MAJALENGKA, KABAR PAJAJARAN – Perum Bulog Gudang Kasokandel, Kabupaten Majalengka, mengantongi stok beras melimpah hingga mencapai sekitar 15.800 ton pada awal Juni 2026. Jumlah tersebut bahkan melampaui kapasitas penyimpanan gudang yang hanya mampu menampung sekitar 14.000 ton.
Kepala Gudang Bulog Kasokandel, Saeful Awaludin, memastikan persediaan beras yang tersedia saat ini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.
Menurut Saeful, stok beras yang tersimpan saat ini cukup untuk menjaga ketersediaan pangan hingga kurang lebih satu tahun ke depan. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan beras di wilayah Majalengka dan sekitarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bulog Sewa Gudang Tambahan
Melimpahnya stok beras membuat Bulog harus mencari ruang penyimpanan tambahan. Untuk mengatasi kondisi tersebut, Bulog menyewa sejumlah gudang di beberapa wilayah.
Saeful menjelaskan, pihaknya memanfaatkan gudang tambahan yang berada di Kecamatan Panyingkiran, Jatiwangi, dan Tomo. Langkah ini dilakukan agar kualitas dan keamanan beras tetap terjaga selama masa penyimpanan.
Selain melayani kebutuhan masyarakat Majalengka, stok beras yang tersimpan di Gudang Kasokandel juga menjadi cadangan untuk wilayah Cirebon dan daerah sekitarnya.
Salurkan Bantuan Pangan Puluhan Ribu Ton
Di sisi lain, Bulog terus menjalankan tugas penyaluran bantuan pangan pemerintah. Setiap tahun, Bulog mendistribusikan sekitar 26.000 ton beras kepada masyarakat penerima manfaat di wilayah Majalengka, Cirebon, dan Kuningan.
Penyaluran tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Operasi Pasar Terus Digelar
Untuk menjaga stabilitas harga beras, Bulog bersama pemerintah daerah dan instansi terkait terus menggelar operasi pasar murah di berbagai wilayah.
Melalui program tersebut, Bulog berupaya memastikan pasokan beras tetap tersedia sekaligus menekan potensi kenaikan harga yang dapat membebani masyarakat.
Keberadaan stok beras yang melimpah juga menjadi modal penting bagi pemerintah dalam mengantisipasi gejolak harga maupun kebutuhan mendesak akibat berbagai kondisi yang tidak terduga.
Gandeng Mitra Serap Gabah Petani
Dalam proses penyerapan gabah hasil panen petani, Bulog menggandeng pihak swasta dan mitra usaha. Kerja sama ini dilakukan karena keterbatasan sumber daya manusia yang dimiliki Bulog untuk melakukan penyerapan secara langsung di lapangan.
Saeful menegaskan, Gudang Bulog Kasokandel berfungsi sebagai pusat penerimaan, penyimpanan, dan distribusi beras sesuai kebutuhan program pemerintah maupun kebutuhan pasar.
Warga Bisa Beli Beras Langsung
Selain menyimpan cadangan pangan pemerintah, Bulog juga membuka akses bagi masyarakat yang ingin membeli beras secara langsung.
Masyarakat dapat memperoleh beras medium di Gudang Bulog Kasokandel dengan harga Rp11.000 per kilogram. Harga tersebut diharapkan mampu membantu warga mendapatkan beras berkualitas dengan biaya yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar di sejumlah wilayah. ***






