BMKG Peringatkan Gelombang 4 Meter di Perairan Lampung 15-18 September

Senin, 14 September 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BMKG memprakirakan gelombang 2,5-4 meter di perairan barat Lampung dan Selat Sunda bagian selatan pada 15-18 September 2026.(BMKG)

BMKG memprakirakan gelombang 2,5-4 meter di perairan barat Lampung dan Selat Sunda bagian selatan pada 15-18 September 2026.(BMKG)

LAMPUNG, KABAR PAJAJARAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta pengguna transportasi laut di Lampung meningkatkan kewaspadaan. Gelombang tinggi berpotensi menerjang sejumlah perairan Lampung dalam beberapa hari ke depan.

BMKG memprakirakan gelombang dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter terjadi di perairan barat Lampung dan Selat Sunda bagian selatan Lampung pada 15-18 September 2026.

Prakirawan BMKG Maritim Lampung, Amalia Khoirunnisa, menjelaskan pola angin menjadi salah satu faktor yang memicu peningkatan gelombang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Amalia, angin di wilayah perairan Lampung umumnya bergerak dari arah timur hingga selatan.

“Kecepatan angin tertinggi berpotensi terjadi di perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan Lampung, serta perairan Teluk Lampung bagian selatan,” kata Amalia, Senin (14/9/2026).

Kondisi tersebut dapat meningkatkan tinggi gelombang di sejumlah wilayah perairan Lampung.

Gelombang Capai 4 Meter

Berdasarkan prakiraan BMKG, perairan barat Lampung dan Selat Sunda bagian selatan Lampung berpotensi mengalami gelombang setinggi 2,5-4 meter.

Sementara itu, BMKG memperkirakan gelombang di perairan Teluk Lampung bagian selatan mencapai 1,25-2,5 meter.

Kondisi laut tersebut perlu mendapat perhatian dari masyarakat yang menggunakan transportasi laut. Operator pelayaran dan nelayan juga perlu memperhitungkan kondisi cuaca sebelum melaut.

Amalia mengingatkan gelombang tinggi dapat meningkatkan risiko keselamatan, terutama bagi kapal dengan ukuran dan kemampuan tertentu.

“Pengguna jasa pelayaran perlu meningkatkan kewaspadaan karena gelombang tinggi dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama bagi kapal-kapal dengan ukuran dan kemampuan tertentu,” ujarnya.

BMKG Petakan Batas Risiko Kapal

BMKG juga mencatat setiap jenis kapal memiliki batas risiko yang berbeda ketika menghadapi angin dan gelombang tinggi.

Perahu nelayan mulai menghadapi risiko ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.

Untuk kapal tongkang, risiko mulai meningkat saat kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang sekitar 1,5 meter.

Sementara itu, kapal feri mulai menghadapi risiko ketika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.

Dengan potensi gelombang hingga 4 meter, masyarakat perlu mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum melakukan perjalanan laut.

BMKG Minta Masyarakat Pantau Cuaca

BMKG meminta operator pelayaran, nelayan, dan masyarakat yang menggunakan transportasi laut terus memantau perkembangan cuaca.

Pemantauan tersebut penting untuk membantu masyarakat menentukan waktu dan rute perjalanan yang lebih aman.

“Kondisi cuaca dan gelombang perlu diperhatikan sebelum melakukan perjalanan maupun selama berada di perairan,” kata Amalia.

Ia menegaskan informasi cuaca dan gelombang dapat menjadi pertimbangan penting dalam menjaga keselamatan perjalanan laut.

Masyarakat juga perlu menghindari keputusan berlayar ketika kondisi perairan menunjukkan peningkatan gelombang dan angin yang berpotensi membahayakan. ***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ledakan Ruko San Antonio Surabaya, Saksi Lihat Korban Berlari dengan Pakaian Terbakar
Tiga Gempa Guncang Tanggamus dalam 41 Menit, BMKG Minta Warga Tetap Waspada
Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putranto Dipecat Imipas, 17 ASN Kena Sanksi
Remisi Indra Kenz Dievaluasi Ditjenpas, Pembebasan Bersyarat Bisa Dicabut
TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Hanguskan 500 Meter Persegi
Mata Air di Gunung Sindur Bogor Mendadak Merah, DLH Tunggu Hasil Uji Laboratorium
Jakarta Terancam Kekeringan, Pemprov DKI Kaji Desalinasi Air Laut
Pria Penendang Wanita di Senayan City Jadi Tersangka

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Ledakan Ruko San Antonio Surabaya, Saksi Lihat Korban Berlari dengan Pakaian Terbakar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Tiga Gempa Guncang Tanggamus dalam 41 Menit, BMKG Minta Warga Tetap Waspada

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putranto Dipecat Imipas, 17 ASN Kena Sanksi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Remisi Indra Kenz Dievaluasi Ditjenpas, Pembebasan Bersyarat Bisa Dicabut

Minggu, 27 September 2026 - 08:00 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Hanguskan 500 Meter Persegi

Berita Terbaru