Kabupaten Karawang, Kabar Pajajaran – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri prosesi peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan pabrik LiuGong Machinery Manufacturing Indonesia (LMMI) di Kawasan Industri Karawang Artha Industrial Hill (KAIH), Kabupaten Karawang, Selasa (22/7/2026).
Pabrik tersebut menjadi fasilitas manufaktur pertama di Indonesia yang secara khusus memproduksi alat berat bertenaga listrik atau electric heavy equipment.
Kehadiran industri baru itu menjadi langkah penting dalam penguatan sektor manufaktur nasional sekaligus mendukung transformasi menuju industri yang lebih ramah lingkungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa alat berat merupakan kebutuhan utama untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di berbagai daerah, terutama di Jawa Barat.
Menurutnya, produksi alat berat di dalam negeri akan menciptakan efisiensi biaya dibandingkan produk impor.
“Alat berat adalah kebutuhan mendasar dalam pembangunan infrastruktur. Jika diproduksi di dalam negeri, biayanya akan jauh lebih kompetitif dibandingkan dengan produk impor,” ujar Dedi Mulyadi.
Ia juga berharap regulasi dapat mendukung distribusi produk secara lebih sederhana sehingga harga alat berat menjadi lebih terjangkau bagi konsumen.
Produksi Dalam Negeri Dorong Efisiensi Infrastruktur
Dedi menilai keberadaan pabrik alat berat elektrik akan memberikan dampak positif terhadap pembangunan infrastruktur nasional.
Biaya pengadaan alat berat yang lebih kompetitif akan membantu menekan biaya pembangunan jalan, gedung, saluran air, hingga fasilitas publik lainnya.
Dedi juga meyakini bahwa efisiensi tersebut mampu memperkuat pengelolaan keuangan pemerintah, perusahaan, serta berbagai sektor produksi.
Selain itu, industri manufaktur baru ini akan mampu memberikan efek berganda terhadap perekonomian Jawa Barat.
Peningkatan investasi akan membuka peluang kerja baru sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
Menurut Dedi, kondisi tersebut berpotensi mendorong kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat.
“Peningkatan IPM akan berimplikasi langsung pada kesejahteraan warga yang bermuara pada perputaran roda ekonomi,” katanya.
Namun, Dedi mengingatkan bahwa masyarakat juga harus memiliki semangat kewirausahaan.
Ia berharap warga tidak hanya menjadi tenaga kerja, tetapi mampu berkembang sebagai pelaku usaha.
Pemprov Jabar Siapkan SDM Lokal untuk Industri Baru
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya menjaga iklim investasi yang aman dan kondusif.
Komitmen tersebut berupa kesiapan penyediaan kepastian hukum, keamanan investasi, serta pembangunan infrastruktur pendukung.
Selain itu, Dedi menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk menyiapkan sumber daya manusia lokal agar mampu mengisi kebutuhan industri.
Pemprov Jabar akan mengidentifikasi siswa kelas XII SMA dan SMK yang berpotensi mengikuti pelatihan vokasi intensif.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat merancang program pelatihan tersebut akan berlangsung selama enam hingga dua belas bulan.
Dengan demikian, lulusan sekolah akan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Kami meminta seluruh jajaran Pemprov Jabar untuk segera mengidentifikasi siswa SMA atau SMK kelas 12 untuk mengikuti pelatihan vokasi intensif,” tutur Dedi.
Ia berharap lulusan program tersebut langsung siap bekerja ketika industri mulai beroperasi.
Pabrik Produksi 5.000 Unit per Tahun
Pembangunan LiuGong Machinery Manufacturing Indonesia berlangsung di kawasan Indonesia Green Smart Industrial Park. Proyek tersebut akan terlaksana dalam tiga tahap pengembangan.
Pada fase pertama, perusahaan membangun lini produksi ekskavator elektrik dan wheel loader elektrik. Kapasitas produksi dapat mencapai 5.000 unit setiap tahun. Perusahaan menargetkan seluruh fasilitas produksi tahap pertama mulai beroperasi penuh pada 2027.
Kehadiran pabrik alat berat elektrik pertama di Indonesia ini diharapkan memperkuat daya saing industri nasional. Investasi tersebut juga menjadi sinyal positif bahwa Jawa Barat tetap menjadi salah satu tujuan utama investasi di Indonesia.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat optimistis kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan dunia pendidikan akan menciptakan ekosistem industri yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.***(BePe)





