SUMEDANG, KABAR PAJAJARAN — Aksi penipuan dengan modus menyamar sebagai anggota TNI terjadi di Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Seorang pria berseragam loreng diduga menipu pedagang telur hingga berhasil membawa kabur 250 kilogram telur dengan nilai kerugian mencapai Rp7.290.000.
Kasus ini ramai diperbincangkan setelah foto terduga pelaku dan kendaraan yang digunakannya viral di platform media sosial X. Unggahan tersebut memperingatkan masyarakat agar waspada terhadap modus serupa.
Kasatreskrim Polres Sumedang, AKP Tanwin Nopiansah, memastikan laporan korban telah diterima dan kini tengah ditangani secara intensif.
“Laporannya sudah masuk ke Polsek Pamulihan dan masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelaku Datang sebagai Pembeli Besar
Peristiwa bermula pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 12.00 WIB di Kecamatan Pamulihan. Pelaku mendatangi korban dan memesan telur dalam jumlah besar, yakni 250 kilogram.
Untuk meyakinkan korban, pelaku menjanjikan pembayaran melalui transfer bank setelah barang tiba di kantor kecamatan. Seragam militer yang dikenakan membuat korban percaya dan menyetujui pengiriman pesanan.
Sesampainya di kantor kecamatan, pelaku kembali memainkan peran seolah memiliki otoritas. Ia bahkan mengaku telur tersebut akan digunakan untuk kegiatan bazar sembako.
Modus Mengelabui Pegawai Kecamatan
Kecurigaan baru muncul saat telur yang telah diturunkan diminta kembali dimasukkan ke mobil pribadi pelaku. Kendaraan yang digunakan adalah Honda CR-V putih bernomor polisi F 1147 QL yang diduga menggunakan pelat palsu.
Agar bisa kabur tanpa hambatan, pelaku menyuruh korban menuju Bank Rakyat Indonesia Unit Cimanggung. Ia berdalih korban harus menemui istrinya yang disebut bekerja di bank tersebut untuk mengambil pembayaran.
Korban pun pergi ke bank didampingi pegawai kecamatan. Namun, pihak bank memastikan tidak ada pegawai bernama “Bu Ida”. Saat itulah korban sadar telah tertipu, sementara pelaku sudah melarikan diri membawa seluruh telur.
Polisi Kejar Pelaku
Kapolsek Pamulihan, Iptu Tri Sunu Suparjianto, membenarkan kronologi kejadian. Ia menegaskan penyelidikan sedang difokuskan pada identitas pelaku dan keberadaan kendaraan yang digunakan.
Polisi menduga pelaku merupakan anggota Tentara Nasional Indonesia gadungan. Aparat kini memburu pelaku untuk mencegah munculnya korban baru dengan modus serupa di wilayah Sumedang.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap transaksi bernilai besar, terutama jika melibatkan pembayaran yang ditunda atau identitas yang belum terverifikasi. ***(Chq)
















