Harga Solar Naik, Mengapa Pemilik Mobil Diesel Belum Mau Beralih?

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KABAR PAJAJARAN – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) diesel membuat biaya operasional mobil bermesin diesel ikut menjadi perhatian. Pemilik kendaraan harus menyiapkan anggaran lebih besar, terutama ketika mereka menggunakan BBM nonsubsidi seperti Pertamina Dex dan Dexlite.

Meski begitu, kenaikan harga solar belum membuat sebagian pengguna meninggalkan mobil diesel. Mereka masih mempertimbangkan tenaga mesin, torsi besar, kenyamanan, serta kemampuan kendaraan untuk menempuh perjalanan jauh.

Sejumlah pemilik bahkan mulai mempertimbangkan mobil listrik sebagai kendaraan tambahan. Namun, mereka belum melihat alasan untuk sepenuhnya meninggalkan mobil diesel yang selama bertahun-tahun memenuhi kebutuhan mobilitas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengguna Fortuner Mulai Melirik Mobil Listrik

Pranowo Tri Adhianto, tenaga pengajar ilmu komunikasi dari Universitas Indonesia, menjadi salah satu pengguna yang mulai mempertimbangkan mobil listrik.

Sehari-hari, Pranowo menggunakan Toyota Fortuner generasi kedua. Ia sudah memakai SUV diesel tersebut selama lebih dari 10 tahun.

Perkembangan mobil listrik yang semakin luas membuat kepercayaannya terhadap teknologi tersebut ikut meningkat. Ia melihat masyarakat mulai menggunakan kendaraan listrik untuk berbagai kebutuhan.

“Karena menurut saya, mobil listrik itu, mungkin karena sudah dipakai banyak orang ya, jadi trust saya terhadap mobil listrik itu juga cukup besar,” ujar Pranowo.

Meski tertarik dengan mobil listrik, Pranowo tidak ingin buru-buru menjual Fortuner dieselnya. Ia justru melihat kedua jenis kendaraan tersebut dapat saling melengkapi.

Menurut dia, satu mobil bisa memenuhi kebutuhan tertentu, sedangkan kendaraan lainnya dapat menangani kebutuhan yang berbeda.

“Menurut saya, metode terbaik itu ya menggabungkan antara mobil diesel dan mobil listrik dalam satu garasi yang sama,” kata Pranowo.

Mobil Diesel Masih Menawarkan Tenaga dan Kenyamanan

Pengalaman lebih dari satu dekade membuat Pranowo memahami karakter Toyota Fortuner diesel miliknya. Ia menilai kendaraan tersebut masih mampu memenuhi kebutuhan keluarga.

Pranowo menyebut kapasitas mesin menjadi salah satu keunggulan utama mobil diesel. Konfigurasi tujuh penumpang pada banyak SUV diesel juga membuat kendaraan tersebut cocok untuk perjalanan keluarga.

“Pertama, mobil diesel itu cc-nya mumpuni. Kedua, mobil diesel itu definisi mobil keluarga, karena pada umumnya 7-seater,” ujarnya.

Ia juga menilai konsumsi BBM masih menjadi pertimbangan yang masuk akal meski harga solar mengalami kenaikan.

Bagi Pranowo, kenyamanan ketika membawa keluarga bepergian ke luar kota menjadi faktor penting. Karena itu, ia masih membuka kemungkinan kembali memilih mobil diesel ketika nanti mengganti kendaraan.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pemilik kendaraan tidak hanya menghitung harga BBM ketika menentukan pilihan mobil. Kebutuhan keluarga, pengalaman penggunaan, kenyamanan, dan karakter mesin ikut memengaruhi keputusan.

Torsi Besar Jadi Daya Tarik Mobil Diesel

Narendra, seorang reviewer otomotif sekaligus pengguna Mitsubishi Pajero Sport lansiran 2014, memiliki pertimbangan serupa.

Ia mengakui penggunaan BBM nonsubsidi seperti Pertamina Dex dan Dexlite membutuhkan biaya lebih besar. Namun, karakter mesin diesel tetap membuatnya menikmati pengalaman berkendara.

Narendra menyukai respons mesin diesel yang menghasilkan tenaga dan torsi sejak putaran rendah. Karakter tersebut membuat kendaraan terasa kuat ketika menghadapi berbagai kondisi jalan.

“Mobil diesel kan powerful gitu ya. Terus, enggak tahu kenapa, mobil diesel tuh rasanya pede mau ke mana-mana,” ujar Narendra.

