Penembakan di Jamuan Gedung Putih Disorot, Trump Puji Aparat dan Dorong Proyek Ballroom Antipeluru

Senin, 27 April 2026 - 09:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Situasi saat insiden penembakan dalam acara jamuan makan malam koresponden Gedung Putih yang dihadiri Prrsiden AS Donald Trump pada Sabtu (25/4/2026).(ANDREW HARNIK/AFP)

Situasi saat insiden penembakan dalam acara jamuan makan malam koresponden Gedung Putih yang dihadiri Prrsiden AS Donald Trump pada Sabtu (25/4/2026).(ANDREW HARNIK/AFP)

WASHINGTON, KABAR PAJAJARAN — Presiden Amerika Serikat Donald Trump memuji aparat penegak hukum dan United States Secret Service atas respons cepat mereka dalam menangani insiden penembakan yang terjadi saat jamuan makan malam koresponden Gedung Putih, Sabtu (25/4/2026). Meski situasi berhasil dikendalikan, insiden tersebut memicu kritik luas terkait standar keamanan pada acara yang dihadiri pejabat tinggi, selebritas, dan tamu undangan elite.

Laporan awal yang dikutip dari Newsweek menyebut Komite Keamanan Dalam Negeri dan Urusan Pemerintahan Senat menyoroti adanya pola kegagalan komunikasi serta kelalaian prosedur di tubuh Secret Service. Temuan awal ini mendorong tuntutan penyelidikan menyeluruh terhadap sistem pengamanan acara kenegaraan.

Dugaan Celah Pengamanan Acara

Sejumlah jurnalis yang hadir mengungkap adanya kelemahan pada prosedur masuk lokasi acara di Washington Hilton. Koresponden DW, Misha Komadovsky, menyebut tamu hanya membutuhkan satu tiket untuk memasuki ballroom tanpa pemeriksaan keamanan di area lobi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, reporter Gedung Putih dari Newsweek, Leonardo Feldman, menilai petugas keamanan hanya ditempatkan di sekitar pintu ballroom, bukan di seluruh area hotel. Keterangan serupa juga datang dari sejumlah wartawan lain yang berada di lokasi.

Trump bahkan mengakui gedung tersebut tidak sepenuhnya aman. Hotel yang sama pernah menjadi lokasi upaya pembunuhan terhadap Presiden Ronald Reagan pada 1981.

Pelaksana Tugas Jaksa Agung Todd Blanche mengatakan tersangka hampir berhasil menembus perimeter keamanan sebelum petugas bereaksi. Anggota DPR dari Partai Demokrat Ritchie Torres menegaskan kegagalan protokol keamanan dasar harus segera diselidiki.

Trump juga merilis rekaman CCTV berdurasi 24 detik yang memperlihatkan seseorang berlari melewati pos pemeriksaan sebelum petugas mengarahkan senjata. Mantan agen Secret Service Barry Donadio menilai jumlah personel di lokasi sebenarnya memadai, namun kompleksitas pengamanan hotel yang penuh tamu menjadi tantangan tersendiri.

Insiden Jadi Momentum Dorong Proyek Ballroom Baru

Usai dievakuasi, Trump memanfaatkan momen tersebut untuk kembali mendorong proyek pembangunan ballroom baru di kompleks Gedung Putih. Proyek senilai 400 juta dollar AS itu akan dilengkapi teknologi antidrone, kaca antipeluru, dan bunker militer bawah tanah.

“Ini antidrone, ini kaca antipeluru. Kita membutuhkan ballroom itu,” ujar Trump kepada wartawan.

Rencana pembangunan tersebut sebelumnya digugat oleh National Trust for Historic Preservation karena melibatkan pembongkaran bangunan bersejarah di Sayap Timur. Namun pengadilan banding akhirnya mengizinkan proyek dilanjutkan dengan alasan keamanan nasional.

Gedung Putih sendiri telah memiliki bunker darurat selama puluhan tahun. Trump pernah berlindung di Presidential Emergency Operations Center saat gelombang protes 2020 terkait kematian George Floyd.

Penyelidikan resmi masih berlangsung untuk memastikan kronologi lengkap insiden dan mengevaluasi ulang standar keamanan pada acara kenegaraan di masa mendatang. ***(Ant)

Facebook Comments Box

Sumber Berita: Newsweek

Berita Terkait

Harga Minyak Mentah Naik ke Level Tertinggi Enam Pekan, Konflik AS-Iran Memanas
Harga Minyak Dunia Naik 2,7 Persen, Brent Tembus 90 Dollar AS
Banjir Bandang Nepal-Tibet: 2.980 Orang Masih Hilang, 682 Jenazah Ditemukan
Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 160 Orang, Ratusan Turis Masih Hilang
Banjir Bandang Nepal Tewaskan 157 Orang, Ratusan Masih Hilang
Apple PHK Lebih dari 200 Karyawan, Tim Vision Pro dan Siri Kena Imbas
Kabut Asap Karhutla Indonesia Pengaruhi Kualitas Udara Malaysia, 29 Wilayah Masuk Kategori Tidak Sehat
16 Negara yang Merayakan Kemerdekaan dan Hari Nasional pada Agustus, Indonesia 17 Agustus

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 08:12 WIB

Harga Minyak Mentah Naik ke Level Tertinggi Enam Pekan, Konflik AS-Iran Memanas

Selasa, 1 September 2026 - 11:00 WIB

Harga Minyak Dunia Naik 2,7 Persen, Brent Tembus 90 Dollar AS

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Banjir Bandang Nepal-Tibet: 2.980 Orang Masih Hilang, 682 Jenazah Ditemukan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 160 Orang, Ratusan Turis Masih Hilang

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:18 WIB

Banjir Bandang Nepal Tewaskan 157 Orang, Ratusan Masih Hilang

Berita Terbaru

Teknologi

iOS 27 Resmi Dirilis, Ini Daftar 33 iPhone yang Kebagian Update

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:14 WIB