MAJALENGKA – Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni menjadi momentum penting bagi generasi muda untuk memperkuat komitmen kebangsaan sekaligus meningkatkan peran dalam pembangunan daerah. Karena itu, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Majalengka mengajak para pemuda mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Pengurus KNPI Majalengka, Piping Saripudin, menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh berhenti sebagai simbol atau hafalan semata. Sebaliknya, generasi muda harus menerapkan nilai-nilai tersebut melalui tindakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Pemuda memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta menumbuhkan semangat gotong royong. Karena itu, kita harus menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam setiap aktivitas,” kata Piping, Senin (1/6/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain menguatkan nilai kebangsaan, Piping juga mendorong generasi muda untuk meningkatkan kapasitas diri agar mampu menghadapi tantangan zaman. Menurutnya, pemuda perlu membangun karakter yang kuat, menjaga integritas, serta mengembangkan kreativitas dan inovasi.
Pemuda Harus Ambil Peran dalam Pembangunan
Piping menilai pemuda memiliki posisi strategis dalam menentukan masa depan bangsa. Oleh sebab itu, generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah berbagai perubahan yang terjadi saat ini.
Sebaliknya, pemuda harus tampil sebagai penggerak perubahan di lingkungan masing-masing. Mereka dapat berkontribusi melalui pendidikan, kegiatan sosial, kewirausahaan, maupun berbagai inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Piping menekankan bahwa Indonesia membutuhkan generasi muda yang adaptif dan berdaya saing untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Karena itu, pemuda perlu memanfaatkan setiap peluang untuk mengembangkan kemampuan dan memperluas wawasan.
“Pemuda harus berani mengambil peran. Mereka harus mampu menghadirkan solusi, menciptakan inovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah maupun bangsa,” ujarnya.
Dukung Visi Majalengka Langkung Sae
Sementara itu, KNPI Majalengka juga menyatakan dukungan terhadap berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Majalengka. Menurut Piping, pemuda dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan visi Majalengka Langkung Sae.
Karena itu, KNPI mengajak generasi muda untuk terlibat aktif dalam berbagai kegiatan pembangunan. Tidak hanya itu, pemuda juga perlu menjaga kondusivitas daerah serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.
Piping menjelaskan bahwa kemajuan daerah tidak hanya bergantung pada pemerintah. Sebaliknya, seluruh unsur masyarakat harus bergerak bersama untuk mencapai tujuan yang sama.
“Pemuda dapat mendukung pembangunan melalui kreativitas, inovasi, dan partisipasi aktif. Dengan demikian, kita bisa mempercepat kemajuan Majalengka di berbagai sektor,” katanya.
Perkuat Gotong Royong dan Persatuan
Di sisi lain, Piping mengingatkan pentingnya menjaga semangat gotong royong di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis. Menurutnya, Pancasila mengajarkan nilai kebersamaan yang harus terus hidup dalam kehidupan bermasyarakat.
Bahkan, semangat gotong royong dapat menjadi kekuatan utama untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Oleh karena itu, pemuda perlu memperkuat solidaritas dan membangun kolaborasi yang produktif.
Piping optimistis generasi muda Majalengka mampu memberikan kontribusi besar bagi daerah apabila mereka menjaga persatuan dan terus meningkatkan kualitas diri.
“Kita harus menjadikan Pancasila sebagai panduan dalam berkarya dan mengabdi. Dengan persatuan, semangat gotong royong, dan partisipasi aktif, kita dapat mewujudkan Majalengka yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing,” tuturnya.
Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, KNPI Majalengka berharap seluruh pemuda semakin memperkuat komitmen kebangsaan. Selain itu, KNPI juga mengajak generasi muda untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah. Dengan demikian, cita-cita Majalengka Langkung Sae dan Indonesia Emas 2045 dapat terwujud melalui kerja sama seluruh elemen masyarakat.***






