Jutaan Pelayat Iringi Jenazah Ali Khamenei ke Qom, Iran Lanjutkan Prosesi Pemakaman

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang pelayat membawa potret mendiang Ayatollah Ali Khamenei saat menghadiri pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran itu di Grand Mosalla, Teheran, Sabtu (4/7/2026).(AFP)

Seorang pelayat membawa potret mendiang Ayatollah Ali Khamenei saat menghadiri pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran itu di Grand Mosalla, Teheran, Sabtu (4/7/2026).(AFP)

TEHERAN, KABAR PAJAJARAN – Pemerintah Iran melanjutkan rangkaian pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Prosesi memasuki hari ketiga dari rangkaian upacara selama enam hari. Setelah penghormatan di Teheran, rombongan membawa jenazah Khamenei ke Kota Qom pada Senin (6/7/2026) malam waktu setempat.

Media pemerintah Iran menayangkan rekaman helikopter yang mengangkut jenazah Khamenei saat mendarat di kota suci tersebut. Qom menjadi tujuan berikutnya sebelum rombongan bergerak menuju Irak dan berakhir di Mashhad.

Jutaan Warga Padati Jalanan Teheran

Sejak Senin pagi, jutaan warga memadati jalan-jalan utama Teheran. Mereka mengiringi perjalanan jenazah menuju Lapangan Azadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah Iran mengklaim jumlah pelayat mencapai jutaan orang. Jumlah itu mendekati besarnya massa saat pemakaman Ayatollah Ruhollah Khomeini pada 1989.

Cuaca panas tidak menyurutkan antusiasme masyarakat. Suhu udara bahkan mencapai sekitar 40 derajat Celsius.

Truk yang membawa jenazah bergerak perlahan menyusuri rute sepanjang 20 kilometer. Aparat mengoperasikan kendaraan penyemprot air agar pelayat tetap nyaman selama prosesi berlangsung.

Warga melemparkan kelopak bunga ke arah peti jenazah sebagai bentuk penghormatan terakhir. Sebagian pelayat juga mengibarkan bendera merah dan membawa foto tokoh-tokoh Iran yang gugur dalam berbagai konflik.

Pejabat Tinggi Hadiri Prosesi

Sejumlah pejabat tinggi Iran menghadiri prosesi tersebut. Mereka antara lain Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, Kepala Kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei, Komandan Pasukan Quds Esmail Qaani, dan mantan Presiden Mahmoud Ahmadinejad.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga menyampaikan penghormatan melalui media sosial. Ia menilai kepemimpinan Khamenei memperkuat persatuan rakyat Iran.

Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohammad Bagher Zolghadr menilai kehadiran jutaan warga membawa pesan politik yang kuat.

Menurut Zolghadr, massa yang memenuhi jalanan menunjukkan tekad bangsa Iran menghadapi tekanan dari negara-negara yang dianggap sebagai musuh.

Mojtaba Khamenei Masih Belum Muncul

Di tengah prosesi besar itu, publik masih menyoroti keberadaan Mojtaba Khamenei. Putra sekaligus penerus Ali Khamenei itu belum muncul di hadapan publik sejak ayahnya meninggal.

Pejabat Iran sebelumnya menyatakan Mojtaba mengalami luka akibat serangan udara. Karena itu, ia belum mengikuti seluruh rangkaian pemakaman.

Meski belum tampil di depan umum, Mojtaba tetap menjalankan tugas kenegaraan. Ia kembali menunjuk Gholamhossein Mohseni Ejei sebagai kepala lembaga peradilan.

Iran Perketat Pengamanan

Pemerintah Iran memperketat pengamanan selama prosesi berlangsung. Langkah itu bertujuan mencegah insiden desak-desakan seperti saat pemakaman Ayatollah Ruhollah Khomeini pada 1989.

Kala itu, jutaan pelayat memadati lokasi pemakaman. Desakan massa menewaskan lebih dari 10 orang dan melukai ribuan lainnya.

Kepala Layanan Darurat Iran Jafar Miadfar memastikan seluruh rangkaian upacara hingga kini berjalan aman.

Ia menyatakan petugas belum mencatat adanya korban jiwa selama prosesi berlangsung.

Prosesi Berlanjut ke Irak dan Mashhad

Setelah menyelesaikan prosesi di Qom, pemerintah Iran akan membawa jenazah Ali Khamenei ke Najaf dan Karbala di Irak pada Rabu (8/7/2026).

Rangkaian pemakaman akan berakhir di Mashhad pada Kamis (9/7/2026). Kota tersebut merupakan tempat kelahiran Ali Khamenei sekaligus lokasi pemakaman terakhirnya. ***(Ant)

Facebook Comments Box

Sumber Berita: AFP

Berita Terkait

Harga Minyak Dunia Menguat Setelah Ketegangan AS-Iran Kembali Memanas
Bareskrim Ungkap Modus Judi Online Hayam Wuruk, Polanya Mirip Sindikat Kamboja dan Myanmar
Hacker Bobol Sistem Peringatan Darurat Brasil, Jutaan Ponsel Mendadak Berbunyi Tengah Malam
Trump Ancam Serang Iran Lagi Jika Langgar Kesepakatan Damai
Bukan Karena Terdesak, Purbaya Sebut Lawatan ke China Bagian Strategi Jangka Panjang
B-52 AS Jatuh di California, Data Awal Ungkap Pesawat Menukik 1,5 Kilometer per Menit
AS dan Iran Sepakat Damai, Penandatanganan Digelar di Swiss
Viral TKW Indonesia Dianiaya di Malaysia, Ini Kronologinya

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:06 WIB

Jutaan Pelayat Iringi Jenazah Ali Khamenei ke Qom, Iran Lanjutkan Prosesi Pemakaman

Senin, 29 Juni 2026 - 11:00 WIB

Harga Minyak Dunia Menguat Setelah Ketegangan AS-Iran Kembali Memanas

Jumat, 26 Juni 2026 - 17:21 WIB

Bareskrim Ungkap Modus Judi Online Hayam Wuruk, Polanya Mirip Sindikat Kamboja dan Myanmar

Senin, 22 Juni 2026 - 21:00 WIB

Hacker Bobol Sistem Peringatan Darurat Brasil, Jutaan Ponsel Mendadak Berbunyi Tengah Malam

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:00 WIB

Trump Ancam Serang Iran Lagi Jika Langgar Kesepakatan Damai

Berita Terbaru