BANDUNG, KABAR PAJAJARAN — Pemerintah pusat menyetujui tiga proyek pengendalian banjir di Kabupaten Bandung yang akan mulai dikerjakan pada 2026. Persetujuan tersebut diberikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum sebagai upaya memperkuat penanganan banjir di kawasan Bandung timur.
Bupati Bandung Dadang Supriatna menyatakan pemerintah daerah segera merealisasikan proyek tersebut setelah seluruh usulan diterima pemerintah pusat. Tiga proyek yang akan dikerjakan meliputi normalisasi Sungai Cisunggalah di Kecamatan Majalaya dan Kecamatan Solokan Jeruk, serta pembangunan kolam retensi di Kecamatan Tegalluar dan Kecamatan Rancaekek.
Menurut Dadang, normalisasi Sungai Cisunggalah menjadi prioritas utama karena sungai tersebut hampir setiap tahun meluap saat curah hujan tinggi dan memicu banjir di permukiman warga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, pemerintah daerah menilai pembangunan kolam retensi di Tegalluar sangat mendesak. Kawasan tersebut kerap menjadi titik banjir terparah akibat limpasan dari beberapa sungai di sekitarnya. Kolam retensi seluas sekitar 3,5 hektare akan dibangun untuk menampung air agar tidak langsung masuk ke kawasan permukiman.
Pemkab Bandung juga menyiapkan kolam retensi kedua di Rancaekek dengan luas sekitar 1,5 hektare. Infrastruktur ini ditargetkan mampu menekan genangan saat debit air sungai meningkat.
Dadang menegaskan ketiga proyek tersebut menjadi langkah konkret Pemerintah Kabupaten Bandung dalam mengurangi risiko banjir yang selama ini mengganggu aktivitas masyarakat.
Pemerintah daerah berharap seluruh pekerjaan berjalan sesuai rencana sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan warga di wilayah rawan banjir.
















