Suhu Panas Indonesia Tembus 38,5 Derajat, BMKG Ungkap 3 Wilayah Terpanas

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Kemarau

Ilustrasi Kemarau

KABAR PAJAJARAN – Cuaca panas dan kering masih mendominasi sejumlah wilayah Indonesia pada pertengahan Oktober 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu udara maksimum di Jawa Barat mencapai 38,5 derajat Celsius pada 17 Oktober 2026, tertinggi dalam pemantauan tersebut.

Catatan itu melampaui suhu maksimum di Jawa Timur yang mencapai 38 derajat Celsius sehari sebelumnya, yakni pada 16 Oktober 2026.

Selain Jawa Barat dan Jawa Timur, BMKG juga mencatat suhu maksimum 38 derajat Celsius di Lampung dan Jawa Tengah pada 17 Oktober 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi tersebut menunjukkan tingginya pemanasan udara di sejumlah daerah ketika tutupan awan relatif minim.

BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas di Indonesia

BMKG menjelaskan bahwa minimnya tutupan awan membuat sinar matahari lebih leluasa mencapai permukaan bumi. Akibatnya, permukaan daratan menyerap lebih banyak energi matahari dan meningkatkan suhu udara pada siang hari.

Dinamika iklim global turut memengaruhi kondisi atmosfer tersebut. Dalam keterangannya, BMKG menyoroti fenomena El Niño dengan intensitas sangat kuat serta Indian Ocean Dipole (IOD) positif sebagai faktor yang memengaruhi pasokan uap air dan pembentukan awan hujan.

Kombinasi kondisi tersebut dapat mengurangi peluang pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah sehingga cuaca panas dan kering bertahan lebih lama.

Meski demikian, kondisi cuaca setiap daerah tetap bergantung pada dinamika atmosfer regional dan lokal.

Titik Panas Meningkat, Risiko Karhutla Perlu Diwaspadai

Cuaca kering juga meningkatkan kerentanan sejumlah wilayah terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Vegetasi yang mengering lebih mudah terbakar, terutama ketika masyarakat menemukan sumber api di area terbuka atau lahan dengan banyak material kering.

BMKG mencatat peningkatan titik panas di Jawa Timur dari 10 menjadi 36 titik. Kenaikan tersebut menjadi salah satu indikator yang perlu mendapat perhatian dalam pemantauan risiko kebakaran lahan.

Masyarakat perlu menghindari pembakaran sampah dan pembukaan lahan dengan api selama kondisi kering. Warga juga perlu segera melaporkan kemunculan asap atau kebakaran kepada petugas setempat agar penanganan dapat berlangsung lebih cepat.

BMKG Sebut Hujan Lokal Masih Berpeluang Turun

Walaupun cuaca kering masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia, masyarakat tidak perlu menganggap seluruh daerah akan mengalami kondisi yang sama. BMKG menyatakan bahwa hujan lokal masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah.

Beberapa faktor atmosfer masih mendukung pertumbuhan awan hujan. Faktor tersebut meliputi gelombang atmosfer Rossby Ekuatorial dan Kelvin, area konvergensi atau perlambatan angin, serta suhu muka laut yang hangat.

Interaksi berbagai faktor itu dapat meningkatkan pembentukan awan dan memicu hujan di wilayah tertentu, meskipun daerah sekitarnya masih mengalami cuaca panas.

Karena itu, masyarakat perlu memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG sesuai lokasi masing-masing. Warga juga sebaiknya menjaga kecukupan cairan tubuh, membatasi aktivitas berat saat matahari terik, serta mewaspadai potensi kebakaran di lingkungan yang kering.

Perubahan kondisi atmosfer dapat berlangsung dari waktu ke waktu. Informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini menjadi acuan penting bagi masyarakat dalam mengantisipasi dampak cuaca panas maupun hujan lokal. ***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Erwan Setiawan Ajak Generasi Muda Jabar Jaga Budaya Sunda di Era Teknologi
Sekda Herman Dorong Pemuda Sunda Perkuat Pendidikan dan Ekonomi Jawa Barat
KDM Pastikan Pembangunan Jabar 2026 Tetap Berjalan Tanpa Pinjaman
Mahasiswa ITB Meninggal Saat ITB Ultra Marathon 2026, Ini Kronologinya
Gempa Bogor dan Sukabumi Picu Kerusakan 33 Bangunan, BMKG Minta Warga Tetap Tenang
Pemprov Jabar Perkuat Perlindungan Pekerja, 13.044 Orang Terdampak PHK
Program Poe Ibu Jabar Bantu Renovasi 39 Rumah Warga di Ciamis
Siswi SMAN 1 Batujajar Almira Fitri Defina Terpilih Jadi Duta Muda BPJS Kesehatan 2026

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Suhu Panas Indonesia Tembus 38,5 Derajat, BMKG Ungkap 3 Wilayah Terpanas

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Erwan Setiawan Ajak Generasi Muda Jabar Jaga Budaya Sunda di Era Teknologi

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:44 WIB

KDM Pastikan Pembangunan Jabar 2026 Tetap Berjalan Tanpa Pinjaman

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Mahasiswa ITB Meninggal Saat ITB Ultra Marathon 2026, Ini Kronologinya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Gempa Bogor dan Sukabumi Picu Kerusakan 33 Bangunan, BMKG Minta Warga Tetap Tenang

Berita Terbaru