Indonesia Pimpin Pasar Penerbangan Domestik Asia Tenggara, Kapasitas Capai 8,74 Juta Kursi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terminal 3 Soekarno Hatta. (Foto : Istimewa)

Terminal 3 Soekarno Hatta. (Foto : Istimewa)

JAKARTA, KABAR PAJAJARAN – Indonesia kembali menempati posisi sebagai pasar penerbangan domestik terbesar di Asia Tenggara pada Juli 2026. Data terbaru dari Official Airline Guide (OAG) menunjukkan kapasitas penerbangan domestik Indonesia mencapai sekitar 8,74 juta kursi, jauh melampaui negara-negara lain di kawasan.

Laporan OAG menyebut Indonesia mempertahankan dominasinya dengan kenaikan tipis sekitar 0,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penambahan tersebut setara dengan sekitar 11.400 kursi.

Capaian itu membuat Indonesia unggul sekitar 3,81 juta kursi dibandingkan Vietnam yang berada di posisi kedua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Vietnam Tempel Indonesia, Filipina Lengkapi Tiga Besar

Vietnam menempati urutan kedua dengan kapasitas 4,93 juta kursi. Negara tersebut juga mencatat pertumbuhan paling tinggi di Asia Tenggara setelah menambah sekitar 370 ribu kursi dibandingkan Juli 2025 atau naik 8,1 persen.

Sementara itu, Filipina berada di posisi ketiga dengan kapasitas 3,38 juta kursi. Thailand mengikuti di peringkat keempat dengan 3,30 juta kursi, sedangkan Malaysia berada di posisi kelima dengan 2,34 juta kursi.

Adapun Myanmar, Laos, dan Kamboja melengkapi daftar pasar penerbangan domestik di kawasan Asia Tenggara.

Indonesia Tetap Terbesar Meski Pertumbuhan Melambat

Walau pertumbuhan kapasitas Indonesia relatif kecil, pasar domestik nasional tetap menjadi yang terbesar di kawasan. Besarnya jumlah penduduk, tingginya mobilitas antarpulau, serta kebutuhan konektivitas nasional terus menjaga tingginya permintaan penerbangan domestik.

Sebaliknya, Vietnam menunjukkan akselerasi paling cepat sepanjang setahun terakhir. Pertumbuhan tersebut memperlihatkan meningkatnya aktivitas perjalanan domestik di negara tersebut.

Malaysia Alami Penurunan Kapasitas Terbesar

Di sisi lain, Malaysia mencatat penurunan kapasitas terbesar berdasarkan jumlah kursi.

Kapasitas penerbangan domestik Malaysia turun sekitar 508.700 kursi, dari 2,85 juta kursi pada Juli 2025 menjadi 2,34 juta kursi pada Juli 2026. Secara persentase, penurunan itu mencapai 17,9 persen.

Myanmar mengalami penurunan yang lebih tajam dari sisi persentase. Kapasitas penerbangan domestik negara tersebut menyusut 34,8 persen, dari 184.442 kursi menjadi 120.344 kursi.

Kapasitas Penerbangan Asia Tenggara Ikut Menurun

Secara regional, kapasitas penerbangan di Asia Tenggara mencapai sekitar 50,4 juta kursi pada Juli 2026. Meski angkanya masih besar, total kapasitas tersebut turun 1,2 persen dibandingkan Juli tahun sebelumnya.

Penurunan juga terjadi pada penerbangan domestik yang menyusut 1,3 persen. Segmen ini berkontribusi sekitar 45 persen terhadap total kapasitas penerbangan di Asia Tenggara.

Sementara itu, kapasitas penerbangan internasional turun 1 persen dan menyumbang sekitar 55 persen dari keseluruhan pasar penerbangan kawasan.

Daftar Pasar Penerbangan Domestik Terbesar di Asia Tenggara Juli 2026

  1. Indonesia – 8,74 juta kursi
  2. Vietnam – 4,93 juta kursi
  3. Filipina – 3,38 juta kursi
  4. Thailand – 3,30 juta kursi
  5. Malaysia – 2,34 juta kursi
  6. Myanmar
  7. Laos
  8. Kamboja

Data tersebut disusun berdasarkan kapasitas kursi penerbangan domestik terjadwal yang berangkat sepanjang Juli 2026 dan dibandingkan dengan periode yang sama pada Juli 2025. ***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Tarif Listrik 10-16 Agustus 2026 Tetap, Ini Daftar Harga per kWh Semua Golongan
Kebakaran Bromo Tutup Seluruh Akses Wisata, 6 Trip Jip Dibatalkan
Biodiesel B50 Tak Merusak Mesin, ESDM Beberkan Fakta Pengembangannya
Pertamina Turunkan Harga Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg Mulai 14 Juli 2026, Ini Daftar Harganya
Kurs Rupiah Hari Ini Tembus Rp18.124 per Dolar AS, Cek Nilai Tukar BCA, Mandiri, dan BNI
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar AS, IHSG Terancam Tertekan, Investor Asing Berpotensi Lanjut Net Sell
Harga Emas Antam Hari Ini 11 Juli 2026 Naik Rp5.000, Kini Tembus Rp2.655.000 per Gram
TikTok-Tokopedia Bantah Isu PHK Massal, Penataan SDM Berjalan Sejak Akuisisi ByteDance

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Tarif Listrik 10-16 Agustus 2026 Tetap, Ini Daftar Harga per kWh Semua Golongan

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:47 WIB

Kebakaran Bromo Tutup Seluruh Akses Wisata, 6 Trip Jip Dibatalkan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Indonesia Pimpin Pasar Penerbangan Domestik Asia Tenggara, Kapasitas Capai 8,74 Juta Kursi

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:00 WIB

Biodiesel B50 Tak Merusak Mesin, ESDM Beberkan Fakta Pengembangannya

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:00 WIB

Pertamina Turunkan Harga Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg Mulai 14 Juli 2026, Ini Daftar Harganya

Berita Terbaru

Ilustrasi Kemarau

Nasional

Musim Kemarau 2026 Kapan Berakhir? Ini Prediksi BMKG

Rabu, 19 Agu 2026 - 14:00 WIB