AS dan Iran Sepakat Damai, Penandatanganan Digelar di Swiss

Senin, 15 Juni 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Selat Hormuz

Ilustrasi Selat Hormuz

KABAR PAJAJARAN – Utusan khusus yang dikutip oleh CNN dan AFP menyampaikan bahwa Amerika Serikat dan Iran sepakat melanjutkan proses perdamaian. Kedua pihak menargetkan penandatanganan kesepakatan resmi di Swiss pada 19 Juni.

Swiss dipilih karena posisinya sebagai negara netral yang selama ini sering menjadi lokasi diplomasi internasional.

Upacara Resmi Dijadwalkan di Swiss

Juru bicara yang dikutip dalam laporan tersebut menyebut bahwa kedua negara telah menyetujui agenda penandatanganan. Pemerintah Amerika Serikat dan Iran akan mengirimkan perwakilan tingkat tinggi dalam upacara tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Upacara penandatanganan resmi akan berlangsung pada hari Jumat, 19 Juni di Swiss,” kata Sharif dalam pernyataannya.

Ketegangan Mulai Mereda di Kawasan Timur Tengah

Kesepakatan ini menandai upaya serius Washington dan Teheran untuk menurunkan eskalasi konflik yang selama ini memanas di beberapa kawasan.

Iran sebelumnya terlibat ketegangan berkepanjangan dengan Amerika Serikat terkait sejumlah isu keamanan regional. Situasi tersebut juga berdampak pada stabilitas di kawasan Timur Tengah, termasuk wilayah Lebanon yang kerap terdampak dinamika geopolitik.

Selat Hormuz Jadi Sorotan Utama

Jika kesepakatan ini berjalan sesuai rencana, kedua negara berpeluang membuka kembali jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.

Selat tersebut menjadi salah satu jalur paling strategis di dunia karena menjadi rute utama distribusi minyak global. Stabilitas di kawasan ini dinilai penting bagi ekonomi internasional.

Harapan Baru untuk Stabilitas Global

Kesepakatan damai ini juga memunculkan harapan baru bagi stabilitas hubungan internasional. Banyak pihak menilai langkah tersebut dapat mengurangi risiko konflik lanjutan dan memperbaiki arus perdagangan energi global.

Sementara itu, pengamat internasional menilai proses implementasi kesepakatan akan menjadi tahap krusial yang menentukan keberlanjutan perdamaian antara kedua negara.***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Apple PHK Lebih dari 200 Karyawan, Tim Vision Pro dan Siri Kena Imbas
Kabut Asap Karhutla Indonesia Pengaruhi Kualitas Udara Malaysia, 29 Wilayah Masuk Kategori Tidak Sehat
16 Negara yang Merayakan Kemerdekaan dan Hari Nasional pada Agustus, Indonesia 17 Agustus
Kacamata Gerhana Matahari Langka di Inggris, Warga Rela Antre hingga Berburu di Toko Roti
Rencana Penutupan Konsulat AS di Medan Tuai Sorotan, Ini Kata Pemerintah AS
Harga Minyak Dunia Melemah di Tengah Gejolak Timur Tengah
Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Mall Runtuh dan Pabrik Ambruk, Puluhan Orang Terluka
Jutaan Pelayat Iringi Jenazah Ali Khamenei ke Qom, Iran Lanjutkan Prosesi Pemakaman

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 07:17 WIB

Kabut Asap Karhutla Indonesia Pengaruhi Kualitas Udara Malaysia, 29 Wilayah Masuk Kategori Tidak Sehat

Senin, 17 Agustus 2026 - 08:00 WIB

16 Negara yang Merayakan Kemerdekaan dan Hari Nasional pada Agustus, Indonesia 17 Agustus

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Kacamata Gerhana Matahari Langka di Inggris, Warga Rela Antre hingga Berburu di Toko Roti

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Rencana Penutupan Konsulat AS di Medan Tuai Sorotan, Ini Kata Pemerintah AS

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:00 WIB

Harga Minyak Dunia Melemah di Tengah Gejolak Timur Tengah

Berita Terbaru