Tiga Proyek Pengendalian Banjir di Kabupaten Bandung Siap Dikerjakan Tahun 2026

Rabu, 22 April 2026 - 12:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Banjir Sapan, Kabupaten Bandung (Dok Ist)

Ilustrasi Banjir Sapan, Kabupaten Bandung (Dok Ist)

BANDUNG, KABAR PAJAJARAN — Pemerintah pusat menyetujui tiga proyek pengendalian banjir di Kabupaten Bandung yang akan mulai dikerjakan pada 2026. Persetujuan tersebut diberikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum sebagai upaya memperkuat penanganan banjir di kawasan Bandung timur.

Bupati Bandung Dadang Supriatna menyatakan pemerintah daerah segera merealisasikan proyek tersebut setelah seluruh usulan diterima pemerintah pusat. Tiga proyek yang akan dikerjakan meliputi normalisasi Sungai Cisunggalah di Kecamatan Majalaya dan Kecamatan Solokan Jeruk, serta pembangunan kolam retensi di Kecamatan Tegalluar dan Kecamatan Rancaekek.

Menurut Dadang, normalisasi Sungai Cisunggalah menjadi prioritas utama karena sungai tersebut hampir setiap tahun meluap saat curah hujan tinggi dan memicu banjir di permukiman warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, pemerintah daerah menilai pembangunan kolam retensi di Tegalluar sangat mendesak. Kawasan tersebut kerap menjadi titik banjir terparah akibat limpasan dari beberapa sungai di sekitarnya. Kolam retensi seluas sekitar 3,5 hektare akan dibangun untuk menampung air agar tidak langsung masuk ke kawasan permukiman.

Pemkab Bandung juga menyiapkan kolam retensi kedua di Rancaekek dengan luas sekitar 1,5 hektare. Infrastruktur ini ditargetkan mampu menekan genangan saat debit air sungai meningkat.

Dadang menegaskan ketiga proyek tersebut menjadi langkah konkret Pemerintah Kabupaten Bandung dalam mengurangi risiko banjir yang selama ini mengganggu aktivitas masyarakat.

Pemerintah daerah berharap seluruh pekerjaan berjalan sesuai rencana sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan warga di wilayah rawan banjir.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dedi Mulyadi Ingatkan Warga Jabar Hindari Judol dan Pinjol, Ini Alasannya
Mobil Tabrak Pohon dan Kursi Taman di Jalan Banceuy Bandung, Tiga Orang Luka
BMKG Ungkap Penyebab Hujan Es dan Angin Kencang yang Rusak Puluhan Rumah di Kuningan
Musim Hujan Tiba, BPBD Bandung Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor
Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026
Pemprov Jabar Pasang 1.185 Lampu Jalan di Priangan Timur, Anggaran Capai Rp48,3 Miliar
Pemprov Jabar Gelontorkan Rp273 Miliar untuk Perbaikan Jalan dan Jembatan di Tasikmalaya
Kebocoran Gas Pabrik di Karawang Bikin 43 Warga Dilarikan ke Rumah Sakit, Polisi Lakukan Investigasi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 12:00 WIB

Dedi Mulyadi Ingatkan Warga Jabar Hindari Judol dan Pinjol, Ini Alasannya

Kamis, 5 November 2026 - 10:00 WIB

Mobil Tabrak Pohon dan Kursi Taman di Jalan Banceuy Bandung, Tiga Orang Luka

Kamis, 5 November 2026 - 09:44 WIB

BMKG Ungkap Penyebab Hujan Es dan Angin Kencang yang Rusak Puluhan Rumah di Kuningan

Kamis, 5 November 2026 - 09:00 WIB

Musim Hujan Tiba, BPBD Bandung Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor

Selasa, 3 November 2026 - 11:00 WIB

Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026

Berita Terbaru