Pemkot Bandung Buka 7 Kanal Pendampingan SPMB 2026, Ribuan Warga Sudah Gunakan Layanan

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, KABAR PAJAJARAN – Pemerintah Kota Bandung memperkuat layanan pendampingan selama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Langkah ini bertujuan memastikan masyarakat memperoleh informasi yang cepat, akurat, dan mudah diakses saat menghadapi kendala selama proses pendaftaran.

Dinas Pendidikan Kota Bandung menyiapkan sedikitnya tujuh kanal layanan informasi. Masyarakat dapat memanfaatkan posko terpadu, layanan WhatsApp, media sosial, chatbot, hingga konsultasi di tingkat kewilayahan.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Bandung, hingga Kamis (11/6/2026), sebanyak 17.843 calon peserta didik telah mengikuti proses SPMB 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemkot Perluas Kanal Informasi SPMB

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, mengatakan pemerintah sengaja memperluas akses layanan agar masyarakat lebih mudah mendapatkan informasi selama tahapan SPMB berlangsung.

Menurutnya, keberadaan berbagai kanal layanan dapat mengurangi potensi kesalahpahaman sekaligus membantu warga menyelesaikan persoalan yang muncul saat pendaftaran.

“Kami sengaja memperluas kanal layanan agar masyarakat lebih mudah mengakses informasi dan meminimalisasi miskomunikasi selama proses SPMB berlangsung. Jadi ketika ada kendala, masyarakat memiliki tempat untuk bertanya dan mendapatkan solusi,” ujar Asep, Jumat (12/6/2026).

Ratusan Warga Manfaatkan Layanan Konsultasi

Selama pelaksanaan SPMB, masyarakat cukup aktif memanfaatkan fasilitas konsultasi yang tersedia. Dinas Pendidikan mencatat 518 konsultasi masuk melalui layanan mereka.

Selain itu, Dinas Sosial menerima 124 konsultasi terkait proses penerimaan murid baru. Sementara itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) menangani 895 layanan administrasi kependudukan yang berkaitan dengan kebutuhan pendaftaran siswa.

Pemkot Bandung juga berhasil menyelesaikan sekitar 71 persen pengaduan yang masuk melalui kanal resmi hingga saat ini.

Farhan Minta Layanan Publik Lebih Cepat dan Responsif

Asep menjelaskan penguatan layanan SPMB sejalan dengan arahan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Pemerintah kota ingin menghadirkan layanan publik yang lebih dekat dengan masyarakat serta mampu merespons kebutuhan warga secara cepat.

Ia menegaskan keberhasilan SPMB tidak hanya bergantung pada kelancaran proses seleksi. Pemerintah juga harus memastikan seluruh peserta memperoleh kepastian layanan dan pendampingan ketika menghadapi masalah.

“Yang terpenting masyarakat merasa terlayani dan mendapatkan informasi yang benar. Kami ingin memastikan setiap peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti proses SPMB dengan baik,” katanya.

Warga Akui Posko SPMB Membantu Selesaikan Kendala

Sejumlah warga mengaku merasakan manfaat dari layanan pendampingan yang disediakan Pemkot Bandung.

Marselina, warga Kota Bandung, mengatakan petugas Posko SPMB membantu menyelesaikan masalah data yang muncul saat pendaftaran online keponakannya. Awalnya, sistem menolak proses unggah dokumen karena terdapat ketidaksesuaian data.

Setelah memeriksa data ke Disdukcapil dan berkoordinasi dengan petugas posko, mereka menemukan sumber masalah berasal dari kesalahan input data pada tahap awal pendaftaran. Petugas kemudian membantu memperbaiki data tersebut hingga proses pendaftaran berjalan lancar.

Sistem Daring Dinilai Semakin Praktis

Warga lainnya, Cucu Darmawan, menilai sistem SPMB saat ini semakin memudahkan masyarakat. Menurutnya, proses pendaftaran yang berlangsung secara daring membuat warga tidak perlu datang langsung ke sekolah.

Ia berharap pemerintah terus menyempurnakan sistem yang ada, terutama dalam memberikan informasi dan petunjuk teknis kepada masyarakat.

Menurut Cucu, kemudahan akses dan fleksibilitas waktu menjadi keunggulan utama SPMB berbasis online. Namun, masyarakat tetap membutuhkan penjelasan yang jelas agar proses pendaftaran berjalan tanpa hambatan.***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemprov Jabar Libatkan 25.000 Mahasiswa untuk Atasi Sampah Bandung Raya
Nawala Marching Band Genap 30 Tahun, Perkuat Komitmen Regenerasi dan Prestasi
Harvest Moon Terangi Langit Bandung, BMKG Ungkap Waktu Terbaik Melihat Bulan Purnama
Dua Pelajar SMA Ditangkap Tim Prabu Bandung Usai Acungkan Samurai ke Polisi
Dedi Mulyadi Berduka atas Wafatnya Guruh Soekarnoputra, Sebut Karyanya Akan Abadi
Erwin Ungkap Perannya di Pemkot Bandung: Kini Lebih Banyak Turun ke Masyarakat
Kasus ILI dan ISPA di Kabupaten Bandung Melonjak, Dinkes Minta Warga Tak Panik
Wagub Erwan Setiawan Sampaikan Pesan di HJKB ke-216, Tekankan Kolaborasi Bandung-Jabar

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 19:43 WIB

Nawala Marching Band Genap 30 Tahun, Perkuat Komitmen Regenerasi dan Prestasi

Minggu, 27 September 2026 - 14:00 WIB

Harvest Moon Terangi Langit Bandung, BMKG Ungkap Waktu Terbaik Melihat Bulan Purnama

Minggu, 27 September 2026 - 13:06 WIB

Dua Pelajar SMA Ditangkap Tim Prabu Bandung Usai Acungkan Samurai ke Polisi

Minggu, 27 September 2026 - 10:00 WIB

Dedi Mulyadi Berduka atas Wafatnya Guruh Soekarnoputra, Sebut Karyanya Akan Abadi

Jumat, 25 September 2026 - 16:00 WIB

Erwin Ungkap Perannya di Pemkot Bandung: Kini Lebih Banyak Turun ke Masyarakat

Berita Terbaru