KDM Dorong Petani Tanam Kedelai dan Kacang untuk Jaga Kesuburan Tanah

Kamis, 11 Juni 2026 - 22:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama sejumlah pemangku kepentingan menghadiri kegiatan penanaman kedelai di lahan seluas 210 hektare di Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Rabu (10/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung program swasembada kedelai nasional sekaligus mendorong petani menerapkan pola tanam yang menjaga kesuburan tanah. (Foto: Humas Jabar)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama sejumlah pemangku kepentingan menghadiri kegiatan penanaman kedelai di lahan seluas 210 hektare di Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Rabu (10/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung program swasembada kedelai nasional sekaligus mendorong petani menerapkan pola tanam yang menjaga kesuburan tanah. (Foto: Humas Jabar)

Kabupaten Indramayu, Kabar Pajajaran – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong petani untuk mulai menerapkan pola tanam yang lebih berkelanjutan dengan menanam kedelai dan kacang-kacangan secara bergantian guna menjaga kesuburan tanah pertanian.

Hal tersebut disampaikan Dedi Mulyadi saat menghadiri kegiatan penanaman kedelai di lahan seluas 210 hektare dalam program dukungan swasembada kedelai 2026 di lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT PG Rajawali II, Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Rabu (10/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Dedi yang akrab disapa KDM berharap penanaman kedelai dapat menghasilkan panen yang optimal sekaligus menjadi langkah nyata mendukung kemandirian pangan nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga: Dedi Mulyadi Soroti Aplikasi SPMB Jabar, Sebut Tak Terintegrasi dengan Diskominfo

“Mudah-mudahan kedelainya bisa mekar, airnya bisa terpancar, kemudian hasilnya nanti memuaskan semua pihak dan produktivitas kedelainya meningkat,” ujar KDM.

Menurutnya, petani perlu meninggalkan sejumlah kebiasaan yang dapat menurunkan produktivitas lahan, termasuk memanen tanaman saat belum matang sempurna dan melakukan penanaman tanpa jeda sepanjang tahun.

KDM menyoroti intensitas penanaman padi yang semakin tinggi akibat ketersediaan air yang melimpah dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut, menurutnya, berdampak pada penurunan kualitas tanah.

“Penanaman padi saat ini tidak pernah berhenti. Dalam setahun bisa tiga sampai empat kali tanam. Akibatnya tingkat kesuburan tanah menurun dan kondisi pH tanah menjadi rendah,” katanya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, KDM mengusulkan penerapan sistem tumpang sari maupun rotasi tanaman dengan kedelai dan kacang-kacangan sebagai bagian dari upaya pemulihan unsur hara tanah.

“Kepada Dinas Pertanian, setahun sekali menanam kedelai dan kacang harus dilakukan untuk menjaga kesuburan tanah. Tanpa itu, kondisi tanah akan semakin berat,” tegasnya.

Baca juga: WIITEX 2026 Siap Digelar, Jabar Bidik Pasar Global untuk Teh, Kopi, dan Kakao

Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Sujono Djojohadikusumo, mengatakan Indonesia saat ini masih mengimpor kedelai dari sejumlah negara seperti Brasil, Argentina, dan Amerika Serikat.

Menurut Hashim, keberhasilan program swasembada kedelai akan mengurangi ketergantungan terhadap impor sekaligus membantu menekan harga bahan pangan berbasis kedelai seperti tahu dan tempe.

Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto menargetkan luas tanam kedelai nasional mencapai satu juta hektare dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Untuk mendukung target tersebut, pemerintah akan menyalurkan benih unggul kepada petani di berbagai daerah.

Di lokasi yang sama, Penasehat Koperasi Bareng Bareng Sugih (BBS), Mulyadi, menyatakan program penanaman kedelai merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Ia berharap Kabupaten Indramayu dapat semakin memperkuat perannya sebagai salah satu lumbung pangan nasional.***(BePe)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi Tuai Kritik, Yusril dan Pigai Soroti Bahaya Main Hakim Sendiri
Aturan Baru KDM: Subsidi Sekolah di Jawa Barat Kini Syaratkan Pengelolaan Sampah
Gandeng KPK, Pemprov Jabar Bentengi Pejabat dan Keluarga dari Praktik Korupsi
10 Kabupaten/Kota Jabar-Jateng Siap Deklarasikan Dukungan Penuh untuk Bandara Kertajati
Dedi Mulyadi Evaluasi Angkot Tua dan Siapkan Bandara Husein Beroperasi Kembali Mulai Agustus
Era Baru Transportasi Bandung Raya Dimulai, BRT Modern Siap Beroperasi pada 2027
Pertama di Indonesia, Dedi Mulyadi Letakkan Batu Pertama Pabrik Alat Berat Elektrik di Karawang
Dedi Mulyadi Buka Sayembara Tangkap Begal, Warga Berpeluang Dapat Hadiah hingga Rp50 Juta

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 12:00 WIB

Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi Tuai Kritik, Yusril dan Pigai Soroti Bahaya Main Hakim Sendiri

Senin, 27 Juli 2026 - 10:52 WIB

Aturan Baru KDM: Subsidi Sekolah di Jawa Barat Kini Syaratkan Pengelolaan Sampah

Senin, 27 Juli 2026 - 10:37 WIB

Gandeng KPK, Pemprov Jabar Bentengi Pejabat dan Keluarga dari Praktik Korupsi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:00 WIB

10 Kabupaten/Kota Jabar-Jateng Siap Deklarasikan Dukungan Penuh untuk Bandara Kertajati

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:30 WIB

Dedi Mulyadi Evaluasi Angkot Tua dan Siapkan Bandara Husein Beroperasi Kembali Mulai Agustus

Berita Terbaru