KABAR PAJAJARAN— Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mendorong kegiatan mendongeng dan pengenalan cerita rakyat sebagai bagian dari upaya membentuk generasi unggul dan berkarakter menuju Indonesia Emas 2045.
Herman menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Suara Nusantara Festival Mendongeng Cerita Rakyat bertema “Menghidupkan Legenda Jawa Barat, Menginspirasi Masa Depan” di Auditorium Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Minggu (23/8/2026).
Menurut Herman, kegiatan mendongeng tidak hanya menjadi hiburan bagi anak-anak. Cerita juga dapat menjadi ruang pembelajaran yang membantu mereka mengembangkan karakter, kreativitas, serta kemampuan berkomunikasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai anak-anak yang mengikuti festival tersebut akan menjadi bagian penting dari perjalanan Indonesia menuju 2045. Dalam 19 tahun mendatang, mereka diproyeksikan memasuki usia produktif dan berperan dalam menentukan arah pembangunan bangsa.
“Visi Bapak Presiden, visi Kabinet Merah Putih, dan visi kita semua adalah mewujudkan Indonesia maju menuju Indonesia Emas 2045. Anak-anak yang hari ini mengikuti kegiatan mendongeng, 19 tahun mendatang akan menjadi nahkoda kita,” kata Herman.
Mendongeng Kembangkan Empat Kompetensi Anak
Herman menyebut sumber daya manusia (SDM) unggul harus memiliki kompetensi sekaligus karakter yang kuat. Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, kata dia, memiliki tanggung jawab untuk ikut menyiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan masa depan.
Ia menyoroti empat kompetensi yang perlu dikembangkan sejak usia dini, yakni berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi.
Kegiatan mendongeng dapat menjadi salah satu metode pembelajaran kreatif untuk menumbuhkan kemampuan tersebut. Ketika anak mendengarkan, memahami, menceritakan kembali, atau mendiskusikan sebuah cerita, mereka belajar mengolah informasi sekaligus menyampaikan gagasan.
Karena itu, Herman meminta berbagai kegiatan edukatif dan kreatif yang melibatkan anak terus mendapat dukungan. Menurutnya, pembentukan kualitas manusia harus dimulai sejak dini melalui lingkungan belajar yang menyenangkan.
Cerita Rakyat Jaga Identitas Budaya
Selain membangun kompetensi, Herman menilai cerita rakyat memiliki fungsi penting dalam mempertahankan identitas budaya daerah.
Penggunaan bahasa daerah dalam cerita rakyat, menurutnya, dapat membantu anak mengenal akar budaya sekaligus memahami nilai-nilai kehidupan yang masih relevan dengan kondisi saat ini.
Herman melihat bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi. Bahasa lokal juga menjadi fondasi untuk memahami berbagai fenomena kehidupan melalui perspektif budaya masyarakat setempat.
Ia pun berharap kegiatan seperti Suara Nusantara Festival Mendongeng Cerita Rakyat dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari gerakan bersama dalam menyiapkan generasi emas Jawa Barat dan Indonesia.
“Kegiatan ini mungkin bagian kecil, tetapi sangat efektif untuk mempersiapkan generasi emas di masa depan,” pungkas Herman. ***(Chq)






