Penelitian Ungkap Berapa Kali Manusia Kentut dalam Sehari

Minggu, 13 September 2026 - 08:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KABAR PAJAJARAN – Berapa kali manusia kentut dalam sehari? Pertanyaan yang terdengar sepele itu ternyata menarik perhatian peneliti di Australia.

Peneliti dari Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO) melakukan penelitian untuk mengetahui pola buang gas manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam penelitian tersebut, sekitar 6.400 peserta mencatat setiap kali mereka kentut menggunakan aplikasi khusus bernama Chart Your Fart.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aplikasi itu membantu peserta mencatat kejadian buang gas secara langsung. Peneliti juga merancang aplikasi tersebut agar tidak menarik perhatian orang di sekitar peserta.

360 Ribu Kentut Tercatat

Dikutip dari NY Post, para peserta penelitian mengumpulkan data sebanyak 360.192 kentut.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa seseorang rata-rata kentut sekitar lima kali dalam sehari.

Namun, peneliti menemukan angka median yang lebih rendah, yakni sekitar 3,8 kali sehari.

Perbedaan antara rata-rata dan median tersebut menunjukkan adanya sebagian kecil peserta yang kentut jauh lebih sering dibandingkan peserta lainnya.

Kondisi itu membuat angka rata-rata menjadi lebih tinggi daripada angka median.

Mayoritas Kentut 2-7 Kali Sehari

Data penelitian juga menunjukkan pola yang relatif sama pada berbagai kelompok peserta.

Jenis kelamin maupun usia tidak menunjukkan perbedaan besar dalam pola tersebut.

Sebanyak 79,3 persen peserta tercatat kentut antara dua hingga tujuh kali dalam sehari.

Artinya, sebagian besar peserta berada dalam rentang tersebut.

Peneliti juga menemukan sejumlah peserta yang mencatat frekuensi buang gas jauh lebih tinggi daripada kelompok lainnya.

Hasil Studi Lebih Rendah dari Penelitian Sebelumnya

Hasil penelitian Australia ini ternyata lebih rendah dibandingkan sejumlah penelitian sebelumnya.

Beberapa sumber menyebut manusia dapat kentut sekitar 14 hingga 23 kali dalam sehari.

Perbedaan angka tersebut kemungkinan muncul karena metode pencatatan yang digunakan.

Dalam penelitian CSIRO, peserta harus mencatat kentut melalui aplikasi saat mereka dalam kondisi terjaga.

Karena itu, kentut yang terjadi ketika peserta tidur tidak masuk dalam data penelitian.

Kentut Merupakan Bagian Normal dari Tubuh

Kentut sebenarnya merupakan bagian normal dari sistem pencernaan manusia.

Tubuh menghasilkan gas ketika sistem pencernaan memproses makanan. Gas tersebut kemudian keluar melalui saluran pencernaan.

Namun, perubahan frekuensi kentut juga dapat memberikan petunjuk mengenai kondisi tubuh.

Frekuensi buang gas yang meningkat bisa berkaitan dengan makanan tertentu yang dikonsumsi seseorang.

Sebagian orang, misalnya, lebih sensitif terhadap makanan yang mengandung laktosa atau jenis makanan tertentu lainnya.

Beberapa kondisi kesehatan juga dapat meningkatkan produksi gas. Diabetes dan hipotiroidisme termasuk kondisi yang dapat berkaitan dengan masalah tersebut.

Gangguan pencernaan seperti irritable bowel syndrome (IBS) serta pertumbuhan bakteri berlebih di usus kecil juga dapat menyebabkan produksi gas meningkat.

Meski begitu, seseorang tidak perlu langsung menganggap sering kentut sebagai tanda penyakit.

Pola makan dan kebiasaan sehari-hari juga dapat memengaruhi jumlah gas dalam saluran pencernaan.

Kebiasaan Ini Bisa Membuat Sering Kentut

Beberapa kebiasaan dapat membuat seseorang menelan lebih banyak udara.

Merokok, mengunyah permen karet, dan mengonsumsi minuman berkarbonasi termasuk kebiasaan yang dapat meningkatkan jumlah udara yang masuk ke sistem pencernaan.

Jenis makanan juga memiliki pengaruh.

Makanan tinggi serat seperti kacang-kacangan, lentil, brokoli, dan kubis Brussel dapat menghasilkan gas ketika bakteri di usus besar memfermentasinya.

Dengan demikian, jumlah kentut setiap orang bisa berbeda.

Penelitian tersebut memberikan gambaran mengenai pola buang gas pada manusia. Namun, peneliti masih membutuhkan lebih banyak data untuk menentukan rentang frekuensi kentut yang benar-benar menjadi dasar normal bagi populasi secara luas.***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kurang Minum Air Bisa Bikin Jantung Berdebar, Ini Penjelasannya
Strict Account Settings WhatsApp: Cara Aktifkan dan Fitur Keamanannya
WALHI Soroti Dampak Lingkungan Data Center AI di Jatiluhur
Harga Solar Naik, Mengapa Pemilik Mobil Diesel Belum Mau Beralih?
Nawala Marching Band Genap 30 Tahun, Perkuat Komitmen Regenerasi dan Prestasi
Harvest Moon Terangi Langit Bandung, BMKG Ungkap Waktu Terbaik Melihat Bulan Purnama
65 Kasus Influenza A Terdeteksi di Bandung, Dinkes Jabar Minta Warga Tak Panik
Kemenimipas Periksa Lapas Cibinong, Temukan Perbedaan dengan Temuan Ombudsman

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Kurang Minum Air Bisa Bikin Jantung Berdebar, Ini Penjelasannya

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Strict Account Settings WhatsApp: Cara Aktifkan dan Fitur Keamanannya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:00 WIB

WALHI Soroti Dampak Lingkungan Data Center AI di Jatiluhur

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Harga Solar Naik, Mengapa Pemilik Mobil Diesel Belum Mau Beralih?

Senin, 28 September 2026 - 19:43 WIB

Nawala Marching Band Genap 30 Tahun, Perkuat Komitmen Regenerasi dan Prestasi

Berita Terbaru