Era Baru Transportasi Bandung Raya Dimulai, BRT Modern Siap Beroperasi pada 2027

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan para pemangku kepentingan menunjukkan dokumen kerja sama usai groundbreaking Indonesia Mass Transit Project (Mastran) dan penandatanganan PSO layanan angkutan massal di Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, Rabu (22/7/2026). Foto: Humas Jabar

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan para pemangku kepentingan menunjukkan dokumen kerja sama usai groundbreaking Indonesia Mass Transit Project (Mastran) dan penandatanganan PSO layanan angkutan massal di Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, Rabu (22/7/2026). Foto: Humas Jabar

Kota Bandung, Kabar Pajajaran – Transportasi publik di kawasan Bandung Raya resmi memasuki babak baru melalui pembangunan infrastruktur Indonesia Mass Transit Project (Mastran). Prosesi groundbreaking sekaligus penandatanganan kerja sama penyediaan Public Service Obligation (PSO) layanan angkutan massal di Kawasan Cekungan Bandung menjadi tanda mulainya tahapan tersebut.

Melalui program tersebut, sistem transportasi massal berbasis Bus Rapid Transit (BRT) rencananya akan mulai beroperasi penuh pada 2027.

Jaringan transportasi modern itu akan dilengkapi jalur khusus, ratusan halte, depo, serta sistem transportasi pintar atau Intelligent Transportation System (ITS).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prosesi peresmian berlangsung di Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, Rabu (22/7/2026). Acara tersebut dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan, serta para kepala daerah di Bandung Raya.

KDM: Transportasi Modern Harus Terintegrasi dan Berkeadilan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan layanan transportasi umum yang modern, terintegrasi, dan memberikan keadilan bagi seluruh warga.

Menurutnya, pembangunan sistem BRT menjadi tonggak penting bagi peningkatan kualitas mobilitas masyarakat di kawasan metropolitan.

“Ini adalah kegembiraan bagi masyarakat Bandung Raya. Kita berharap penyelenggaraan pembangunannya berjalan aman, lancar, tanpa gangguan, dan mampu menghadirkan kualitas infrastruktur yang bermutu tinggi,” ujar Dedi Mulyadi.

Ia menilai transportasi publik kini telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat perkotaan.

Karena itu, layanan transportasi harus menghadirkan pelayanan prima, digital, serta saling terhubung dengan moda transportasi lainnya.

Selain pembangunan fisik, Dedi juga mengajak masyarakat mengubah perilaku saat menggunakan transportasi umum.

Ia meminta warga menjaga kebersihan fasilitas publik, membuang sampah pada tempatnya, dan menerapkan etika selama menggunakan layanan transportasi.

Menurutnya, pemerintah juga harus menyediakan trotoar yang layak, penerangan jalan yang memadai, serta sistem keamanan yang kuat.

“Semakin tinggi trafik transportasi publik harus diimbangi dengan pengamanan yang memadai agar potensi kejahatan dapat ditekan,” katanya.

Dedi menambahkan, pembangunan transportasi modern harus berjalan seiring dengan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Jawa Barat.

Ia menegaskan bahwa kemajuan kota besar tidak boleh mengabaikan pembangunan desa.

Pemerintah Siapkan Solusi Jangka Panjang Atasi Kemacetan

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa kawasan Cekungan Bandung memiliki mobilitas penduduk dan aktivitas ekonomi yang sangat tinggi.

Kondisi tersebut selama ini memicu kemacetan, meningkatkan biaya logistik, dan menurunkan kualitas lingkungan.

Karena itu, pemerintah menghadirkan Indonesia Mass Transit Project sebagai solusi jangka panjang untuk memperbaiki sistem transportasi perkotaan.

“Groundbreaking hari ini menjadi tonggak sejarah dalam mewujudkan transportasi publik modern,” ujar Dudy.

Ia menegaskan bahwa pemerintah ingin menghadirkan angkutan umum yang nyaman, aman, tepat waktu, terjangkau, dan terintegrasi.

Nantinya, layanan BRT akan terhubung langsung dengan jaringan kereta api serta angkutan pengumpan (feeder).

Selain itu, penandatanganan PSO akan menjamin keberlangsungan operasional layanan dengan tarif yang tetap terjangkau.

Investasi Rp1,3 Triliun Bangun Jalur, Halte, dan Depo BRT

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan menjelaskan bahwa proyek BRT Cekungan Bandung mendapat dukungan pendanaan dari Pemerintah Indonesia, World Bank, dan Agence Française de Développement (AFD).

Secara nasional, proyek Mastran memiliki nilai investasi sebesar 264 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp3,8 triliun.

Khusus pembangunan infrastruktur BRT di Bandung Raya, pemerintah mengalokasikan investasi sekitar Rp1,3 triliun.

Anggaran tersebut mencakup pembangunan 21 kilometer jalur khusus BRT, enam depo utama, 719 halte off-corridor, serta 34 halte on-corridor.

Proyek juga menghadirkan sistem ITS untuk mendukung integrasi layanan transportasi.

Tahap pertama pembangunan akan berfokus pada halte off-corridor, Depo Cicaheum, Depo Leuwipanjang, dan jalur utama BRT.

Selanjutnya, pembangunan akan mencakup halte ikonik di Tegalega, Alun-alun Bandung, Stasiun Hall, Kiara Artha Park, serta depo tambahan di Cimenyan, Padalarang, Soreang, dan Majalaya.

Aan menambahkan, sistem BRT nantinya akan memiliki waktu tunggu maksimal tujuh menit pada jam sibuk dan 15 menit di luar jam sibuk.

Ia optimistis seluruh proyek dapat selesai sesuai jadwal sehingga masyarakat Bandung Raya segera menikmati layanan transportasi publik yang efisien, andal, dan berkelanjutan.***(BePe)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan
WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat
Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar
Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit
Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah
Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026
Pemprov Jabar Pasang 1.185 Lampu Jalan di Priangan Timur, Anggaran Capai Rp48,3 Miliar
Pemprov Jabar Gelontorkan Rp273 Miliar untuk Perbaikan Jalan dan Jembatan di Tasikmalaya

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:20 WIB

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan

Rabu, 4 November 2026 - 12:00 WIB

WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat

Rabu, 4 November 2026 - 07:00 WIB

Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar

Selasa, 3 November 2026 - 15:00 WIB

Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit

Selasa, 3 November 2026 - 12:00 WIB

Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah

Berita Terbaru