KABAR PAJAJARAN – Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir tiba di Teheran, Iran, Rabu (15/4/2026), untuk melanjutkan misi diplomatik meredakan konflik Timur Tengah. Ia dijadwalkan bertemu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi guna membahas langkah terbaru sebelum masa gencatan senjata berakhir.
Pakistan mengambil peran penting sebagai mediator setelah sukses mempertemukan Amerika Serikat dan Iran dalam pembicaraan langsung pekan lalu. Kesepakatan gencatan senjata yang dihasilkan mendorong Pakistan mengupayakan pertemuan lanjutan di Islamabad dalam waktu dekat.
Blokade Laut dan Ancaman Sanksi Baru
Di tengah diplomasi, Washington tetap mempertahankan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran. Pemerintahan Presiden Donald Trump juga menyiapkan sanksi tambahan bagi negara yang masih berbisnis dengan Teheran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski situasi memanas, pejabat regional menyebut kedua negara telah mencapai “kesepakatan prinsip” untuk membuka ruang diplomasi lebih luas. Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan pemerintah AS tetap aktif dalam pembicaraan, namun belum meminta perpanjangan gencatan senjata.
Tiga Isu Krusial Negosiasi
Mediator memusatkan pembahasan pada tiga isu utama yang sebelumnya menggagalkan dialog: program nuklir Iran, keamanan Selat Hormuz, dan kompensasi kerusakan perang.
Teheran menyatakan terbuka membahas tingkat pengayaan uranium, tetapi menegaskan kebutuhan domestik tetap menjadi prioritas. Tim negosiasi AS yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance meminta moratorium pengayaan uranium selama 20 tahun. Iran merespons dengan tawaran penangguhan lima tahun, namun proposal itu langsung ditolak Washington. Laporan awal perbedaan usulan ini pertama kali diungkap The New York Times.
Ketegangan Masih Membayangi
Di sisi lain, pejabat militer Iran memperingatkan konsekuensi serius jika blokade AS tidak dicabut. Komandan militer gabungan Iran Ali Abdollahi mengancam akan menghentikan perdagangan regional. Penasihat militer baru pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, bahkan menolak perpanjangan gencatan senjata.
Tokoh senior Garda Revolusi Iran Mohsen Rezaei menegaskan negaranya siap menghadapi perang jangka panjang.
Trump: Perang Hampir Berakhir
Dalam wawancara dengan Fox Business, Trump menyatakan konflik dengan Iran mendekati akhir. Meski optimistis, ia menegaskan AS tidak akan menarik pasukan dari kawasan Teluk.
“Kami sangat dekat dengan kesepakatan. Mereka ingin mencapai kesepakatan,” kata Trump.
Putaran negosiasi berikutnya kini menjadi penentu apakah gencatan senjata dapat diperpanjang atau konflik kembali memanas. ***(Ant)
Sumber Berita: Ap News, Newyork Times,
















