Pertama di Indonesia, Dedi Mulyadi Letakkan Batu Pertama Pabrik Alat Berat Elektrik di Karawang

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan sambutan saat peletakan batu pertama pembangunan pabrik LiuGong Machinery Manufacturing Indonesia di Kawasan Industri Karawang Artha Industrial Hill, Kabupaten Karawang, Selasa (22/7/2026). Foto: Humas Jabar

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan sambutan saat peletakan batu pertama pembangunan pabrik LiuGong Machinery Manufacturing Indonesia di Kawasan Industri Karawang Artha Industrial Hill, Kabupaten Karawang, Selasa (22/7/2026). Foto: Humas Jabar

Kabupaten Karawang, Kabar Pajajaran – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri prosesi peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan pabrik LiuGong Machinery Manufacturing Indonesia (LMMI) di Kawasan Industri Karawang Artha Industrial Hill (KAIH), Kabupaten Karawang, Selasa (22/7/2026).

Pabrik tersebut menjadi fasilitas manufaktur pertama di Indonesia yang secara khusus memproduksi alat berat bertenaga listrik atau electric heavy equipment.

Kehadiran industri baru itu menjadi langkah penting dalam penguatan sektor manufaktur nasional sekaligus mendukung transformasi menuju industri yang lebih ramah lingkungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa alat berat merupakan kebutuhan utama untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di berbagai daerah, terutama di Jawa Barat.

Menurutnya, produksi alat berat di dalam negeri akan menciptakan efisiensi biaya dibandingkan produk impor.

“Alat berat adalah kebutuhan mendasar dalam pembangunan infrastruktur. Jika diproduksi di dalam negeri, biayanya akan jauh lebih kompetitif dibandingkan dengan produk impor,” ujar Dedi Mulyadi.

Ia juga berharap regulasi dapat mendukung distribusi produk secara lebih sederhana sehingga harga alat berat menjadi lebih terjangkau bagi konsumen.

Produksi Dalam Negeri Dorong Efisiensi Infrastruktur

Dedi menilai keberadaan pabrik alat berat elektrik akan memberikan dampak positif terhadap pembangunan infrastruktur nasional.

Biaya pengadaan alat berat yang lebih kompetitif akan membantu menekan biaya pembangunan jalan, gedung, saluran air, hingga fasilitas publik lainnya.

Dedi juga meyakini bahwa efisiensi tersebut mampu memperkuat pengelolaan keuangan pemerintah, perusahaan, serta berbagai sektor produksi.

Selain itu, industri manufaktur baru ini akan mampu memberikan efek berganda terhadap perekonomian Jawa Barat.

Peningkatan investasi akan membuka peluang kerja baru sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Menurut Dedi, kondisi tersebut berpotensi mendorong kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat.

“Peningkatan IPM akan berimplikasi langsung pada kesejahteraan warga yang bermuara pada perputaran roda ekonomi,” katanya.

Namun, Dedi mengingatkan bahwa masyarakat juga harus memiliki semangat kewirausahaan.

Ia berharap warga tidak hanya menjadi tenaga kerja, tetapi mampu berkembang sebagai pelaku usaha.

Pemprov Jabar Siapkan SDM Lokal untuk Industri Baru

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya menjaga iklim investasi yang aman dan kondusif.

Komitmen tersebut berupa kesiapan penyediaan kepastian hukum, keamanan investasi, serta pembangunan infrastruktur pendukung.

Selain itu, Dedi menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk menyiapkan sumber daya manusia lokal agar mampu mengisi kebutuhan industri.

Pemprov Jabar akan mengidentifikasi siswa kelas XII SMA dan SMK yang berpotensi mengikuti pelatihan vokasi intensif.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat merancang program pelatihan tersebut akan berlangsung selama enam hingga dua belas bulan.

Dengan demikian, lulusan sekolah akan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

“Kami meminta seluruh jajaran Pemprov Jabar untuk segera mengidentifikasi siswa SMA atau SMK kelas 12 untuk mengikuti pelatihan vokasi intensif,” tutur Dedi.

Ia berharap lulusan program tersebut langsung siap bekerja ketika industri mulai beroperasi.

Pabrik Produksi 5.000 Unit per Tahun

Pembangunan LiuGong Machinery Manufacturing Indonesia berlangsung di kawasan Indonesia Green Smart Industrial Park. Proyek tersebut akan terlaksana dalam tiga tahap pengembangan.

Pada fase pertama, perusahaan membangun lini produksi ekskavator elektrik dan wheel loader elektrik. Kapasitas produksi dapat mencapai 5.000 unit setiap tahun. Perusahaan menargetkan seluruh fasilitas produksi tahap pertama mulai beroperasi penuh pada 2027.

Kehadiran pabrik alat berat elektrik pertama di Indonesia ini diharapkan memperkuat daya saing industri nasional. Investasi tersebut juga menjadi sinyal positif bahwa Jawa Barat tetap menjadi salah satu tujuan utama investasi di Indonesia.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat optimistis kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan dunia pendidikan akan menciptakan ekosistem industri yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.***(BePe)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan
WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat
Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar
Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit
Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah
Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026
Pemprov Jabar Pasang 1.185 Lampu Jalan di Priangan Timur, Anggaran Capai Rp48,3 Miliar
Pemprov Jabar Gelontorkan Rp273 Miliar untuk Perbaikan Jalan dan Jembatan di Tasikmalaya

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:20 WIB

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan

Rabu, 4 November 2026 - 12:00 WIB

WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat

Rabu, 4 November 2026 - 07:00 WIB

Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar

Selasa, 3 November 2026 - 15:00 WIB

Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit

Selasa, 3 November 2026 - 12:00 WIB

Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah

Berita Terbaru