Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Ancaman ke Kapal Dagang Picu Kekhawatiran Global

Minggu, 19 April 2026 - 09:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Selat Hormuz (Dok Google Earth)

Ilustrasi Selat Hormuz (Dok Google Earth)

KABAR PAJAJARAN – Ketegangan geopolitik kembali memanas setelah Iran resmi menutup kembali Selat Hormuz pada Sabtu (18/4/2026). Keputusan ini diambil Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai respons atas blokade angkatan laut yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran.

Langkah tersebut langsung mengguncang pelayaran internasional karena jalur strategis itu dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia. Sejumlah kapal tanker yang sempat meninggalkan Teluk bahkan dilaporkan berbalik arah setelah pengumuman penutupan kembali.

Iran Sebut Blokade AS sebagai Pemicu

Dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah dan dikutip Al Jazeera, IRGC menegaskan penutupan akan tetap berlaku sampai Washington mencabut blokade laut terhadap pelabuhan Iran. Teheran menilai tindakan AS sebagai bentuk “pembajakan dan pencurian maritim”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyebut keputusan AS sebagai langkah ceroboh yang melanggar kesepakatan gencatan senjata dalam konflik regional yang melibatkan Israel dan Lebanon.

Koresponden Al Jazeera di Teheran menyebut Selat Hormuz kembali dijadikan alat tekanan diplomatik. Iran ingin menunjukkan pengaruhnya di tengah ketidakpastian proses negosiasi.

Kapal yang Melanggar Diancam Diserang

Situasi semakin tegang setelah IRGC memperingatkan bahwa kapal yang mencoba melintas akan dianggap bekerja sama dengan musuh dan bisa menjadi sasaran. Laporan United Kingdom Maritime Trade Operations mencatat kapal perang Iran menembaki dua kapal komersial berbendera India.

Pemerintah India langsung memanggil duta besar Iran dan mendesak agar kapal tujuan India kembali difasilitasi melintasi selat tersebut.

Meski begitu, Iran menyatakan beberapa negara “sahabat” masih diizinkan melintas, termasuk kapal berbendera Malaysia, Cina, Mesir, dan Korea Selatan.

Trump Ancam Akhiri Gencatan Senjata

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menegaskan Teheran tidak bisa mengancam Washington dengan menutup jalur energi global tersebut. Ia memberi tenggat hingga Rabu (22/4/2026) agar kesepakatan tercapai, sambil memastikan blokade angkatan laut tetap berjalan.

Penutupan kembali Selat Hormuz menimbulkan kekhawatiran baru terhadap stabilitas pasokan energi global. Para analis menilai eskalasi ini berpotensi mendorong lonjakan harga minyak dan memperburuk ketegangan di kawasan Teluk Persia hingga Laut Oman. ***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kerbau Albino “Donald Trump” di Bangladesh Lolos dari Penyembelihan Setelah Viral
Kabar Mengejutkan dari Timur Tengah: Selat Hormuz Akan Dibuka Lagi?
Sembilan WNI Mengaku Mengalami Kekerasan Saat Ditahan Aparat Israel
WHO Tegaskan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bukan Awal Pandemi Baru
Harga Minyak Dunia Turun Usai Iran Kirim Proposal Damai ke Mediator Pakistan
Bus Jemaah Haji Indonesia Kecelakaan di Jabal Magnet, 10 Orang Luka dan Dirawat
Penembakan di Jamuan Gedung Putih Disorot, Trump Puji Aparat dan Dorong Proyek Ballroom Antipeluru
Malaysia dan Singapura Tolak Wacana Tarif Kapal di Selat Malaka

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:29 WIB

Kerbau Albino “Donald Trump” di Bangladesh Lolos dari Penyembelihan Setelah Viral

Senin, 25 Mei 2026 - 12:00 WIB

Kabar Mengejutkan dari Timur Tengah: Selat Hormuz Akan Dibuka Lagi?

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:00 WIB

Sembilan WNI Mengaku Mengalami Kekerasan Saat Ditahan Aparat Israel

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:00 WIB

WHO Tegaskan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bukan Awal Pandemi Baru

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:30 WIB

Harga Minyak Dunia Turun Usai Iran Kirim Proposal Damai ke Mediator Pakistan

Berita Terbaru