B-52 AS Jatuh di California, Data Awal Ungkap Pesawat Menukik 1,5 Kilometer per Menit

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawat pengebom strategis bertenaga jet jarak jauh subsonik B-52 Stratofortress/Net

Pesawat pengebom strategis bertenaga jet jarak jauh subsonik B-52 Stratofortress/Net

CALIFORNIA – Sebuah pesawat pengebom B-52 Stratofortress milik Angkatan Udara Amerika Serikat jatuh di California pada Senin (15/6) waktu setempat. Kecelakaan tersebut menewaskan sedikitnya delapan orang yang berada di dalam pesawat.

Data pelacakan penerbangan menunjukkan pesawat mengalami manuver tidak biasa sebelum menghantam tanah. Pesawat yang menjalankan misi rutin dari Pangkalan Angkatan Udara Edwards itu berbelok tajam ke kanan dan hampir menyelesaikan putaran 180 derajat sebelum kehilangan kendali.

AirNav Systems menganalisis data penerbangan dan menemukan bahwa pesawat menukik dengan kecepatan penurunan sekitar 5.056 kaki atau 1.541 meter per menit. Angka itu hampir sepuluh kali lebih cepat dibandingkan laju penurunan normal saat pesawat hendak mendarat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pesawat Jatuh Sesaat Setelah Lepas Landas

B-52 buatan Boeing tersebut menjalankan penerbangan rutin dalam program pemeliharaan armada pengebom strategis Amerika Serikat. Program itu bertujuan memperpanjang usia operasional pesawat yang telah bertugas selama puluhan tahun.

Pesawat lepas landas dari Pangkalan Angkatan Udara Edwards sebelum akhirnya jatuh di area pangkalan yang berada di Gurun Mojave, sekitar 161 kilometer di timur laut Los Angeles.

Data penerbangan memperlihatkan pesawat bergerak ke arah timur laut setelah tinggal landas. Beberapa saat kemudian, pesawat melakukan belokan tajam sebelum menghantam area dekat landasan pacu lain di dalam kompleks pangkalan.

Otoritas militer Amerika Serikat masih mencari penyebab pasti kecelakaan tersebut. Tim penyelidik kini mengumpulkan data penerbangan, rekaman komunikasi, dan bukti dari lokasi kejadian.

Pakar Soroti Kemungkinan Gangguan Kendali

Pakar keselamatan penerbangan Jeff Guzzetti menilai pola kecelakaan itu mengarah pada kemungkinan gangguan sistem pengendalian pesawat.

Menurut Guzzetti, pesawat jatuh tidak lama setelah lepas landas tanpa sempat mencapai ketinggian maupun jarak tempuh yang signifikan. Kondisi tersebut membuat dugaan kerusakan sistem kendali menjadi salah satu fokus utama investigasi.

Ia menyebut beberapa kemungkinan penyebab kecelakaan. Salah satunya berupa kesalahan konfigurasi sistem setelah proses perawatan. Selain itu, kerusakan mesin yang serius atau gangguan pada perangkat uji juga dapat memicu insiden tersebut.

Meski demikian, Guzzetti menegaskan bahwa tim investigasi masih memerlukan banyak data sebelum menetapkan penyebab utama kecelakaan.

Investigasi Bisa Berlangsung Hingga Enam Bulan

Pejabat Pangkalan Angkatan Udara Edwards memperkirakan proses investigasi berlangsung hingga enam bulan. Tim investigasi perlu meneliti puing-puing pesawat, memeriksa data teknis, dan merekonstruksi kronologi penerbangan.

Juru bicara Sayap Uji Terbang 412, Mike Paoli, mengatakan pihak pangkalan masih menghentikan aktivitas penerbangan di lapangan udara tersebut setelah kebakaran yang muncul pascakecelakaan.

Rekaman udara memperlihatkan tingkat kerusakan yang sangat parah. Benturan keras menghancurkan sebagian besar badan pesawat sehingga menyisakan sedikit komponen yang masih utuh.

Melalui investigasi tersebut, militer Amerika Serikat berharap dapat mengungkap penyebab kecelakaan secara menyeluruh sekaligus memperkuat aspek keselamatan operasional armada B-52 pada masa mendatang. ***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Minyak Mentah Naik ke Level Tertinggi Enam Pekan, Konflik AS-Iran Memanas
Harga Minyak Dunia Naik 2,7 Persen, Brent Tembus 90 Dollar AS
Banjir Bandang Nepal-Tibet: 2.980 Orang Masih Hilang, 682 Jenazah Ditemukan
Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 160 Orang, Ratusan Turis Masih Hilang
Banjir Bandang Nepal Tewaskan 157 Orang, Ratusan Masih Hilang
Apple PHK Lebih dari 200 Karyawan, Tim Vision Pro dan Siri Kena Imbas
Kabut Asap Karhutla Indonesia Pengaruhi Kualitas Udara Malaysia, 29 Wilayah Masuk Kategori Tidak Sehat
16 Negara yang Merayakan Kemerdekaan dan Hari Nasional pada Agustus, Indonesia 17 Agustus

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 08:12 WIB

Harga Minyak Mentah Naik ke Level Tertinggi Enam Pekan, Konflik AS-Iran Memanas

Selasa, 1 September 2026 - 11:00 WIB

Harga Minyak Dunia Naik 2,7 Persen, Brent Tembus 90 Dollar AS

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Banjir Bandang Nepal-Tibet: 2.980 Orang Masih Hilang, 682 Jenazah Ditemukan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 160 Orang, Ratusan Turis Masih Hilang

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:18 WIB

Banjir Bandang Nepal Tewaskan 157 Orang, Ratusan Masih Hilang

Berita Terbaru

Teknologi

iOS 27 Resmi Dirilis, Ini Daftar 33 iPhone yang Kebagian Update

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:14 WIB