Neraca Perdagangan Jawa Barat Surplus USD 8,90 Miliar pada Empat Bulan Pertama 2026

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Pusat Statistik Jawa Barat mencatat neraca perdagangan provinsi ini surplus sebesar USD 8,90 miliar sepanjang Januari-April 2026, didorong meningkatnya nilai ekspor dan menurunnya impor. (Foto: Ilustrasi)

Badan Pusat Statistik Jawa Barat mencatat neraca perdagangan provinsi ini surplus sebesar USD 8,90 miliar sepanjang Januari-April 2026, didorong meningkatnya nilai ekspor dan menurunnya impor. (Foto: Ilustrasi)

Kota Bandung, Kabar Pajajaran – Kinerja perdagangan luar negeri Jawa Barat menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat neraca perdagangan provinsi ini mengalami surplus sebesar USD 8,90 miliar sepanjang Januari hingga April 2026.

Surplus tersebut terjadi karena nilai ekspor Jawa Barat jauh lebih besar dibandingkan nilai impornya selama periode yang sama.

Kepala BPS Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, menjelaskan bahwa nilai ekspor Jawa Barat selama Januari-April 2026 mencapai USD 12,58 miliar, meningkat 4,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas juga meningkat menjadi USD 12,51 miliar atau naik 4,30 persen. Sementara ekspor migas tercatat USD 72,70 juta atau turun 16,39 persen,” ujar Margaretha saat Rilis Berita Resmi Statistik Provinsi Jawa Barat, Selasa (2/6/2026).

Salah satu penyumbang terbesar kenaikan ekspor berasal dari komoditas kendaraan dan bagiannya yang naik USD 297,95 juta atau 11,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sebaliknya, komoditas perhiasan dan permata mengalami penurunan terbesar, yakni USD 73,59 juta atau 18,99 persen.

Amerika Serikat masih menjadi tujuan utama ekspor nonmigas Jawa Barat dengan nilai mencapai USD 2,08 miliar, disusul Filipina sebesar USD 1,19 miliar dan Jepang USD 922,58 juta. Ketiga negara tersebut menyumbang 33,53 persen dari total ekspor nonmigas Jawa Barat.

Selain itu, ekspor ke kawasan ASEAN mencapai USD 3,47 miliar, sedangkan ke kawasan Amerika dan Eropa mencapai USD 4,70 miliar.

Dari sisi sektoral, seluruh sektor utama mengalami pertumbuhan ekspor. Sektor pertanian tumbuh 4,21 persen, industri pengolahan naik 4,30 persen, serta sektor pertambangan dan lainnya meningkat 2,20 persen. Hanya sektor migas yang mengalami penurunan.

Impor Turun Lebih dari 7 Persen

Di sisi lain, nilai impor Jawa Barat pada Januari-April 2026 tercatat sebesar USD 3,68 miliar, turun 7,63 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Impor nonmigas mencapai USD 3,44 miliar atau turun 0,54 persen, sedangkan impor migas turun signifikan hingga 55,08 persen menjadi USD 232,36 juta.

Penurunan terbesar impor terjadi pada kelompok kendaraan dan bagiannya yang turun USD 154,38 juta atau 51,08 persen. Sebaliknya, impor mesin dan perlengkapan elektronik meningkat USD 97,19 juta atau 18,25 persen.

Tiongkok masih menjadi negara pemasok impor nonmigas terbesar bagi Jawa Barat dengan nilai mencapai USD 1,41 miliar atau 41,04 persen dari total impor nonmigas. Posisi berikutnya ditempati Jepang sebesar USD 410,06 juta dan Korea Selatan USD 407,46 juta.

Sementara berdasarkan golongan penggunaan barang, impor barang konsumsi turun 12,63 persen, bahan baku dan penolong turun 5,63 persen, serta barang modal turun 17,20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Surplus perdagangan yang tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global menunjukkan daya saing ekspor Jawa Barat masih kuat, terutama dari sektor industri pengolahan dan manufaktur yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.***(Nalika)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sekda Herman: Relawan Kebencanaan Jangan Hanya Bermodal Keberanian
Defisit APBD Jabar 2026 Capai Rp3,4 Triliun, Pemprov Tunggu Dana Bagi Hasil
KDM Instruksikan Pemkab Garut Tambah Anggaran Perbaikan Jalan
Wagub Erwan Sampaikan Dua Ranperda Strategis, Perkuat BIJB dan Efisiensi Perangkat Daerah
Karhutla Jabar Makin Meluas, 325,87 Hektare Lahan Terbakar hingga September 2026
Jabar Raih Apresiasi Daerah Peduli Iklim Investasi dari Kompas TV
Ramaikan GIIAS Bandung 2026, Pemprov Jabar Beri Diskon Pajak Kendaraan 10 Persen
Pemprov Jabar Kirim 100 Kafilah ke MTQ Nasional XXXI 2026

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 08:01 WIB

Sekda Herman: Relawan Kebencanaan Jangan Hanya Bermodal Keberanian

Selasa, 15 September 2026 - 08:00 WIB

Defisit APBD Jabar 2026 Capai Rp3,4 Triliun, Pemprov Tunggu Dana Bagi Hasil

Senin, 14 September 2026 - 06:14 WIB

KDM Instruksikan Pemkab Garut Tambah Anggaran Perbaikan Jalan

Minggu, 13 September 2026 - 19:00 WIB

Wagub Erwan Sampaikan Dua Ranperda Strategis, Perkuat BIJB dan Efisiensi Perangkat Daerah

Minggu, 13 September 2026 - 18:05 WIB

Karhutla Jabar Makin Meluas, 325,87 Hektare Lahan Terbakar hingga September 2026

Berita Terbaru

Teknologi

iOS 27 Resmi Dirilis, Ini Daftar 33 iPhone yang Kebagian Update

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:14 WIB