KDM Prioritaskan Pembangunan Tajug di Lingkungan, Dorong Masjid Jadi Pusat Spiritualitas Warga

Kamis, 11 Juni 2026 - 22:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan sambutan dalam Peringatan Hari Besar Islam Muharram 1448 Hijriah di Masjid Raya Al-Jabbar, Kota Bandung. Dalam kesempatan tersebut, KDM menegaskan komitmen Pemprov Jabar untuk memprioritaskan pembangunan tajug atau masjid kecil di lingkungan masyarakat guna memperkuat kehidupan spiritual warga. (Foto: masjidrayaaljabbar.com)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan sambutan dalam Peringatan Hari Besar Islam Muharram 1448 Hijriah di Masjid Raya Al-Jabbar, Kota Bandung. Dalam kesempatan tersebut, KDM menegaskan komitmen Pemprov Jabar untuk memprioritaskan pembangunan tajug atau masjid kecil di lingkungan masyarakat guna memperkuat kehidupan spiritual warga. (Foto: masjidrayaaljabbar.com)

Kota Bandung, Kabar Pajajaran – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berkomitmen memprioritaskan pembangunan tajug atau masjid berukuran kecil di lingkungan masyarakat sebagai upaya memperkuat kehidupan spiritual warga.

Hal tersebut disampaikan Dedi Mulyadi saat menghadiri acara Peringatan Hari Besar Islam Muharram 1448 Hijriah bertema “Menguatkan Cinta Islam dan Islam Cinta” di Ruang Utama Masjid Raya Al-Jabbar, Kota Bandung, Selasa (9/6/2026).

Menurut Dedi yang akrab disapa KDM, Jawa Barat saat ini telah memiliki banyak masjid besar dan megah. Karena itu, perhatian pemerintah ke depan akan diarahkan pada pembangunan sarana ibadah yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami ingin membangun masjid-masjid kecil di lingkungan masyarakat yang membutuhkannya dalam setiap waktu. Kalau masjid-masjid yang megah sudah banyak di Jawa Barat,” ujar KDM.

Baca juga: KDM Dorong Petani Tanam Kedelai dan Kacang untuk Jaga Kesuburan Tanah

Ia menjelaskan, pengembangan tajug akan dilakukan secara bertahap dan melibatkan berbagai pihak. Keberadaan tajug yang sudah hidup dan aktif di tengah masyarakat juga akan diperkuat tanpa harus membentuk struktur baru pengelola masjid.

Menurutnya, masjid yang ideal bukan hanya bangunan yang megah, melainkan masjid yang dipenuhi aktivitas ibadah dan pendidikan keagamaan.

“Kami ingin membangun masjid yang ada jamaahnya, tempat anak-anak mengaji, tempat ibadah rakyat di situ,” katanya.

Dalam kesempatan itu, KDM juga menyoroti perubahan fungsi sebagian masjid yang dinilainya mulai bergeser dari pusat pembinaan spiritual menjadi sekadar destinasi kunjungan atau rekreasi.

Ia mengingatkan bahwa esensi masjid adalah sebagai tempat manusia membangun hubungan dengan Sang Pencipta melalui ibadah, perenungan, dan penguatan nilai-nilai keagamaan.

Baca juga: Dedi Mulyadi Soroti Aplikasi SPMB Jabar, Sebut Tak Terintegrasi dengan Diskominfo

“Kalau masjid menjadi sarana rekreasi, bukan sarana spiritualitas, maka masjid hanya akan menjadi tempat swafoto, bukan tempat tafakur,” ujarnya.

KDM menegaskan bahwa kedekatan seseorang dengan Tuhan tidak ditentukan oleh kemegahan bangunan, melainkan oleh keheningan jiwa dan kesungguhan dalam beribadah.

Menurutnya, proses tafakur dan perenungan dapat dilakukan di berbagai tempat selama mampu menghadirkan kesadaran spiritual dalam diri.

“Tempat tidak memiliki makna yang paling utama. Yang terpenting adalah keheningan jiwa untuk mampu menghadirkan Tuhan dalam relung kehidupan,” tuturnya.

Melalui program pembangunan tajug di berbagai lingkungan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap dapat memperkuat budaya mengaji, mempererat hubungan sosial masyarakat, serta membangun kehidupan religius yang lebih dekat dengan keseharian warga.***(BePe)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

450 Ribu Warga Jabar Terdampak Kekeringan, 8,7 Juta Liter Air Bersih Didistribusikan
Ketua PKK Jabar Tekankan Peran UMKM dalam Meningkatkan Ekonomi Keluarga
Kirab Merah Putih di Bogor, Sekda Jabar: Perjuangan Kini Harus Turunkan Kemiskinan
WFH ASN Jawa Barat Berlanjut, Dedi Mulyadi Utamakan Hasil Kerja Dibanding Kehadiran di Kantor
Jawa Barat Catat PHK Tertinggi di Indonesia, Buruh Garmen Cimahi Jadi Korban Terbaru
Dedi Mulyadi Restrukturisasi BUMD Jabar, Perusahaan Tak Produktif Terancam Ditutup
Viral Kopdes Merah Putih di Kaki Gunung Ciremai, Lokasinya Jauh dari Permukiman Warga
Festival Kreasi Budaya Anak Jawa Barat Semarakkan Hari Anak Nasional 2026, Tumbuhkan Generasi Emas Berbudaya

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:00 WIB

450 Ribu Warga Jabar Terdampak Kekeringan, 8,7 Juta Liter Air Bersih Didistribusikan

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Ketua PKK Jabar Tekankan Peran UMKM dalam Meningkatkan Ekonomi Keluarga

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Kirab Merah Putih di Bogor, Sekda Jabar: Perjuangan Kini Harus Turunkan Kemiskinan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:01 WIB

WFH ASN Jawa Barat Berlanjut, Dedi Mulyadi Utamakan Hasil Kerja Dibanding Kehadiran di Kantor

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Jawa Barat Catat PHK Tertinggi di Indonesia, Buruh Garmen Cimahi Jadi Korban Terbaru

Berita Terbaru