Kabar Pajajaran – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan keprihatinannya atas video viral yang memperlihatkan sejumlah siswa di SMA Negeri 1 Purwakarta mengejek seorang guru perempuan di dalam kelas. Ia mengaku telah menerima paparan kronologi kejadian dari Dinas Pendidikan dan menilai peristiwa tersebut harus menjadi perhatian serius semua pihak.
Video berdurasi 31 detik yang beredar di media sosial menunjukkan sekelompok siswa berseragam mengolok-olok guru di depan kelas. Salah satu adegan yang paling disorot menampilkan seorang siswi di bagian belakang kelas mengacungkan jari tengah sambil menjulurkan lidah ke arah guru.
Menurut Dedi, pihak sekolah telah bergerak cepat dengan memanggil orang tua siswa yang terlibat. Ia menyebut orang tua siswa merasa menyesal dan bahkan menangis saat dimintai klarifikasi oleh pihak sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya, sekolah menjatuhkan sanksi skorsing selama 19 hari kepada siswa yang terlibat. Namun Dedi menyarankan agar hukuman tersebut diubah menjadi kegiatan yang lebih mendidik dan berdampak positif bagi pembentukan karakter.
“Anak itu sebaiknya tidak hanya diskors, tetapi diberi hukuman membersihkan halaman sekolah, menyapu setiap hari, dan membersihkan toilet,” ujar Dedi. Ia menilai hukuman berbasis kerja sosial bisa diberikan selama satu hingga tiga bulan, disesuaikan dengan perubahan sikap siswa.
Dedi menegaskan, tujuan hukuman bukan sekadar memberi efek jera, tetapi membangun tanggung jawab dan karakter. Ia mengingatkan bahwa siswa tetap membutuhkan bimbingan orang tua dan guru agar dapat memperbaiki perilaku.
Sementara itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebelumnya juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan. Kasus ini kembali memicu diskusi publik mengenai pembinaan karakter dan kedisiplinan siswa di lingkungan pendidikan.***(Chq)
















