Dedi Mulyadi Siapkan Penggabungan OPD Jabar, Ini Daftar Dinas yang Bakal Disatukan

Sabtu, 12 September 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (tengah) berjalan menuju ruangan setibanya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (11/12/2025). Dedi Mulyadi bersama jajaran pemerintah daerah Jawa Barat melakukan koordinasi dan supervisi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi terkait program penyelamatan aset negara, normalisasi sungai, dan pengawasan tata ruang di wilayah Jawa Barat. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nym.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (tengah) berjalan menuju ruangan setibanya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (11/12/2025). Dedi Mulyadi bersama jajaran pemerintah daerah Jawa Barat melakukan koordinasi dan supervisi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi terkait program penyelamatan aset negara, normalisasi sungai, dan pengawasan tata ruang di wilayah Jawa Barat. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nym.

BANDUNG, KABAR PAJAJARAN — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyiapkan penataan besar terhadap struktur birokrasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Dedi berencana menggabungkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membuat struktur pemerintahan lebih ramping. Langkah tersebut juga bertujuan menekan belanja rutin pemerintah.

Pemprov Jabar ingin mengurangi pengeluaran untuk operasional kantor, perjalanan dinas, hingga pengadaan alat tulis kantor (ATK).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dedi mengatakan efisiensi tersebut dapat membuka ruang anggaran yang lebih besar untuk pembangunan. Pemerintah akan mengarahkan anggaran tersebut terutama untuk pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

“Ya efisiensi. Agar strukturnya sedikit tapi fungsinya banyak,” kata Dedi Mulyadi di Gedung DPRD Jawa Barat, Bandung, Jumat (11/9/2026).

Menurut Dedi, penggabungan sejumlah OPD akan membuat struktur pemerintahan lebih sederhana. Namun, setiap organisasi tetap menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat.

“Nanti kalau disatukan, maka alokasi-alokasi pembiayaan Provinsi Jawa Barat akan lebih besar untuk kepentingan pembangunan, terutama layanan pendidikan, kesehatan dan infrastruktur,” ujarnya.

Daftar OPD Jabar yang Bakal Digabung

Pemprov Jabar kini menyusun pemetaan terhadap sejumlah OPD yang memiliki fungsi beririsan. Pemerintah ingin mengurangi tumpang tindih kewenangan sekaligus mempercepat koordinasi.

Dedi mengungkapkan beberapa rencana penggabungan OPD tersebut.

Berikut daftarnya:

  • Bappeda dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda).
  • Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dengan tambahan unsur Tata Ruang.
  • Dinas Koperasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).
  • DP3AKB dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).
  • Dinas Sumber Daya Air (SDA) dengan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR).
  • Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).

Pemprov Jabar menilai penggabungan tersebut dapat mempercepat koordinasi antarbidang. Pemerintah juga ingin memangkas tahapan birokrasi yang membuat proses kerja berjalan panjang.

Dedi Mulyadi Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan

Dedi menegaskan penggabungan OPD tidak akan mengurangi pelayanan kepada masyarakat.

Sebaliknya, pemerintah ingin menggunakan struktur yang lebih ramping untuk meningkatkan efektivitas kerja. Pemprov Jabar juga akan mengarahkan hasil efisiensi ke berbagai program yang langsung menyentuh masyarakat.

“Strukturnya sedikit tapi fungsinya banyak,” ujar Dedi.

Dedi meminta setiap OPD tetap menjalankan fungsi pelayanan meskipun pemerintah menyatukan sejumlah organisasi.

Struktur yang lebih sederhana juga dapat mempercepat koordinasi. Dengan begitu, masyarakat bisa memperoleh pelayanan tanpa menghadapi alur birokrasi yang terlalu panjang.

Penggabungan OPD Jabar Mulai Tahun Depan

Dedi menyebut Pemprov Jabar akan menjalankan perubahan struktur OPD pada tahun anggaran mendatang.

“Ya, nanti berarti berlakunya anggaran tahun depan,” kata Dedi.

Pemprov Jabar kini menyiapkan proses penataan organisasi sebelum menjalankan kebijakan tersebut. Pemerintah juga akan memastikan perubahan struktur tidak mengganggu pelayanan masyarakat.

Dedi berharap efisiensi birokrasi dapat memberikan ruang fiskal yang lebih besar bagi pembangunan Jawa Barat.

Pemerintah akan memprioritaskan anggaran untuk pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan berbagai kebutuhan masyarakat lainnya.

Melalui penggabungan OPD, Dedi ingin membangun birokrasi Jawa Barat yang lebih sederhana, efisien, dan tetap kuat dalam memberikan pelayanan publik. ***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sekda Herman: Relawan Kebencanaan Jangan Hanya Bermodal Keberanian
Defisit APBD Jabar 2026 Capai Rp3,4 Triliun, Pemprov Tunggu Dana Bagi Hasil
KDM Instruksikan Pemkab Garut Tambah Anggaran Perbaikan Jalan
Wagub Erwan Sampaikan Dua Ranperda Strategis, Perkuat BIJB dan Efisiensi Perangkat Daerah
Karhutla Jabar Makin Meluas, 325,87 Hektare Lahan Terbakar hingga September 2026
Jabar Raih Apresiasi Daerah Peduli Iklim Investasi dari Kompas TV
Ramaikan GIIAS Bandung 2026, Pemprov Jabar Beri Diskon Pajak Kendaraan 10 Persen
Pemprov Jabar Kirim 100 Kafilah ke MTQ Nasional XXXI 2026

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 08:01 WIB

Sekda Herman: Relawan Kebencanaan Jangan Hanya Bermodal Keberanian

Selasa, 15 September 2026 - 08:00 WIB

Defisit APBD Jabar 2026 Capai Rp3,4 Triliun, Pemprov Tunggu Dana Bagi Hasil

Senin, 14 September 2026 - 06:14 WIB

KDM Instruksikan Pemkab Garut Tambah Anggaran Perbaikan Jalan

Minggu, 13 September 2026 - 19:00 WIB

Wagub Erwan Sampaikan Dua Ranperda Strategis, Perkuat BIJB dan Efisiensi Perangkat Daerah

Minggu, 13 September 2026 - 18:05 WIB

Karhutla Jabar Makin Meluas, 325,87 Hektare Lahan Terbakar hingga September 2026

Berita Terbaru

Teknologi

iOS 27 Resmi Dirilis, Ini Daftar 33 iPhone yang Kebagian Update

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:14 WIB