Harga Minyak Dunia Turun Usai Iran Kirim Proposal Damai ke Mediator Pakistan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Harga Minyak Turun

Ilustrasi Harga Minyak Turun

KABAR PAJAJARAN – Harga minyak mentah global melemah pada Jumat (1/5/2026) waktu setempat setelah Iran mengirim proposal perdamaian terbaru kepada para mediator di Pakistan. Langkah ini memicu optimisme pasar bahwa konflik antara Iran dan Amerika Serikat masih berpeluang mereda.

Kontrak minyak mentah berjangka AS tercatat turun lebih dari 3 persen ke level 101,57 dollar AS per barel pada pukul 14.10 waktu setempat. Sementara itu, minyak mentah acuan internasional Brent ikut melemah sekitar 2 persen ke posisi 107,98 dollar AS per barel.

Pejabat Pakistan mengonfirmasi bahwa mediator telah menerima proposal terbaru dari Teheran dan meneruskannya ke Washington. Harapan kesepakatan damai pun kembali muncul di tengah ketegangan geopolitik yang sempat mendorong harga energi melonjak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, Presiden AS Donald Trump langsung menyatakan ketidakpuasannya terhadap tawaran tersebut. Ia menilai Iran mengajukan kesepakatan karena melemahnya kekuatan militernya.

Dalam pernyataan yang dikutip dari CNBC, Trump menegaskan bahwa proposal Iran belum memenuhi ekspektasi pemerintahannya.

Tenggat Resolusi Perang Jadi Sorotan

Trump kini menghadapi tenggat 60 hari berdasarkan Resolusi Kekuatan Perang terkait pengerahan militer AS dalam konflik dengan Iran. Undang-undang tahun 1973 mewajibkan presiden menarik pasukan dalam waktu 60 hari setelah memberi notifikasi kepada Kongres, kecuali parlemen menyetujui kelanjutan operasi militer.

Pemerintahan Trump berpendapat gencatan senjata yang tercapai tiga minggu lalu telah mengakhiri permusuhan kedua pihak. Dengan argumen itu, Gedung Putih mencoba menghindari kewajiban meminta persetujuan Kongres.

Seorang pejabat pemerintah menyebut tidak adanya tembakan langsung sejak gencatan senjata pada 7 April sebagai bukti bahwa konflik telah berakhir untuk kepentingan hukum.

Pandangan tersebut pertama kali disampaikan Menteri Pertahanan Pete Hegseth dalam sidang Komite Angkatan Bersenjata DPR. Ia menilai gencatan senjata efektif menghentikan perang.

Latar Belakang Konflik

AS bersama Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari 2026. Trump kemudian memberi tahu Kongres pada 2 Maret, yang memicu hitungan mundur 60 hari hingga 1 Mei.

Sejumlah anggota parlemen menilai Trump masih bisa meminta perpanjangan 30 hari, tetapi hingga kini langkah tersebut belum diambil.

Ketegangan tetap tinggi meski gencatan senjata berlaku. Trump kembali mengancam mempertahankan blokade terhadap Iran sampai Teheran menyetujui kesepakatan nuklir baru. Iran menolak membuka kembali Selat Hormuz sebelum AS mencabut blokade pelabuhan mereka.

Seorang pejabat senior Garda Revolusi Iran bahkan memperingatkan kemungkinan serangan panjang terhadap posisi AS jika Washington melanjutkan operasi militer.

Situasi geopolitik yang belum stabil membuat pasar energi tetap waspada. Meski harga minyak turun, pelaku pasar masih mencermati perkembangan negosiasi karena setiap eskalasi baru berpotensi kembali mendorong lonjakan harga minyak dunia. ***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Minyak Dunia Naik, Brent Tembus 103,50 Dollar AS per Barrel
Pesawat Flydubai FZ1073 Mendarat Darurat di Arab Saudi, Pilot Ditikam di Kokpit
China Siapkan Strategi Baru Kuasai AI, Gandeng BRICS Bangun Ekosistem Open Source
Konflik Houthi-Arab Saudi Memanas, Pemerintah Diminta Siapkan Skenario Evakuasi Jemaah Umrah
AirAsia Dibeli Rp4.300, Kini Hadapi Tekanan Keuangan, Rute Domestik Jadi Sorotan
Drone Houthi Mengarah ke Mekkah, Sistem Pertahanan Udara Saudi Berhasil Mencegat
Harga Solar AS Tembus US$200 per Barrel, IEA Ungkap Krisis Pasokan Global
Harga Minyak Mentah Naik ke Level Tertinggi Enam Pekan, Konflik AS-Iran Memanas

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Pesawat Flydubai FZ1073 Mendarat Darurat di Arab Saudi, Pilot Ditikam di Kokpit

Senin, 21 September 2026 - 07:00 WIB

China Siapkan Strategi Baru Kuasai AI, Gandeng BRICS Bangun Ekosistem Open Source

Jumat, 18 September 2026 - 15:00 WIB

Konflik Houthi-Arab Saudi Memanas, Pemerintah Diminta Siapkan Skenario Evakuasi Jemaah Umrah

Jumat, 18 September 2026 - 12:00 WIB

AirAsia Dibeli Rp4.300, Kini Hadapi Tekanan Keuangan, Rute Domestik Jadi Sorotan

Rabu, 16 September 2026 - 13:00 WIB

Drone Houthi Mengarah ke Mekkah, Sistem Pertahanan Udara Saudi Berhasil Mencegat

Berita Terbaru

Ilustrasi BIJB Kertajati

Jawa Barat

BIJB Kertajati Siapkan Penguatan Modal Dasar hingga Rp8 Triliun

Jumat, 2 Okt 2026 - 15:00 WIB