026).

Petugas memperkirakan kebakaran telah menghanguskan sekitar 40 hektare lahan di kawasan tersebut.

Kekeringan Melanda 205 Kecamatan

Ancaman bencana di Jawa Barat tidak hanya datang dari karhutla. BPBD juga mencatat kekeringan yang melanda 205 kecamatan hingga 8 September 2026.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kebutuhan air masyarakat. Data BPBD mencatat sebanyak 215.424 kepala keluarga terdampak kekeringan.

Pemerintah kemudian memperkuat distribusi air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

BPBD Jawa Barat bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyalurkan 17,69 juta liter air bersih ke daerah terdampak.

Distribusi tersebut menyasar masyarakat di wilayah yang mengalami kekeringan cukup parah.

Tim Gabungan Terus Tangani Karhutla

BNPB memastikan penanganan karhutla masih berjalan di sejumlah lokasi. Tim gabungan melakukan pemadaman sekaligus penyekatan agar api tidak kembali meluas.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan petugas juga melakukan proses pendinginan setelah memadamkan api.

“Kondisi terkini pada Rabu (9/9/2026) menunjukkan tim gabungan masih melakukan pemadaman, penyekatan, dan pendinginan,” ujar Berton.

Menurut dia, petugas tidak lagi melihat titik api pada pukul 20.00 WIB. Meski demikian, tim tetap melakukan penyekatan dan pendinginan untuk mengantisipasi munculnya kembali api.

Kondisi karhutla dan kekeringan di Jawa Barat masih membutuhkan kewaspadaan. Pemerintah daerah bersama BNPB dan unsur terkait terus melakukan penanganan untuk menekan dampak bencana terhadap masyarakat dan lingkungan. ***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dedi Mulyadi Pastikan PLTSa Legok Nangka Senilai Rp7,4 Triliun Berlanjut
TPA Sarimukti Diprediksi Penuh Akhir 2026, Pemprov Jabar Siapkan Strategi Baru
Pemkab Purwakarta Bahas Kebutuhan Air untuk Operasional Data Center AI di Jatiluhur
Pemprov Jabar Libatkan 25.000 Mahasiswa untuk Atasi Sampah Bandung Raya
Dedi Mulyadi Bahas Pengembangan BIJB Kertajati Jadi Kawasan Industri Pertahanan
Ledakan Ruko San Antonio Surabaya, Saksi Lihat Korban Berlari dengan Pakaian Terbakar
Tiga Gempa Guncang Tanggamus dalam 41 Menit, BMKG Minta Warga Tetap Waspada
KDM dan Kemhan Siapkan BIJB Kertajati Jadi Pusat Industri Strategis Pertahanan

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Dedi Mulyadi Pastikan PLTSa Legok Nangka Senilai Rp7,4 Triliun Berlanjut

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:36 WIB

TPA Sarimukti Diprediksi Penuh Akhir 2026, Pemprov Jabar Siapkan Strategi Baru

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Pemkab Purwakarta Bahas Kebutuhan Air untuk Operasional Data Center AI di Jatiluhur

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Dedi Mulyadi Bahas Pengembangan BIJB Kertajati Jadi Kawasan Industri Pertahanan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Ledakan Ruko San Antonio Surabaya, Saksi Lihat Korban Berlari dengan Pakaian Terbakar

Berita Terbaru