Ia juga menilai mesin diesel memiliki karakter yang berbeda dibandingkan kendaraan bermesin bensin.

“Mesinnya reliable, dari segi karakter mesinnya kan juga dia tenaga di bawah kan udah ngisi. Jadi, memang suka karakter mesin diesel untuk saat ini,” katanya.

Karakter torsi pada putaran rendah menjadi salah satu alasan pengguna SUV diesel tetap bertahan. Pengemudi bisa merasakan dorongan tenaga ketika membawa penumpang atau barang, termasuk saat menghadapi jalan menanjak.

Harga Solar Mahal Tidak Mengubah Pilihan

Defri Ibrahim, seorang wiraswasta yang menggunakan Mitsubishi Pajero Sport lansiran 2024, juga masih memilih mobil diesel.

Ia mengaku tetap menyukai karakter mesin diesel meski harga solar membuat biaya operasional kendaraan meningkat.

Bagi Defri, keunggulan mesin diesel paling terasa ketika kendaraan menghadapi jalan menanjak. Tenaga dan torsi yang tersedia membuatnya merasa lebih percaya diri ketika membawa SUV berukuran besar.

“Karena memang pada dasarnya suka dengan diesel ya, jadi tetap bertahan. Senangnya, kalau di jalan-jalan tanjakan, karena memang lebih bertenaga,” ujar Defri.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa harga BBM bukan satu-satunya faktor yang menentukan pilihan kendaraan.

Diesel dan Mobil Listrik Bisa Berbagi Peran

Perkembangan mobil listrik memang mulai mengubah pilihan sebagian konsumen. Efisiensi penggunaan energi dan semakin banyaknya pengguna kendaraan listrik ikut membangun kepercayaan terhadap teknologi tersebut.

Namun, sebagian pemilik mobil diesel belum melihat kebutuhan untuk meninggalkan kendaraan mereka sepenuhnya.

Mobil diesel masih menawarkan karakter mesin yang mereka sukai, terutama tenaga, torsi, daya jelajah, dan kenyamanan untuk perjalanan keluarga.

Pada saat yang sama, mobil listrik dapat mengambil peran untuk kebutuhan mobilitas harian tertentu.

Karena itu, sebagian pengguna melihat kombinasi mobil diesel dan mobil listrik sebagai salah satu opsi. Mereka dapat menggunakan mobil listrik untuk kebutuhan tertentu tanpa kehilangan kendaraan diesel yang sudah terbukti memenuhi kebutuhan perjalanan jarak jauh.

Dengan kondisi tersebut, kenaikan harga solar belum otomatis menghapus daya tarik mobil diesel. Bagi sebagian pengguna, karakter mesin dan pengalaman berkendara tetap menjadi pertimbangan utama ketika menentukan kendaraan yang mereka gunakan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Strict Account Settings WhatsApp: Cara Aktifkan dan Fitur Keamanannya
WALHI Soroti Dampak Lingkungan Data Center AI di Jatiluhur
Nawala Marching Band Genap 30 Tahun, Perkuat Komitmen Regenerasi dan Prestasi
Harvest Moon Terangi Langit Bandung, BMKG Ungkap Waktu Terbaik Melihat Bulan Purnama
Kemenimipas Periksa Lapas Cibinong, Temukan Perbedaan dengan Temuan Ombudsman
SKCK Bisa Dicetak Sendiri Mulai 2027, Polri Siapkan Sistem Barcode
Winamp Comeback 2027, Siap Gabungkan MP3 dan Streaming Musik dalam Satu Aplikasi
Kenapa Minum Kopi Malah Bikin Mengantuk? Ini Penjelasan dan Penyebabnya

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Strict Account Settings WhatsApp: Cara Aktifkan dan Fitur Keamanannya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:00 WIB

WALHI Soroti Dampak Lingkungan Data Center AI di Jatiluhur

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Harga Solar Naik, Mengapa Pemilik Mobil Diesel Belum Mau Beralih?

Senin, 28 September 2026 - 19:43 WIB

Nawala Marching Band Genap 30 Tahun, Perkuat Komitmen Regenerasi dan Prestasi

Minggu, 27 September 2026 - 14:00 WIB

Harvest Moon Terangi Langit Bandung, BMKG Ungkap Waktu Terbaik Melihat Bulan Purnama

Berita Terbaru