Reaktivasi Bandara Husein Diprediksi Perkuat Arus Wisatawan Mancanegara ke Bandung

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, KABAR PAJAJARAN – Rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara mendapat sambutan positif dari pelaku industri pariwisata di Jawa Barat. Mereka menilai kehadiran kembali bandara tersebut akan mempermudah akses wisatawan menuju Bandung sekaligus mendorong peningkatan kunjungan ke berbagai destinasi wisata di Bandung Raya.

Public Relation PT Perisai Group, Intania Setiati, mengatakan operasional kembali Bandara Husein berpotensi memberikan dampak besar terhadap sektor pariwisata. Menurut dia, kawasan wisata di Lembang menjadi salah satu wilayah yang akan merasakan manfaat langsung dari kemudahan akses penerbangan.

PT Perisai Group sendiri mengelola sejumlah destinasi wisata populer di Bandung Barat, seperti Farm House, The Great Asia Africa, dan Floating Market.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Turis Malaysia Masih Menjadi Pasar Potensial

Intania menilai wisatawan asal Malaysia masih menjadi salah satu pasar yang menjanjikan bagi industri pariwisata Bandung. Sebelum aktivitas penerbangan di Bandara Husein berkurang, wisatawan Malaysia rutin berkunjung ke Kota Kembang untuk berlibur bersama keluarga maupun kerabat.

Menurutnya, hingga saat ini wisatawan dari Negeri Jiran masih datang ke Bandung meski jumlahnya tidak sebesar sebelumnya. Mereka umumnya berwisata dalam kelompok kecil yang terdiri dari keluarga atau teman dekat.

Ia optimistis jumlah wisatawan mancanegara akan meningkat apabila penerbangan langsung dari Malaysia, Singapura, dan sejumlah kota regional kembali tersedia melalui Bandara Husein Sastranegara.

Akses Langsung Pangkas Waktu dan Biaya Perjalanan

Selama Bandara Husein tidak melayani penerbangan internasional seperti sebelumnya, wisatawan asing harus mendarat terlebih dahulu di Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke Bandung menggunakan transportasi darat atau kereta cepat.

Kondisi tersebut membuat perjalanan menjadi lebih panjang dan kurang efisien. Selain menghabiskan waktu, wisatawan juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi maupun akomodasi.

Intania mengungkapkan sejumlah mitra promosi wisata di Malaysia pernah menyampaikan keluhan terkait penutupan layanan penerbangan langsung ke Bandung. Mereka menilai wisatawan kehilangan banyak waktu karena harus transit terlebih dahulu di Jakarta.

Dengan adanya penerbangan langsung ke Bandung, wisatawan dapat memaksimalkan waktu liburan tanpa perlu menambah durasi perjalanan maupun biaya penginapan.

Whoosh Bantu Pertahankan Arus Wisatawan

Meski akses penerbangan berkurang, Intania mengakui kehadiran kereta cepat Whoosh membantu menjaga arus wisatawan menuju Bandung dan sekitarnya.

PT Perisai Group bahkan menjalin kerja sama promosi dengan KCIC melalui program tiket masuk gratis bagi penumpang Whoosh. Wisatawan yang menunjukkan boarding pass dalam periode tertentu dapat menikmati akses gratis ke sejumlah destinasi wisata yang ikut berpartisipasi.

Program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak wisatawan memanfaatkan perjalanan menggunakan Whoosh untuk berlibur ke kawasan Lembang sebelum melanjutkan perjalanan ke berbagai objek wisata.

Bandara dan Kereta Cepat Punya Peran Berbeda

Intania menegaskan kereta cepat dan bandara memiliki fungsi yang berbeda dalam mendukung mobilitas wisatawan. Kereta cepat memang mempermudah perjalanan dari Jakarta ke Bandung, namun bandara tetap menjadi gerbang utama bagi wisatawan luar daerah maupun mancanegara.

Menurut dia, wisatawan akan lebih nyaman jika dapat langsung tiba di Bandung tanpa harus berganti moda transportasi atau transit di kota lain.

Kemudahan akses tersebut berpotensi menggerakkan berbagai sektor ekonomi yang berkaitan dengan industri pariwisata, mulai dari hotel, restoran, transportasi, hingga pelaku usaha kecil di kawasan wisata.

Efek Ekonomi Diperkirakan Meluas

Pelaku industri pariwisata meyakini reaktivasi Bandara Husein tidak hanya menguntungkan pengelola objek wisata. Operasional kembali bandara tersebut juga dapat meningkatkan aktivitas ekonomi di berbagai sektor pendukung.

Meningkatnya jumlah wisatawan akan membuka peluang pertumbuhan usaha perhotelan, kuliner, transportasi, hingga perdagangan lokal. Karena itu, pelaku usaha berharap pemerintah segera mengambil keputusan terkait masa depan Bandara Husein Sastranegara.

Mereka optimistis kemudahan akses udara akan memperkuat posisi Bandung sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata Jawa Barat di tingkat regional.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

HJKB ke-216 Usung “Solidarity in Harmony”, Bandung Tegaskan Semangat Kebersamaan
Prabowo Salurkan 260 Becak Listrik ke Kabupaten Bandung, Pengayuh Lansia Jadi Prioritas
PPPK Paruh Waktu Kota Bandung Dapat Kabar Bahagia, Kontrak Diperpanjang 2027
Pemprov Jabar Tebar Diskon Pajak Kendaraan 10 Persen Selama GIIAS Bandung
Wali Kota Bandung Minta Bobotoh Tak Datang ke SUGBK Saat Persija Vs Persib
Bobotoh Persib Siap ke SUGBK, Tunggu Izin Polisi untuk Laga Lawan Persija
Kebakaran Lahan di Cililin Bandung Barat Hanguskan 1 Hektare Area Perhutani
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Bandung, Farhan Imbau Warga Pakai Masker

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:00 WIB

HJKB ke-216 Usung “Solidarity in Harmony”, Bandung Tegaskan Semangat Kebersamaan

Senin, 14 September 2026 - 12:00 WIB

Prabowo Salurkan 260 Becak Listrik ke Kabupaten Bandung, Pengayuh Lansia Jadi Prioritas

Minggu, 13 September 2026 - 20:00 WIB

PPPK Paruh Waktu Kota Bandung Dapat Kabar Bahagia, Kontrak Diperpanjang 2027

Sabtu, 12 September 2026 - 10:00 WIB

Pemprov Jabar Tebar Diskon Pajak Kendaraan 10 Persen Selama GIIAS Bandung

Sabtu, 12 September 2026 - 09:00 WIB

Wali Kota Bandung Minta Bobotoh Tak Datang ke SUGBK Saat Persija Vs Persib

Berita Terbaru

Arsip - Sejumlah pengendara motor melintas di samping sejumlah truk yang mengantre di kawasan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (19/12/2024). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/foc

Jawa Barat

Pemprov Jabar Perbaiki 15,1 Km Jalan Parung Panjang-Cigedug

Rabu, 16 Sep 2026 - 06:00 WIB

Teknologi

iOS 27 Resmi Dirilis, Ini Daftar 33 iPhone yang Kebagian Update

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:14 WIB