Heboh! Purbaya Kembali Pangkas Anggaran MBG Ratusan Triliun, Ini Alasannya

Senin, 25 Mei 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersiap mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersiap mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO

Jakarta, Kabar Pajajaran — Pemerintah menyesuaikan kembali anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan melakukan efisiensi tambahan senilai Rp 67 triliun. Dana tersebut pemerintah ambil dari pos cadangan di Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kebijakan itu dalam konferensi pers APBN KITA di kantor Kementerian Keuangan, Selasa (19/5/2026). Ia menjelaskan pemerintah telah merealisasikan anggaran MBG sebesar Rp 75 triliun atau 22,4 persen dari total kebutuhan tahun ini.

Purbaya menegaskan pemerintah telah mengefisienkan anggaran program tersebut sesuai arahan Presiden. Ia menyebut total penghematan mencapai Rp 268 triliun dari pagu awal Rp 335 triliun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan penyesuaian anggaran tidak mengganggu layanan utama di lapangan. Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan pihaknya memfokuskan pemangkasan pada belanja operasional kantor pusat.

“Pemangkasan kami arahkan pada pengadaan yang tidak berkaitan langsung dengan jumlah penerima manfaat,” ujar Nanik kepada detikcom, Minggu (24/5/2026).

Ia menambahkan BGN juga memangkas anggaran perjalanan dinas, kegiatan rapat di hotel, serta berbagai pengadaan non-esensial. “Kami kini hanya menggunakan operasional kantor pusat untuk membayar gaji pegawai,” katanya.

Badan Gizi Nasional juga telah menyesuaikan struktur belanja internal dan menghentikan pengadaan yang tidak mendukung layanan langsung kepada masyarakat.

Meski pemerintah memangkas anggaran di tingkat pusat, BGN memastikan dana untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk pembelian bahan baku makanan dan biaya operasional, tetap berjalan tanpa perubahan sehingga layanan kepada masyarakat tetap stabil. ***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Perselisihan Satpam dan Pengemudi Alphard di Bundaran HI Berakhir Damai, Propam Tetap Dalami Kasus
Kopdes Merah Putih Banyuwangi Luncurkan Radio Streaming untuk Perkuat Layanan Informasi
KPK Ungkap Kronologi Penitipan Penahanan Febrie Adriansyah di Rutan Gedung Merah Putih
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,6 Persen, Menkeu Purbaya Sebut APBN Semester I-2026 Makin Solid
Prabowo Tunjuk Sudaryono Jadi Kepala BGN, Gantikan Nanik S Deyang
Kabar Mengejutkan! Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur, Istana Akhirnya Buka Suara
Pembangunan IKN Berlanjut, Basuki Usulkan Anggaran Tambahan Rp2,7 Triliun
Banyak Warga Panik Isi BBM, Pertamina Beri Penjelasan Mengejutkan soal Stok

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:00 WIB

Perselisihan Satpam dan Pengemudi Alphard di Bundaran HI Berakhir Damai, Propam Tetap Dalami Kasus

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:00 WIB

Kopdes Merah Putih Banyuwangi Luncurkan Radio Streaming untuk Perkuat Layanan Informasi

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:00 WIB

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,6 Persen, Menkeu Purbaya Sebut APBN Semester I-2026 Makin Solid

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:21 WIB

Prabowo Tunjuk Sudaryono Jadi Kepala BGN, Gantikan Nanik S Deyang

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:32 WIB

Kabar Mengejutkan! Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur, Istana Akhirnya Buka Suara

Berita Terbaru