BRIN Pastikan Cahaya Biru yang Lintas di Langit Majalengka Merupakan Meteor Besar

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar benda langit diduga meteor jatuh saat menghujam ke bumi terekam kamera warga, Sabtu (11/7/2026) malam. (Foto istimewa)

Tangkapan layar benda langit diduga meteor jatuh saat menghujam ke bumi terekam kamera warga, Sabtu (11/7/2026) malam. (Foto istimewa)

MAJALENGKA, KABAR PAJAJARAN – Cahaya biru yang melesat cepat di langit Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada Sabtu (11/7/2026) malam sempat membuat warga terkejut. Fenomena yang berlangsung hanya beberapa detik itu kemudian viral di media sosial dan memunculkan beragam spekulasi.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memastikan objek bercahaya tersebut merupakan meteor besar yang memasuki atmosfer Bumi. Meteor itu melintasi sejumlah wilayah di Pulau Jawa sebelum diperkirakan jatuh di Samudera Hindia, tepatnya di selatan Jawa Timur hingga Bali.

Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, menjelaskan hasil analisis sementara menunjukkan meteor bergerak dari kawasan Laut Jawa menuju arah tenggara. Lintasannya melewati Bekasi, wilayah timur Jawa Barat, Nagreg, Tasikmalaya, Yogyakarta, lalu berakhir di Samudera Hindia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Berdasarkan rangkaian informasi dari berbagai daerah, meteor besar melintas dari Laut Jawa menuju wilayah selatan Jawa,” ujar Thomas, Senin (13/7/2026).

Warga Majalengka Saksikan Cahaya Biru

Fenomena tersebut juga disaksikan Sumitra (62), warga Blok Galasari, Desa Lampuyang, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka. Saat itu, ia hendak menyiram tanaman cengkeh di halaman rumah sekitar pukul 22.00 WIB.

Tiba-tiba, ia melihat cahaya biru berukuran kecil meluncur sangat cepat dari atas ke bawah. Cahaya itu hanya bertahan sekitar tiga hingga empat detik sebelum menghilang.

Karena baru pertama kali menyaksikan kejadian tersebut, Sumitra mengaku sempat ketakutan. Ia pun membatalkan aktivitasnya dan langsung masuk ke dalam rumah.

“Saya kira apa karena baru pertama kali melihat cahaya seperti itu,” katanya.

Kesaksian serupa datang dari Baya, warga Desa Rawa, Kecamatan Cingambul. Saat mengikuti pengajian sekitar pukul 21.45 WIB, ia melihat cahaya terang melintas dengan kecepatan tinggi di langit.

“Saya sedang ikut pengajian, lalu tiba-tiba ada cahaya melintas sangat cepat. Kelihatannya sekitar lima detik,” ujarnya.

Meteor Terlihat di Sejumlah Wilayah Jawa

Thomas menjelaskan, laporan pertama muncul dari Bekasi sekitar pukul 21.22.35 WIB. Saat itu meteor masih berada pada ketinggian yang cukup tinggi sehingga tampak kecil dan berwarna putih.

Selanjutnya, meteor bergerak ke arah tenggara. Ketika melintasi wilayah Cirebon, Kuningan, dan Majalengka, warna cahayanya berubah menjadi biru sehingga lebih mencolok.

Beberapa warga di sejumlah daerah juga melaporkan suara dentuman setelah meteor melintas. Menurut Thomas, suara tersebut berasal dari gelombang kejut akibat kecepatan meteor yang sangat tinggi saat menembus atmosfer bagian bawah.

Meteor kemudian kembali terlihat dari Nagreg sekitar pukul 21.23.37 WIB. Tidak lama berselang, warga Tasikmalaya menyaksikan cahaya terang itu menembus lapisan awan sebelum akhirnya muncul di langit Yogyakarta sekitar pukul 21.23.57 WIB.

Mengapa Warna Meteor Berubah?

Thomas menerangkan, meteor berasal dari batuan antariksa yang orbitnya memotong jalur Bumi. Saat memasuki atmosfer pada ketinggian sekitar 120 kilometer, batuan tersebut mengalami gesekan sangat kuat dengan udara.

Gesekan itu menghasilkan suhu yang sangat tinggi sehingga permukaan batuan terbakar dan memancarkan cahaya terang.

Perubahan warna juga bergantung pada unsur kimia yang terkandung di dalam batuan. Saat melintas di wilayah Jawa Barat, meteor memancarkan cahaya biru. Kemudian, ketika mencapai Yogyakarta, warnanya berubah menjadi hijau.

“Warna hijau muncul karena unsur magnesium di dalam batuan antariksa terbakar pada suhu yang sangat tinggi,” jelas Thomas.

Diperkirakan Berakhir di Samudera Hindia

BRIN memperkirakan meteor tersebut mengakhiri lintasannya di Samudera Hindia, tepatnya di kawasan selatan Jawa Timur hingga Bali.

Hingga kini, peneliti belum menerima laporan mengenai material meteor yang berhasil mencapai permukaan Bumi. BRIN masih mengumpulkan berbagai data dan dokumentasi dari masyarakat untuk memperkuat analisis mengenai lintasan meteor tersebut. ***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BMKG Peringatkan Gelombang 4 Meter di Perairan Lampung 15-18 September
Gubernur Banten Minta Basarnas Pertimbangkan Perpanjang Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda
Karhutla Jabar Makin Meluas, 325,87 Hektare Lahan Terbakar hingga September 2026
Gunung Margatapa Majalengka Terbakar, Petugas Berjibaku Padamkan Api
Kemenhut Bentuk Tim Khusus Usut Kebakaran Berulang di Gunung Bromo
Penumpang Diduga BAB di Gerbong KRL Bogor-Jakarta, KAI Commuter Turun Tangan
Karhutla Kalsel Masih Mengganas, OMC Terkendala Bibit Awan
Kebakaran TPA Galuga Meluas 7,1 Hektare, Bupati Bogor Minta Maaf

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 15:00 WIB

BMKG Peringatkan Gelombang 4 Meter di Perairan Lampung 15-18 September

Senin, 14 September 2026 - 14:00 WIB

Gubernur Banten Minta Basarnas Pertimbangkan Perpanjang Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda

Minggu, 13 September 2026 - 18:05 WIB

Karhutla Jabar Makin Meluas, 325,87 Hektare Lahan Terbakar hingga September 2026

Minggu, 13 September 2026 - 11:00 WIB

Gunung Margatapa Majalengka Terbakar, Petugas Berjibaku Padamkan Api

Minggu, 13 September 2026 - 09:00 WIB

Kemenhut Bentuk Tim Khusus Usut Kebakaran Berulang di Gunung Bromo

Berita Terbaru

Teknologi

iOS 27 Resmi Dirilis, Ini Daftar 33 iPhone yang Kebagian Update

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:14 WIB