Pertamax dan Pertamax Green Alami Penyesuaian Harga, Ini Alasannya

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Pom Bensin

Ilustrasi Pom Bensin

KABAR PAJAJARAN – Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, menjelaskan alasan kenaikan harga Pertamax. Ia menegaskan bahwa pemerintah menetapkan Pertamax sebagai BBM nonsubsidi yang mengikuti mekanisme pasar.

Dony juga menepis anggapan bahwa Pertamina tidak mampu menahan harga di tengah lonjakan minyak dunia.

“Produk nonsubsidi mengikuti harga pasar sesuai aturan yang berlaku,” kata Dony di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertamax dan Pertamax Green Alami Penyesuaian Harga

Pemerintah menaikkan harga Pertamax (RON 92) dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Penyesuaian ini langsung berdampak pada biaya energi pengguna kendaraan di berbagai daerah.

Harga Minyak Dunia Dorong Kenaikan

Dony menjelaskan bahwa harga minyak dunia memengaruhi penetapan harga BBM nonsubsidi di dalam negeri. Ia menyebut mekanisme tersebut berjalan otomatis sesuai aturan bisnis komersial yang berlaku.

Ia juga menegaskan bahwa harga Pertamax saat ini masih berada di bawah nilai keekonomian yang seharusnya.

“Penyesuaian ini mengikuti harga minyak dunia. Bahkan saat ini harga masih lebih rendah dari nilai idealnya,” ujarnya.

Pemerintah Tekankan Keseimbangan Harga

Dony mengatakan pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara harga pasar global dan daya beli masyarakat. Ia menilai kebijakan harga BBM nonsubsidi tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi nasional.

Menurutnya, pemerintah tidak menetapkan harga secara sepihak, tetapi mengikuti dinamika pasar agar tetap transparan dan konsisten.

Imbauan untuk Pahami Skema BBM Nonsubsidi

Pemerintah mengajak masyarakat memahami perbedaan BBM subsidi dan nonsubsidi. Untuk produk nonsubsidi, harga mengikuti pergerakan pasar internasional, terutama harga minyak mentah dunia.

Dengan penjelasan ini, pemerintah berharap publik tidak salah memahami faktor utama kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green di pasaran. ***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Reshuffle Besar dan Pelantikan 26 Wantimpres Warnai Awal Oktober Pemerintahan Prabowo
Fenomena ASN Resign Makin Ramai, BKN Ungkap Hanya 384 Orang yang Benar-Benar Keluar
Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putranto Dipecat Imipas, 17 ASN Kena Sanksi
Demo 6-8 Oktober di DPR/MPR, Polisi Imbau Pengendara Antisipasi Kepadatan
Prabowo Reshuffle Kabinet, Pengamat: Peralihan dari Era Jokowi Dituntaskan
Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg 1 Oktober 2026, Cek Daftar Lengkap per Provinsi
Jasad di Pulau Enggano Identik dengan ABK Kapal yang Hilang, Jarak dari Pulau Sebesi Capai 345 Km
1.500 Pulau Indonesia Terancam Tenggelam pada 2050, Pemerintah Soroti Kenaikan Air Laut

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:55 WIB

Reshuffle Besar dan Pelantikan 26 Wantimpres Warnai Awal Oktober Pemerintahan Prabowo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Fenomena ASN Resign Makin Ramai, BKN Ungkap Hanya 384 Orang yang Benar-Benar Keluar

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putranto Dipecat Imipas, 17 ASN Kena Sanksi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Demo 6-8 Oktober di DPR/MPR, Polisi Imbau Pengendara Antisipasi Kepadatan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Prabowo Reshuffle Kabinet, Pengamat: Peralihan dari Era Jokowi Dituntaskan

Berita Terbaru