BANDUNG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus meluas di sejumlah wilayah Jawa Barat hingga awal September 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat 193 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 325,87 hektare.
Data tersebut BPBD kumpulkan hingga 8 September 2026. Kebakaran tersebar di 121 kecamatan di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jawa Barat Hadi Rahmat Hardjasasmita mengatakan kondisi tersebut menunjukkan karhutla masih menjadi ancaman serius pada musim kemarau.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hingga 8 September 2026 tercatat sebanyak 193 kejadian kebakaran lahan dan hutan di 121 kecamatan, dengan total luas lahan terbakar mencapai 325,87 hektare,” kata Hadi di Bandung, Sabtu (12/9/2026), dikutip dari Antara.
Karhutla Tersebar di Sejumlah Wilayah Jabar
BPBD Jawa Barat mencatat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah. Wilayah yang masuk dalam catatan antara lain Kabupaten Majalengka, Sukabumi, Subang, Sumedang, Bandung, Kuningan, Cirebon, dan Pangandaran.
Kebakaran tidak hanya muncul dalam skala kecil. Sejumlah titik juga membakar area dengan luasan cukup signifikan sehingga membutuhkan penanganan tim gabungan.
Salah satu lokasi yang mendapat perhatian berada di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan.
Kebakaran terjadi di Blok Cileutik, Desa Singkup, Kecamatan Pasawahan. Api mulai membakar kawasan tersebut sejak Senin (7/9/2026).
Petugas memperkirakan kebakaran telah menghanguskan sekitar 40 hektare lahan di kawasan tersebut.
Kekeringan Melanda 205 Kecamatan
Ancaman bencana di Jawa Barat tidak hanya datang dari karhutla. BPBD juga mencatat kekeringan yang melanda 205 kecamatan hingga 8 September 2026.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kebutuhan air masyarakat. Data BPBD mencatat sebanyak 215.424 kepala keluarga terdampak kekeringan.
Pemerintah kemudian memperkuat distribusi air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
BPBD Jawa Barat bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyalurkan 17,69 juta liter air bersih ke daerah terdampak.
Distribusi tersebut menyasar masyarakat di wilayah yang mengalami kekeringan cukup parah.
Tim Gabungan Terus Tangani Karhutla
BNPB memastikan penanganan karhutla masih berjalan di sejumlah lokasi. Tim gabungan melakukan pemadaman sekaligus penyekatan agar api tidak kembali meluas.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan petugas juga melakukan proses pendinginan setelah memadamkan api.
“Kondisi terkini pada Rabu (9/9/2026) menunjukkan tim gabungan masih melakukan pemadaman, penyekatan, dan pendinginan,” ujar Berton.
Menurut dia, petugas tidak lagi melihat titik api pada pukul 20.00 WIB. Meski demikian, tim tetap melakukan penyekatan dan pendinginan untuk mengantisipasi munculnya kembali api.
Kondisi karhutla dan kekeringan di Jawa Barat masih membutuhkan kewaspadaan. Pemerintah daerah bersama BNPB dan unsur terkait terus melakukan penanganan untuk menekan dampak bencana terhadap masyarakat dan lingkungan. ***(Chq)



![Cara operasikan AC mobil. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].](https://kabarpajajaran.com/wp-content/uploads/2026/09/ac-225x129.jpg)

