Presiden Prabowo Resmikan Jalan Daerah 1.151 Kilometer, Jawa Barat Kebagian 14,25 Kilometer

Jumat, 26 Juni 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama jajaran pemerintah daerah mengikuti siaran langsung peresmian pembangunan jalan daerah oleh Presiden Prabowo Subianto di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, Selasa (23/6/2026). (Foto: Humas Jabar)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama jajaran pemerintah daerah mengikuti siaran langsung peresmian pembangunan jalan daerah oleh Presiden Prabowo Subianto di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, Selasa (23/6/2026). (Foto: Humas Jabar)

Kabupaten Subang, Kabar Pajajaran – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengikuti peresmian pembangunan jalan daerah oleh Presiden Prabowo Subianto melalui siaran langsung dari Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, Selasa, 23 Juni 2026.

Peresmian berlangsung secara simbolis di Sampang, Madura. Program tersebut mencakup pembangunan dan peningkatan jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer di berbagai wilayah Indonesia.

Pemerintah pusat mendanai pembangunan jalan itu melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD). Program tersebut bertujuan mempercepat peningkatan konektivitas sekaligus memperkuat kemantapan jalan provinsi maupun kabupaten dan kota.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah melanjutkan program itu melalui Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025. Kebijakan tersebut berfokus mendukung swasembada pangan, distribusi energi, dan pengembangan kawasan produktif.

Sejumlah kepala daerah di Jawa Barat turut mengikuti kegiatan bersama Gubernur Dedi Mulyadi melalui siaran langsung tersebut.

Jawa Barat Dapat Lima Paket Pekerjaan Jalan

Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat Agung Wahyudi menjelaskan bahwa Jawa Barat memperoleh lima kegiatan melalui program IJD.

Total panjang jalan yang masuk dalam rekapitulasi IJD Tahun 2025 mencapai 14,25 kilometer.

Proyek pertama berupa perbaikan Jalan Parung Panjang–Bunar di Kabupaten Bogor sepanjang dua kilometer.

Nilai pekerjaan tersebut mencapai Rp14,79 miliar. Hingga 22 Juni 2026, DBMPR telah menyelesaikan proyek itu.

Selanjutnya, pemerintah mengerjakan perbaikan Jalan Palumbonsari–Johar–Tegalloa (Loji) Segmen 1 di Kabupaten Karawang sepanjang tiga kilometer.

“Saat ini, perbaikan jalan masih dalam proses pelaksanaan yang ditarget selesai 18 Oktober 2026,” kata Agung Wahyudi.

Karawang, Sukabumi, dan Cianjur Masuk Program IJD

Selain Segmen 1, Jalan Palumbonsari–Johar–Tegalloa juga memiliki Segmen 2 sepanjang 2,15 kilometer.

Pemerintah telah menyelesaikan pekerjaan pada segmen tersebut pada 21 Mei 2026.

Program IJD mengalokasikan anggaran sebesar Rp34,7 miliar untuk Segmen 1.

Sementara itu, Segmen 2 memperoleh anggaran sebesar Rp12,36 miliar.

Program berikutnya berupa preservasi Jalan Simpang Surade–Ujunggenteng di Kabupaten Sukabumi.

Panjang ruas tersebut mencapai 4,10 kilometer dengan nilai anggaran Rp24,53 miliar.

Selain itu, pemerintah juga melaksanakan preservasi Jalan Cikadu–Simpang Pancuh Tilu di Kabupaten Cianjur.

Panjang ruas tersebut mencapai tiga kilometer dengan anggaran sebesar Rp15,95 miliar.

Program IJD Perkuat Konektivitas Daerah

Program Instruksi Presiden Jalan Daerah menjadi salah satu langkah pemerintah memperkuat infrastruktur nasional.

Peningkatan kualitas jalan diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang.

Selain itu, konektivitas yang semakin baik dapat mendukung aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

Pemerintah juga menargetkan jalan daerah mampu menunjang distribusi hasil pertanian serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Di Jawa Barat, lima paket pekerjaan tersebut diharapkan meningkatkan akses transportasi masyarakat sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi wilayah.

Dengan dukungan pemerintah pusat, pembangunan infrastruktur jalan terus menjadi salah satu prioritas untuk memperkuat konektivitas antardaerah.***(Nalika)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BIJB Kertajati Siapkan Penguatan Modal Dasar hingga Rp8 Triliun
Pemprov Jabar Raih Terbaik I Penghargaan Pembangunan Daerah 2026
WALHI Soroti Dampak Lingkungan Data Center AI di Jatiluhur
Remisi Indra Kenz Dievaluasi Ditjenpas, Pembebasan Bersyarat Bisa Dicabut
Pekerja Informal Jabar Bisa Daftar Asuransi Aing, Ini Lima Manfaat yang Didapat
KDM Setop Sementara Pembangunan Pusat Data AI Jatiluhur, AMDAL dan PBG Belum Terbit
Jawa Barat Jadi Percontohan Program Pengurangan Sampah Pangan
Herman Suryatman Dorong Rebana Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru Jawa Barat

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:00 WIB

BIJB Kertajati Siapkan Penguatan Modal Dasar hingga Rp8 Triliun

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:45 WIB

Pemprov Jabar Raih Terbaik I Penghargaan Pembangunan Daerah 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:00 WIB

WALHI Soroti Dampak Lingkungan Data Center AI di Jatiluhur

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Remisi Indra Kenz Dievaluasi Ditjenpas, Pembebasan Bersyarat Bisa Dicabut

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Pekerja Informal Jabar Bisa Daftar Asuransi Aing, Ini Lima Manfaat yang Didapat

Berita Terbaru

Ilustrasi BIJB Kertajati

Jawa Barat

BIJB Kertajati Siapkan Penguatan Modal Dasar hingga Rp8 Triliun

Jumat, 2 Okt 2026 - 15:00 WIB