Dedi Mulyadi Ungkap Dampak Dolar Menguat, Kontraktor Enggan Ikut Tender Proyek Jalan

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (Foto Istimewa)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (Foto Istimewa)

BANDUNG, KABAR PAJAJARAN – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai menekan sektor konstruksi di daerah. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bahkan sempat menghadapi kondisi tidak biasa ketika sejumlah proyek infrastruktur gagal menarik minat kontraktor pada tahap awal lelang.

Berdasarkan data Bank Indonesia per 3 Juni 2026, kurs rupiah berada di level Rp17.940,10 per dolar AS. Kenaikan nilai tukar tersebut langsung mendorong lonjakan harga berbagai material konstruksi yang menjadi komponen utama pembangunan infrastruktur.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan, beberapa paket pekerjaan jalan yang sebelumnya selalu menjadi incaran kontraktor justru sempat sepi peminat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Beberapa kegiatan Pemprov Jabar sempat tidak mendapatkan peserta lelang karena kondisi harga saat ini,” kata Dedi Mulyadi di Bandung, Rabu (3/6/2026).

Harga Material Melonjak, Margin Kontraktor Menyusut

Dedi menjelaskan, para kontraktor memilih tidak mengikuti tender karena perhitungan biaya proyek berubah drastis akibat kenaikan harga material. Kondisi tersebut membuat potensi keuntungan semakin tipis bahkan berisiko menimbulkan kerugian.

Menurut hasil evaluasi Pemprov Jabar, kenaikan kurs dolar ikut memengaruhi harga sejumlah bahan konstruksi utama seperti semen, aspal hot mix, dan beton.

Biasanya, proyek pemerintah selalu menarik banyak peserta. Namun kali ini, sejumlah pelaku usaha konstruksi memilih menahan diri karena khawatir biaya pelaksanaan proyek melampaui nilai kontrak yang ditetapkan.

“Kontraktor menghitung ulang biaya pekerjaan dan banyak yang menilai proyek tersebut tidak lagi memberikan keuntungan,” ujar Dedi.

Pemprov Jabar Lakukan Penyesuaian

Menghadapi situasi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera melakukan evaluasi terhadap beberapa paket pekerjaan yang mengalami kendala lelang.

Pemprov menyesuaikan sejumlah perhitungan teknis agar nilai proyek lebih sesuai dengan kondisi pasar terkini. Langkah tersebut mulai menunjukkan hasil setelah beberapa proyek kembali menarik minat penyedia jasa konstruksi.

Dedi menegaskan pemerintah daerah terus mencari solusi agar pembangunan tidak terhambat oleh tekanan ekonomi global maupun fluktuasi nilai tukar.

Proyek Strategis Tetap Berjalan

Meski menghadapi tantangan kenaikan biaya konstruksi, Pemprov Jabar memastikan program pembangunan strategis tetap berjalan sesuai rencana.

Saat ini, pemerintah daerah tengah mengerjakan sejumlah proyek prioritas, antara lain:

  • Rekonstruksi dan pelebaran Jalan Raya perbatasan Bandung-Garut dari lebar 9 meter menjadi 12 meter.
  • Pembangunan dan rehabilitasi jalan provinsi di berbagai daerah.
  • Pembangunan jembatan dan infrastruktur konektivitas antarkawasan.

Dedi menilai dampak pelemahan rupiah memang terasa pada hampir seluruh kebutuhan konstruksi. Namun hingga saat ini pemerintah masih dapat menjaga keberlanjutan proyek melalui negosiasi dan penyesuaian anggaran yang terukur.

“Kenaikan dolar memengaruhi harga semen, hot mix, beton, dan berbagai material lainnya. Namun sampai sekarang masih bisa kami negosiasikan sehingga proyek tetap berjalan,” kata Dedi.

Tekanan Ekonomi Global Mulai Terasa di Daerah

Fenomena sepinya peserta lelang menjadi salah satu indikator bahwa gejolak ekonomi global mulai berdampak langsung pada pembangunan daerah. Kenaikan biaya material membuat kontraktor semakin selektif dalam memilih proyek yang dianggap layak secara bisnis.

Meski demikian, Pemprov Jawa Barat optimistis pembangunan infrastruktur tetap dapat berlangsung dengan dukungan kebijakan yang adaptif terhadap perubahan kondisi ekonomi. *** (Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

10 Kabupaten/Kota Jabar-Jateng Siap Deklarasikan Dukungan Penuh untuk Bandara Kertajati
Dedi Mulyadi Evaluasi Angkot Tua dan Siapkan Bandara Husein Beroperasi Kembali Mulai Agustus
Era Baru Transportasi Bandung Raya Dimulai, BRT Modern Siap Beroperasi pada 2027
Pertama di Indonesia, Dedi Mulyadi Letakkan Batu Pertama Pabrik Alat Berat Elektrik di Karawang
Dedi Mulyadi Buka Sayembara Tangkap Begal, Warga Berpeluang Dapat Hadiah hingga Rp50 Juta
Hadapi Tantangan Media Digital, Puluhan Wartawan Ikuti UKW di Majalengka
Aksi Ekologi Tutup MPLS Pancawaluya 2026, Sekda Jabar Ajak Siswa Bangun Karakter dari Kebiasaan Sederhana
Hari Jadi Purwakarta ke-195, KDM Ajak Warga Jaga Ekosistem Wujudkan Purwakarta Istimewa

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:00 WIB

10 Kabupaten/Kota Jabar-Jateng Siap Deklarasikan Dukungan Penuh untuk Bandara Kertajati

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:30 WIB

Dedi Mulyadi Evaluasi Angkot Tua dan Siapkan Bandara Husein Beroperasi Kembali Mulai Agustus

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:00 WIB

Era Baru Transportasi Bandung Raya Dimulai, BRT Modern Siap Beroperasi pada 2027

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:55 WIB

Pertama di Indonesia, Dedi Mulyadi Letakkan Batu Pertama Pabrik Alat Berat Elektrik di Karawang

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:00 WIB

Dedi Mulyadi Buka Sayembara Tangkap Begal, Warga Berpeluang Dapat Hadiah hingga Rp50 Juta

Berita Terbaru