KABAR PAJAJARAN– Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih berada dalam tekanan pada perdagangan Selasa (14/7/2026). Hingga pukul 11.23 WIB, rupiah berada di level Rp18.124 per dolar AS, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru bergerak positif dengan kenaikan 0,42 persen ke posisi 6.063,10.
Pergerakan tersebut menunjukkan dolar AS masih mempertahankan penguatannya terhadap rupiah. Di sisi lain, pasar saham domestik mampu mencatatkan kenaikan meski tekanan pada nilai tukar belum mereda.
Kurs Dolar AS di Bank BCA
PT Bank Central Asia (BCA) menetapkan e-Rate pembelian dolar AS sebesar Rp18.092 per dolar AS. Sementara itu, kurs jual berada di level Rp18.112 per dolar AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk transaksi melalui TT Counter, BCA memasang kurs beli Rp17.895 dan kurs jual Rp18.170 per dolar AS. Nilai yang sama juga berlaku untuk transaksi bank notes atau jual beli valuta asing dalam bentuk uang tunai.
BCA menggunakan e-Rate untuk transaksi melalui layanan elektronik. Besaran kurs dapat berubah mengikuti waktu efektif transaksi dan ketentuan yang berlaku.
Kurs Dolar AS di Bank Mandiri
Bank Mandiri menawarkan special rate dengan kurs beli Rp18.080 dan kurs jual Rp18.110 per dolar AS.
Sementara itu, kurs TT Counter maupun bank notes sama-sama berada pada level beli Rp17.870 dan jual Rp18.170 per dolar AS.
Bank Mandiri menjelaskan bahwa special rate berlaku sebagai kurs indikatif untuk transaksi valas bernilai di atas 25.000 dolar AS atau setara. Nasabah tetap perlu menghubungi kantor cabang untuk memperoleh kurs final saat bertransaksi.
Kurs Dolar AS di Bank BNI
PT Bank Negara Indonesia (BNI) menetapkan special rate dengan kurs beli Rp18.090 dan kurs jual Rp18.120 per dolar AS.
Untuk layanan TT Counter, BNI memasang kurs beli Rp17.830 dan kurs jual Rp18.170 per dolar AS.
Adapun transaksi bank notes menggunakan kurs beli Rp18.080 dan kurs jual Rp18.170 per dolar AS.
BNI menyatakan kurs tersebut bersifat indikatif sehingga dapat berubah mengikuti kondisi pasar maupun waktu transaksi. Khusus pembelian valuta asing dalam jumlah besar, nasabah wajib memenuhi ketentuan dokumen underlying sesuai regulasi Bank Indonesia.
Perbedaan Special Rate, TT Counter, dan Bank Notes
Bank menyediakan beberapa jenis kurs sesuai kebutuhan transaksi nasabah.
- Special Rate atau e-Rate merupakan kurs khusus yang umumnya berlaku untuk transaksi melalui layanan digital atau transaksi bernilai besar. Nilainya biasanya lebih kompetitif dibandingkan kurs reguler.
- TT Counter berlaku untuk transaksi melalui teller, seperti transfer, setoran, atau penarikan dana dalam valuta asing.
- Bank Notes digunakan untuk transaksi jual beli mata uang asing dalam bentuk uang tunai.
Pemahaman terhadap jenis kurs tersebut penting karena setiap layanan menawarkan nilai tukar yang berbeda. Nasabah dapat memilih jenis transaksi yang paling sesuai dengan kebutuhan agar memperoleh kurs yang lebih efisien. ***(Ant)





